LEGENDA RAJA SEMESTA

LEGENDA RAJA SEMESTA
Leon Vs 10 Tyran


__ADS_3

Leon yang baru saja sampai di gerbang kota sangat tercengang ketika melihat peperangan terjadi, ratusan mayat prajurit terbengkalai di tanah dan puluhan rumah warga serta bangunan yang menjadi rata dengan tanah, rasa marah dan emosi mulai meluap-luap dalam dirinya, meskipun dia tidak di anggap di sana kota tersebut masihlah kota kelahirannya.


"Tidak akan aku maafkan!" kata Leon geram.


Leon menghilang dari salah satu atap tempat dia berdiri dan lansung muncul di tengah pertarungan, dengan kecepatan tingginya dalam sekejap dia berhasil menjatuhkan puluhan prajurit di pihak musuh.


Leon membunuh musuh dengan sangat cepat dan juga tepat sehingga dia hanya butuh satu kali serangan untuk membunuh satu musuh, dan semua musuhnya mati dengan luka tepat di bagian vital.


"Tetua lihat, bukankah dia pemuda yang kita cari ternyata dia membantu kita" kata salah satu prajurit yang menyaksikan Leon.


"Benar tetua, dan lihat itu dia dengan mudahnya menjatuhkan prajurit tingkat Master" ucap prajurit lainnya.


"Kalian benar tapi entah kenapa aku tidak merasakan adanya energi dalam dirinya" kata tetua pertama.


Leon sama sekali tidak menghiraukan para prajurit kota Awan yang sedang menyaksikannya, dia masih terus membunuh semua prajurit kota Esther dengan cepat dan ganas.


"Hentikan pemuda tersebut" kata salah satu prajurit Esther.


Prajurit-prajurit tingkat master yang tersisa segera mengepung dan menyerang Leon, mereka semua berusaha untuk menyerang Leon namun yang mereka lakukan hanya sia-sia karena kecepatan dan kekuatan Leon bukanlah tandingan mereka.


Meskipun mereka semua menyerang Leon namun dengan mudahnya Leon menyerang balik mereka bahkan tidak satupun serangan dari para prajurit tersebut berhasil mengenainya.


"Hebat sungguh pemuda yang hebat" gumam tetua pertama.


Duke Abigail yang sedang bertarung dengan Duke Anderson segera mengalihkan pandangannya kearah pasukannya, dia sangat terkejut ketika melihat prajurit tingkat master yang ia miliki dengan mudahnya di habisi oleh seorang pemuda.


"Sialan habisi pemuda gila tersebut" kata Duke Abigail marah.


Sepuluh pria paruh baya dengan kekuatan tahap Tyran tiba-tiba muncul dan lansung mengepung Leon, semua prajurit yang melihat kemunculan sepuluh pria itu segera pergi menjauh dari sana, karena pertarungan yang akan terjadi bukan lagi di tingkatan mereka.


Kesepuluh orang tersebut sama-sama berada di tahap Tyran, bahkan mereka di juluki sebagai sepuluh Tyran yang berasal dari kota Esther, mereka juga merupakan sepuluh tetua kota Esther.

__ADS_1


"Aneh, aku tidak merasakan energi dari dalam dirimu, tapi kenapa kau sangat kuat" kata salah seorang dari mereka


"Benar kau bahkan terlihat seperti tidak memiliki kekuatan" ujar yang lainnya.


"Cukup bicaranya dan segera hadapi aku" kata Leon santai.


"Hahaha aku suka semangatmu anak muda" jawab salah satunya dan lansung maju menyerang Leon.


Pertarungan hebat kembali terjadi antara Leon dan seseorang dari kesepuluh orang tersebut, gerakan mereka sangat cepat sehingga tidak satupun yang bisa mengikuti pergerakan mereka berdua.


"Hebat, anak muda yang sangat hebat" gumam tetua pertama.


Saat ini yang mereka dengar hanyalah suara pukulan dan senjata yang saling beradu, namun kedua orang tersebut sama sekali tidak terlihat, hingga beberapa saat kemudian orang yang melawan Leon tersebut terpental beberapa meter kebelakang.


