
Di halaman Akademi kehebohan terjadi baik itu murid baru, murid senior, murid inti ataupun murid Elit, mereka semua merasa heran sekaligus keberatan karena yang mereka tau selama ini tidak ada yang namanya murid khusus, lalu sekarang tiba-tiba saja ada yang namanya murid khusus dan yang menjadi murid khusus tersebut adalah dua orang tanpa tingkatan energi.
"Harap tenang semuanya, ini sudah keputusan ketua Akademi" kata wakil ketua menenangkan kerumunan.
"Tidak kami sama sekali tidak menerima hal ini" ujar salah satu murid keluar dari kerumunan dan maju ke depan.
"Lihat itu adalah murid peringkat pertama di akademi.."
"Benar itu senior Alex Rudiart murid terbaik di akademi ini.."
"Habislah, jika dia marah maka kedua orang itu bisa cacat seumur hidup.."
Semua murid kembali menjadi heboh saat seorang murid lainnya maju dengan gagahnya, mereka semua mengenal siapa murid yang maju tersebut dia adalah Alex Rudiart seorang jenius nomor satu di Akademi Rajawali Api.
"Apa yang kau inginkan Alex?" tanya wakil tetua.
"Wakil ketua aku ingin menantang kedua sampah ini untuk bertarung" kata Ronald tegas.
"Hahahaha kau fikir dengan kekuatanmu yang secuil itu sanggup mengalahkan kakakku?" ujar Ashley.
Kerumunan para siswa Akademi kembali menjadi heboh sebab perkataan Ashley, pasalnya tingkat kekuatan Alex bisa di katakan adalah yang terkuat di akademi dengan kekuatan tahap Tyran level satu, namun kali ini ada yang mengatakan bahwa kekuatan murid terbaik tersebut hanyalah secuil bila di bandingkan dengan kakaknya.
"Hahaha kekuatan apanya? kekuatan kalian hanya bisa membunuh semut" jawab Alex.
"Dan kau adalah semut itu" ujar Ashley.
__ADS_1
"Sialan, berani sekali kau menghinaku dasar wanita murahan, kecantikan mu itu hanya pantas untuk menjadi wanita penghibur, dan ya apa kau mau menghiburku? aku berjanji akan memberikan harga yang sesuai" kata Alex menghina.
Ashley tersentak kaget mendengar perkataan Alex pasalnya selama ini belum pernah ada yang mengatakan hal-hal buruk padanya, Leon juga sama terkejutnya ia sangat tidak menyangka bahwa pemuda tersebut akan sangat berani menghina adiknya di depan matanya sendiri.
"Kau bilang adikku apa?" tanya Leon dingin.
Suasana tiba-tiba berubah mencekam, energi yang amat sangat kuat menekan mereka semua dan memaksa mereka untuk segera berlutut tidak ada pengecualian bahkan untuk para tetua dan juga wakil ketua.
"Jika kau menghina diriku maka aku akan diam, tapi jika kau berani menghina keluargaku maka yang pantas untukmu hanya kematian" kata Leon tegas.
Tubuhnya perlahan-lahan melayang di udara energi yang terpancar dari tubuhnya semakin lama menjadi semakin kuat, terutama yang di rasakan oleh Alex dia sama sekali tidak percaya bahwa orang yang telah ia hina adalah orang yang sangat kuat.
"Leon, hentikan semua ini aku mohon" kata tetua ke-tiga memohon.
"Terlambat tetua, jika kakak sudah marah tidak ada yang bisa menghentikannya kecuali dia sendiri yang mau berhenti" ujar Ashley.
Semua murid yang merasakan tekanan kuat tersebut seperti merasakan sebuah gunung menimpa tubuh mereka, sangat berat dan sangat kuat bahkan sampai mereka sampai kesusahan bernafas. Ashley tiba-tiba merasa tidak tega dan merasa melihat para siswa yang sedang menahan tekanan kuat dari Leon.
