LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Amarah Raja Semesta


__ADS_3

Ular hitam nampak kecewa bercampur dengan amarah karena serangannya lagi-lagi berhasil di hindari oleh Leon, padahal pada serangan tersebut dia sudah sangat senang dan yakin bahwa akan mengenai Leon karena pada saat itu Leon sedang termenung.


"Sial!!, kenapa kau selalu saja bisa menghindar!?" kata Ular hitam kesal.


"Hahaha itu karena kau saja yang sangat lambat" ujar Leon mengejek.


Ular hitam semakin marah karena perkataan Leon seluruh tubuhnya di selimuti oleh kabut hitam yang sangat menakutkan, perlahan-lahan kabut hitam tersebut semakin membesar hingga menutupi pandangan Leon.


Leon meningkatkan kewaspadaannya karena ia bisa merasakan ancaman yang sangat besar dari Ular Hitam tersebut, beberapa saat kemudian kabut hitam yang menutupi tubuh Ular Hitam itu perlahan-lahan mulai menghilang dari dalam kabut tersebut keluar seorang pria paruh baya dengan baju serba hitam seperti sisik ular dan pupil matanya sangat mirip dengan Ular Hitam raksasa sebelumnya.


"Hahaha baru kali ini aku menemukan lawan yang lumayan hebat, bahkan aku sampai harus menunjukkan wujud ku yang sebenarnya" kata pria paruh baya tersebut.


"Tuan, hati-hati kekuatan orang ini berada pada tahap Mortal tingkat menengah" ujar Liona.


"Apa!!!" Leon tersentak kaget mendengar ucapan Liona, Dia tidak menyangka bahwa pria paruh baya di depannya saat ini akan sangat-sangat kuat.


"Ada apa nak, apa kau merasa takut?" tanya pria tersebut.


Pria paruh baya itu melangkahkan kakinya ke depan dan tiba-tiba saja dia sudah berada di hadapan Leon, pria itu kemudian mencengkram erat leher Leon hingga membuat Leon kesulitan untuk bernafas.


Xin, Asta dan Guts dapat merasakan Aura yang sangat menakutkan datang dari arah Luar kota, mereka bertiga tidak menghiraukan lagi perintah Leon dan segera menuju ke arah pertempuran Leon dengan Ular Hitam.


Mereka sangat terkejut ketika melihat seorang pria paruh baya sedang mencengkeram erat leher Leon dan terlihat Leon tengah meronta-ronta untuk mencoba melepaskan cengkraman pria itu.


"Sialan kau, lepaskan tuan muda!!" kata Xin marah.


"Hahahaha hanya tiga ekor tikus sudah berani mengusik seekor ular" kata pria itu sinis.


Pria berbaju hitam tersebut melambaikan tangan kirinya kearah Xin, Asta, dan Guts, tiba-tiba kekuatan hitam menghantam tubuh mereka bertiga hingga membuat ketiganya terpental menabrak kubah emas yang melindungi kota dan memuntahkan seteguk darah segar.


"Sial dia sangat kuat" ujar Asta.

__ADS_1


"Jangan menyerah jika tidak tuan muda akan dalam bahaya" ujar Guts.


Mereka bertiga kemudian melesat dengan cepat untuk menyerang pria tersebut, namun dengan mudahnya serangan mereka bertiga dapat ia hindari dengan kanannya tetap mencengkram leher Leon.


Xin, Asta dan juga Guts menyerang pria tersebut dengan sangat ganas, namun perbedaan kekuatan mereka bukanlah sesuatu yang bisa di anggap remeh, saat kekuatan seseorang mencapai tingkatan khusus yaitu di atas tingkatan Legenda meskipun perbedaan satu level saja sudah bisa membuat lawan kewalahan apa lagi beda satu tingkatan seperti saat ini.


Meskipun mereka bertiga tau bahwa kekuatan orang tersebut jauh di atas mereka namun, mereka bertiga tetap menyerang dengan kekuatan penuhnya karena jika mereka menyerah maka raja semesta akan marah besar dan kekacauan akan terjadi di alam semesta.


Serangan demi serangan mereka arahkan kepada pria tersebut namun tidak satupun yang berhasil menyentuh tubuhnya, sementara Leon masih saja meronta-ronta dalam cengkraman tangan pria tersebut nafasnya semakin sesak kesadarannya perlahan-lahan menghilang.


"Ka-kakek ma-maafkan aku" kata Leon pelan sebelum benar-benar hilang kesadarannya.


