LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Ular Hitam


__ADS_3

**


Di ruang hampa gunung Nord, Raja Semesta yang sedang bermeditasi tiba-tiba terbangun dan lansung melesat dengan kekuatan cahaya menuju ke langit, dalam sekejap mata dia sampai di sebuah tempat gelap yang penuh dengan bintang-bintang.


Wajahnya menunjukkan kebahagiaan serta sebuah senyuman indah terukir di wajahnya saat ia menyaksikan dua belas bintang bercahaya dengan sangat terang dan semakin lama semakin membesar.


"Hahahaha hebat, sungguh hebat tidak akan ada yang bisa menandingi kekuatan cucuku di masa depan nanti, dengan Soul Weapon terkuat di tangannya aku yakin alam semesta akan ada di dalam genggamannya" kata Oliver senang.


"Dan untuk kau temanku terimakasih karena telah menyetujui keinginan egois ku" gumam Oliver kemudian menghilang dan muncul kembali di ruang hampa.


**


Leon membuka matanya dan tiba-tiba ia merasakan kekuatan aneh masuk kedalam dirinya, kekuatan tersebut seperti membakar tubuh Leon untuk sesaat namun setelah itu tubuhnya kembali merasakan perasaan yang sangat nyaman dan juga hangat.


"Sebenarnya kekuatan apa ini, dan siapa orang itu" gumam Leon.


"Dia adalah raja hewan suci tuan" jawab Liona.


"Raja hewan suci?, bukankah dia manusia?" tanya Leon penasaran.


"Dia bukan manusia tuan, sebenarnya dia adalah serigala putih yang merupakan raja dari segala hewan suci, dan karena kekuatannya yang sangat tinggi ia bisa merubah wujudnya menjadi manusia, perbedaannya dengan hewan suci biasa adalah ketika mereka berubah menjadi manusia mereka akan kembali menjadi bayi sementara raja hewan suci bisa memilih untuk menjadi bayi atau tidak" jawab Liona.


"Lalu kenapa dia bisa mengetahui keberadaanmu?" tanya Leon.


"Raja Hewan Suci memiliki mata semesta, sehingga tidak satupun yang bisa luput dari penglihatannya" jawab Liona.


"Semua ini masih sangat membingungkan bagiku" gumam Leon pelan.


Leon kemudian berdiri dan menghilang dari dalam hutan lalu muncul kembali di dalam kamarnya, niat untuk menguji kekuatan Sword of Darkness menjadi hilang setelah bertemu dengan jiwa pedang semesta.


Leon merebahkan diri di tempat tidur entah kenapa tiba-tiba saja ia merasa sangat lelah setelah melalui kejadian yang aneh tersebut, Leon menatap langit-langit kamarnya sambil kembali memikirkan setiap kejadian aneh yang telah ia lalui.


"Sebenarnya takdir macam apa yang menungguku di masa depan nanti" gumam Leon pelan kemudian mulai menutup matanya hingga beberapa menit kemudian ia sudah tertidur.

__ADS_1


**


Keesokan harinya Leon yang sedang tertidur lelap membuka matanya saat cahaya matahari pagi menyinari wajahnya.


"Hoaammm!!, ya ampun apa aku tertidur sampai pagi" gumam Leon.


Leon segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sepuluh menit kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian sederhana berwarna biru cerah.


"Apa yang harus aku lakukan hari ini" gumam Leon pelan


Saat dia ingin keluar kamar tiba-tiba ia merasakan aura yang sangat kuat dan mengerikan berasal dari arah kota, Leon bergegas keluar dari kamarnya dan lansung menuju ke halaman Mansion.


"Xin ada apa ini kenapa aku merasakan aura yang sangat mengerikan?" tanya Leon pada Xin yang juga berada di halaman mansion bersama yang lainnya.


"Entahlah tuan hanya saja aku merasakan perasaan yang sangat buruk" jawab Xin.


"Duke Andrew ada apa ini?" tanya Leon penasaran.


"Se-sebenarnya ini karena ular hitam, setiap tahunnya di kota kami ular hitam akan muncul dan mengambil manusia untuk di jadikan makanannya" jawab Duke Andrew.


"Ma-maaf tuan, aku hanya tidak ingin merepotkan kalian semua" jawab Duke Andrew.


"Jadi kau sama sekali tidak memikirkan nyawa penduduk kota?" tanya Leon marah.