"Coughhh!!" pria tersebut memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


"Ja-jangan remehkan dia, pemuda ini sangat kuat bahkan pukulanku sama sekali tidak mempan padanya" kata pria tersebut sambil memegang dadanya yang terasa sakit.


"Ternyata armor ini sangat kuat" gumam Leon pelan.


"Kalau begitu kita serang bersama-sama" kata mereka serempak.


Kesepuluh orang tersebut lansung melesat maju dan menyerang Leon secara bersamaan, begitu juga dengan Leon dia lansung melesat dengan kecepatan penuhnya dan lansung menghadapi ke-sepuluh orang tersebut sekaligus.


"A-apa pemuda itu gila, dia menghadapi sepuluh orang tahap Tyran sekaligus" ucap tetua pertama terkejut.


Tidak hanya tetua pertama saja bahkan pertarungan yang sempat terjadi berhenti seketika karena mereka lebih memilih menyaksikan pertarungan antara Leon dan kesepuluh Tyran.


Bahkan kedua Duke juga menghentikan pertarungan mereka dan malah menyaksikan pertarungan Leon.


"Siapa sebenarnya pemuda ini, dia bahkan sanggup menghadapi sepuluh Tyran sekaligus" kata Duke Abigail.

__ADS_1


Di atas awan, Xin, Asta dan Guts di buat geram karena melihat raja muda mereka di keroyok, namun saat mereka ingin ikut dalam pertemuan tersebut sebuah suara menghentikan niat mereka.


"Sial, berani sekali mereka ayo habisi para semut itu" ujar Xin kesal.


"Berhenti, kalian tidak perlu ikut campur biarkan cucuku menghadapi mereka sendiri, jika keadaannya sudah gawat barulah kalian bantu dia"


"I-ini, su-suara ini..."


"Benar aku adalah raja semesta yang sebelumnya"


"Hormat pada yang mulia raja semesta" kata mereka bertiga serempak.


"Sudahlah, aku tau kalian berasal dari kerajaan bintang, jadi aku perintahkan kalian untuk menjaga cucuku dengan baik, atau.."


"Si-siap yang mulia" ujar Xin memotong ucapan raja semesta, karena apapun ujung dari perkataannya mereka sama sekali tidak mau mendengarkannya.


"Bagus, sekarang cukup saksikan saja kehebatan cucuku" kata raja semesta.


Mereka bertiga hanya bisa diam dan kembali menyaksikan pertarungan Leon dengan sepuluh Tyran, walaupun mereka sangat ingin membantu namun mereka juga tidak mungkin melawan perintah raja semesta apa lagi raja semesta mengatakan bahwa Leon mampu menghadapi mereka semua.


Sementara itu pertarungan sengit antara Leon dan sepuluh Tyran masih berlanjut, sama seperti sebelumnya tidak ada satupun dari mereka yang bisa melihat jalannya pertarungan tersebut karena gerakan mereka yang sangat cepat.


"BBOOMMMM!!"


Tiba-tiba saja ledakan besar terjadi tidak jauh dari sana dan membentuk sebuah kawah kecil, dari dalam kawah kecil tersebut berdiri seorang pemuda dengan sedikit darah di ujung bibirnya, tanpa ia sadari topeng yang ia kenakan sudah pecah dan terlepas dari wajahnya.


Duke Anderson melebarkan kedua matanya ketika melihat wajah pemuda tersebut, jantungnya terasa seakan ingin berhenti, dia sama sekali tidak percaya bahwa yang sedari tadi melawan sepuluh Tyran tersebut adalah anaknya sendiri yang telah ia buang.


"Leon!" gumam Duke Anderson pelan.


"Hahaha mari lanjutkan lagi" kata Leon dan lansung melesat maju kearah sepuluh Tyran.

__ADS_1


"Pemuda ini sangat hebat" ucap salah satu dari mereka.


Mereka semua kembali maju dan menyerang Leon dengan ganas, pukulan demi pukulan berhasil mendarat di tubuh Leon namun anehnya pukulan mereka bahkan tidak berefek pada Leon, bahkan mereka merasa seperti memukul batu yang sangat keras.


__ADS_2