"Hahahaha akhirnya kau mati juga manusia rendahan" kata pria tersebut kemudian melemparkan tubuh Leon ke arah Xin dan yang lainnya hingga mereka bertiga ikut terpental karena menabrak tubuh Leon.


Sementara itu di dalam ruang hampa Raja semesta nampak sangat marah tubuhnya sekali lagi di selimuti oleh cahaya keemasan dia tiba-tiba menghilang dan lansung muncul di dekat Leon dan yang lainnya.


Ular hitam tersebut terkejut bukan main saat ia melihat seorang pria paruh baya dengan rambut panjang muncul di dekat Leon yang sedang tergeletak tak sadarkan diri, dan sekali lagi insting ularnya mengatakan bahwa pria tersebut adalah ancaman yang sangat menakutkan untuknya.


"Kau,... berani sekali kau melukai cucuku, Zachary akan aku hancurkan dirimu dan dunia kegelapan sampai menjadi abu" kata raja semesta marah.


"Si-siapa kau, kenapa kau mengetahui namaku" tanya Zachary.


"Kau tanya siapa aku?, apa kau sudah melupakan keberadaan ku dasar ular sialan" kata raja semesta geram.


Langit yang semula cerah dan berawan tiba-tiba berubah menjadi gelap malam dengan penuh bintang-bintang yang bersinar terang. Tubuh Zachary bergetar hebat saat menyaksikan perubahan tersebut tentu ia sangat mengenali seseorang yang dapat melajukan hal itu dengan mudahnya, ya siapa lagi kalau bukan raja semesta.


"Apa kau sudah ingat sekarang ular sialan!!" ujar raja semesta.


"Ra-raja semesta, ke-kenapa kau ada di sini?" tanya Zachary gugup.


"Kau tanya kenapa aku ada di sini?!, padahal kau sudah melukai cucuku sampai separah ini" jawab raja semesta geram, cahaya emas yang menyelimuti tubuhnya semakin membesar hingga membuat tanah menjadi bergetar.

__ADS_1


**


Di kerajaan Bintang, tetua agung Luigi dan raja bintang segera keluar dari dalam istana ketika merasakan aura yang sangat mengerikan begitu juga dengan seluruh penduduk kerajaan bintang dan seluruh manusia yang ada di empat benua besar. Mereka semua bergidik ketakutan saat menyaksikan siang yang sangat cerah tiba-tiba berubah menjadi malam.


"Ra-raja semesta hal apa yang membuat anda sampai marah begini" kata Luigi.


"Tidak, jangan-jangan terjadi sesuatu pada raja muda" ujar raja bintang.


"Kalau begitu aku akan segera mencari tau" kata Luigi kemudian menghilang dari hadapan raja bintang.


**


Di luar kota Beanotown, tubuh Zachary bergetar hebat setelah mendengar ucapan raja semesta ia tidak menyangka bahwa pemuda yang telah ia lukai adalah cucu dari raja semesta itu sendiri, dan sekarang tidak ada yang bisa menyelamatkan dirinya dari kematian.


"A-ampun raja semesta a-aku tidak tau bahwa dia adalah cucumu" kata Zachary berlutut memohon.


"Terlambat, kau sudah melukai cucuku separah ini dan bahkan dia hampir kehilangan nyawanya karena dirimu, sekarang kau dan dunia kegelapan akan aku musnahkan dari alam semesta ini" kata Raja semesta semakin marah.


Di tengah-tengah kemarahan raja semesta tiba-tiba seorang pria tua muncul di dekat Xin dan lansung bersujud di hadapan raja semesta, hal ini membuat raja semesta sedikit terkejut karena ia dapat merasakan perasaan akrab dari pria tua tersebut.


"Bocah Luigi apa itu kau?" tanya raja semesta.


"Benar yang mulai ini hamba" jawab tetua agung Luigi.


"Hamba mohon yang mulia redakan amarah anda karena hal ini akan berdampak buruk bagi keseimbangan alam semesta" kata Luigi memohon.


"Lancang sekali kau Luigi, apa kau mau aku melepaskan ular menjijikkan ini yang telah melukai cucuku" kata Raja Semesta marah.


"Bu-bukan begitu yang mulia, biarkan hamba mu ini yang menghabisi ular ini tapi hamba mohon redakan amarah yang mulia" kata Luigi menjelaskan.


"Kau.."

__ADS_1


"Hamba mohon yang mulia" ujar tetua agung Luigi memohon.


"Baiklah karena kau yang meminta" jawab raja semesta kemudian meredakan amarahnya, seketika itu pula langit malam tersebut kembali berubah menjadi siang yang sangat cerah.


__ADS_2