"Xin, Asta, Guts, segera menyebar ke seluruh kota dan bantu para penduduk, aku akan hadapi ular hitam itu" kata Leon tegas.


"Ta-tapi tuan" ujar Asta.


"Lakukan perintahku sekarang" ujar Leon kemudian menghilang seperti di bawa angin.


Xin, Asta dan Guts kemudian bergegas meninggalkan mansion, mereka bertiga segera membantu seluruh warga untuk menyelamatkan diri. Sementara itu Leon muncul di tengah-tengah kota kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas.


"Absolute Barier" teriak Leon

__ADS_1


Sebuah kubah emas transparan tercipta di sekeliling Leon, kubah emas transparan tersebut perlahan-lahan mulai membesar hingga menutupi seluruh kota Beanotown.


Setelah itu Leon kembali menghilang dan lansung muncul kembali di depan gerbang kota Beanotown dengan Sword of Darkness telah berada di tangan kanannya.


Setelah menunggu selama sepuluh menit aura yang sangat mengerikan tersebut semakin lama menjadi semakin besar. Tanah tiba-tiba bergetar hebat dan dari kejauhan Leon bisa melihat seekor ular hitam raksasa sedang menuju ke arahnya dengan sangat cepat.


"Ular hitam itu sangat besar" gumam Leon.


"Liona seberapa besar kekuatan Ular hitam itu?" tanya Leon.


"Ular hitam itu berada di tahap Chaos tuan, kekuatannya setara dengan seseorang dengan Level Legenda" jawab Liona.


Leon hanya bisa tersenyum kecut setelah mendengar penjelasan Liona, dia tidak menyangka bahwa kekuatan ular tersebut setara dengan kesatria tahap Legenda.


"Hahaha apa ini, manusia rendahan sepertimu berani menghadang jalanku" kata Ular hitam mengejek.


"Hahahaha kau terlalu sombong untuk seekor ular" ujar Leon santai.


"Hahahaha aku akui kau adalah bocah yang sangat berani namun, keberanian mu itu tidak ada gunanya di hadapanku, dan kau akan aku jadikan sebagai makanan pembuka" kata Ular hitam kemudian mengibaskan ekornya kearah Leon.


Leon menahan sabetan ekor ular hitam dengan pedangnya sehingga membuat Leon terpental sepuluh meter kesamping dan menabrak sebuah pohon hingga membuatnya rubuh.


"Ukhuukk,.. ukhuukk serangannya sangat cepat dan kuat" ucap Leon sambil mencoba untuk berdiri.


"Ternyata kau masih hidup ya, tapi itu bagus karena aku bisa menelan dirimu secara utuh" kata Ular Hitam.


Ular Hitam kembali menyerang Leon dengan ekornya, namun kali ini Leon tidak lagi menahan serangan tersebut melainkan lansung menghindarinya. Ular hitam menjadi sangat kesal karena serangannya tidak mengenai Leon, dia kembali mengibaskan ekornya untuk menyerang Leon namun, Leon dapat dengan mudah menghindari serangan ular hitam tersebut.


"Sialan, apa kau hanya bisa menghindar saja" teriak Ular hitam kesal.


Leon tidak menghiraukan perkataan Ular hitam ia hanya fokus untuk menghindari serangan yang sangat cepat tersebut, jika saja Leon tidak menguasai kekuatan ruang dan waktu maka sudah di pastikan Leon akan dengan mudah di kalahkan oleh Ular Hitam.


"Aku tidak akan menahan diri lagi" kata Leon pelan.

__ADS_1


Aura yang sangat kuat terpancar dari tubuh Leon, bahkan sampai membuat Ular hitam merasakan tekanan yang sangat kuat dari aura tersebut, karena pada dasarnya aura yang keluar dari tubuh Leon itu berasal dari energi kehidupan yang sangat kuat, sehingga bisa membuat musuhnya merasakan tekanan besar meskipun lawannya lebih kuat, apa lagi yang mempunyai energi kegelapan seperti Ular hitam.


Kedua Energi tersebut sudah sangat bertentangan, dan Energi kehidupan yang ada dalam diri Leon sangatlah besar, meskipun Ular hitam setara dengan seseorang yang berada di tingkat Legenda namun Energi Leon jauh lebih tinggi dari itu. Sehingga dengan sangat mudahnya Leon dapat menekan ular hitam hanya dengan Energi saja, meskipun begitu kekuatan Leon masih belum setara dengan Ular Hitam.


__ADS_2