"Kakak, sudah jangan marah lagi kasihan yang lainnya" kata Ashley lembut.
"Tapi Ashley pemuda sialan ini sudah menghinamu" kata Leon tegas.
"Kakak, yang menghinaku memang dia hanya saja jika kakak marah begitu semua orang akan kena dampaknya" kata Ashley menunjuk ke arah para murid yang sedang berlutut sambil menahan tekanan kuat di tubuh mereka.
"Hahhhhhh, sepertinya aku memang sudah berlebihan" kata Leon pelan kemudian dia menarik kembali energinya.
__ADS_1
Seketika energi yang menekan mereka semua menghilang sehingga sekarang mereka bisa bernafas dengan lega, namun kini timbul perasaan takut dan ngeri pada Leon karena mereka akhirnya mengerti kenapa dia di jadikan sebagai murid khusus oleh kepala akademi, dan untuk Alex meskipun tekanan besar tersebut telah hilang namun tubuhnya masih tetap bergetar hebat karena masih merasakan takut dengan Leon.
"Tetua meskipun aku menarik kembali energiku bukan berarti dia bisa bebas berkeliaran seenaknya saja" kata Leon tegas sambil menunjuk ke arah Alex.
"Baik Leon dia pasti akan di hukum atas perbuatannya" ujar wakil ketua.
**
Pertemuan yang menegangkan tersebut akhirnya berakhir dengan keadaan tenang dan kembali terkendali, namun tetap saja para murid akademi tidak dapat melupakan begitu saja tekanan kuat yang baru saja mereka alami, meskipun demikian masih ada juga beberapa murid yang terinspirasi dengan kekuatan Leon karena dengan umurnya yang masih sangat muda kekuatannya sudah sangat luar biasa.
Untuk para murid di akademi sendiri rata-rata memiliki umur 15 sampai 19 tahun, umur 15 tahun adalah untuk murid-murid baru, dan untuk 16 atau 17 tahun murid senior, dan seterusnya. Hal ini pula yang membuat akademi Rajawali Api hanya menerima murid baru yang masih berumur 15 tahun dan untuk kasus Leon serta Ashley adalah hal yang sangat berbeda.
Setelah selesai pertemuan semua murid kembali ke kamar mereka masing-masing, namun tidak dengan Leon dan Ashley keduanya agak kesusahan untuk kembali ke kamar karena banyak sekali murid-murid akademi yang berdatangan menghampiri mereka berdua, baik hanya untui sekedar berkenalan atau mencari perhatian agar bisa dekat dengan orang yang lebih kuat.
**
Di puncak bukit yang tidak jauh dari akademi, seorang pria tua tengah duduk meminum tehnya sambil menyaksikan pemandangan yang terpampang di depan matanya, kedua matanya menatap ke arah akademi yang telah ia bangun susah payah hingga sekarang menjadi salah satu akademi terkuat di benua timur.
"Guru, janji yang aku buat dulu telah aku tepati bahkan sekarang aku memiliki banyak murid yang kuat, dan diantara mereka bahkan ada yang mungkin lebih kuat dariku" gumam Ketua Akademi.
"Aku sangat merindukanmu guru" lanjutnya dengan raut wajah sedih.
"Ada apa bocah, aku kira kau sudah melupakan aku!..."
Sebuah suara yang ia kenal dengan akrab tiba-tiba terdengar di belakangnya, secara refleks ketua akademi lansung mengalihkan badannya ke belakang, mata tua ketua akademi lansung berlinang air mata saat menatap seorang pria yang sangat tampan dengan rambut putih panjang dan jubah yang serasi dengan warna rambutnya.
__ADS_1
Pria yang berdiri dengan gagah di depannya saat ini adalah pria yang sangat ia rindukan sejak dulu, mata tuanya tersebut tak sanggup lagi membendung air mata kebahagiaan karena untuk pertama kalinya ia bisa bertemu lagi dengan sosok yang sangat-sangat ia rindukan setelah sekian lama.
"Gu-guru..."