
Soul Reaper nampak semakin marah dan benci dengan Leon karena setiap serangan yang ia lakukan semuanya sia-sia, jangankan untuk menyentuh ujung rambut Leon bahkan mendekatinya saja sangatlah sulit dan anehnya lagi kekuatannya semakin melemah lali di tempat tersebut sama sekali tidak ada tanda-tanda dari energi kegelapan yang seakan-akan membuat tempat tersebut seperti daratan suci.
"Ke-kenapa bisa begini, sebenarnya siapa pemuda ini" ucap Soul Reaper pelan.
"Jadi apa kau sudah menyerah?" tanya Leon.
"Aku tidak akan menyerah begitu saja" jawab Soul Reaper.
Soul Reaper mengumpulkan segenap kekuatannya yang masih tersisa, dengan penuh keyakinan dia bergerak maju dan terus menyerang Leon dengan segala cara. Namun lagi-lagi semua usaha yang ia lakukan sia-sia karena dia selalu terpental akibat pukulan keras yang entah darimana datangnya.
Pukulan keras tersebut adalah pertahanan tak kasat mata yang telah Leon ciptakan dengan imajinasinya, yang mana pertahanan tersebut akan aktif secara otomatis dan menyerang apa saja yang mencoba untuk mendekati Leon dengan niat membunuh.
Dan penyebab kekuatan dan energi kegelapan milik Soul Reaper terus berkurang adalah karena energi kehidupan Leon yang sangat besar lalu ditambah lagi dengan keberadaan dua belas bintang yang memancarkan cahaya agung mereka serta energi yang sangat aneh.
"BOOMMM!!!" Soul Reaper terpental dan menabrak sebuah bukit hingga membuat bukit tersebut sedikit retak.
"Ashley sebaiknya kau pulang saja" kata Leon.
"Tapi kak..."
"Ashley tenang saja dia tidak akan bisa berbuat apa-apa di sini" ujar Leon.
"Baiklah kalau begitu aku pulang" ucap Ashley kemudian terbang kembali menuju rumah mereka yang telah di bangun Leon.
Setelah kepergian Ashley, Leon kemudian terbang mendekat ke arah Soul Reaper yang kini tengah tergeletak di dinding bukit, tubuhnya tak bisa lagi ia gerakkan karena kekuatan dan energinya benar-benar terkuras habis.
"Se-sebenarnya si-siapa kau?" tanya Soul Reaper lirih.
"Akhirnya kau mau bicara baik-baik juga, jika saja dari awal kau menurut maka ini semua tidak akan terjadi" jawab Leon.
__ADS_1
Leon lebih mendekat lagi ke arah Soul Reaper hingga sampai di depannya, setelah itu Leon menjentikkan tangannya dan dalam sekejap mata Soul Reaper sudah berada di sebuah tempat gelap yang penuh dengan cahaya kecil seperti bintang.
"Dimana ini" gumam Soul Reaper.
Soul Reaper mengedarkan pandangannya untuk menelusuri tempat aneh dan sangat luas tersebut, lalu pandangannya terhenti saat dia melihat terdapat beberapa kelompok yang terdiri dari para Dewa, Peri, Manusia, Iblis, Monster, hewan suci, hewan buas, dan hewan iblis, yang sedang berlutut di hadapannya seorang pemuda yang sangat ia benci.
"A-ada apa ini, kenapa mereka semua berlutut?" ucap Soul Reaper penasaran sekaligus merasa takut.
"Tunggu, bukankah semua yang ada di alam semesta ini hanya akan tunduk pada satu orang" gumam Soul Reaper.
"Kalau begitu berarti di-dia adalah ra-raja semesta" ucap Soul Reaper dengan tubuh gemetaran.
"Oh, jadi kau tau siapa aku?" tanya Leon yang tiba-tiba muncul di depan Soul Reaper, dari tubuh Leon terpancar aura yang sangat kuat hingga membuat Soul Reaper bergetar ketakutan
"Te-tentu saja yang mulia" jawab Soul Reaper gemetaran.
Tentu saja ia tau, tidak lebih tepatnya semua yang ada di alam semesta tau, bahwa bangsa dewa yang merupakan bangsa tertinggi hingga para monster, binatang buas dan iblis yang merupakan makhluk rendahan hanya akan berlutut pada satu orang yaitu Raja Semesta.
"Bagus jika kau sudah tau, jadi akan aku tanyakan sekali lagi apa kau mau menjadi bawahan ku?" tanya Leon tegas.
Soul Reaper seperti tersambar oleh petir saat mendengar ucapan Leon, bukannya memberi hukuman karena perbuatan jahatnya Leon malah menawarkan sesuatu yang sangat-sangat diinginkan oleh mereka yang ada di alam semesta ini. Meskipun hanya menjadi bawahan tapi itu sudah seperti anugerah yang di berikan oleh raja semesta.
"Hamba bersedia yang mulia, jika hamba berkhianat atau membangkang perintah yang mulia maka hamba siap menerima hukuman dari alam semesta" jawab Soul Reaper tegas.
"Baiklah dan mulai sekarang namamu adalah Destro" ucap Leon.
"Terimakasih yang mulia" jawab Soul Reaper.
Leon mengangkat telunjuknya dan mengarahkannya pada Destro, dari ujung telunjuk Leon keluar sebuah cahaya yang berwarna keemasan dan langsung masuk ke tubuh Destro.
__ADS_1
"ARRKKHHHH!!!" Destro berteriak kesakitan saat cahaya tersebut masuk ke dalam dirinya, asap hitam terlihat keluar secara perlahan dari tubuh Destro bersamaan dengan hilangnya semua energi kegelapan yang ada di dalam tubuhnya.
Setelah semua energi kegelapan menghilang tubuh Destro kemudian di selimuti oleh cahaya putih terang yang kemudian perlahan-lahan mengubah wujudnya, jubah hitam usang yang semula ia kenakan berganti dengan jubah putih bersih, tubuh yang awalnya hanya berupa kerangka kini telah memiliki kulit seperti manusia, dan wajah tengkoraknya kini telah berubah menjadi sangat tampan, Scythe yang awalnya berwarna hitam kini telah berubah menjadi putih mengkilap.
"Yang mulia i-ini...."
"Ini adalah hadiah dariku" jawab Leon singkat.
Destro masih tak percaya dengan perubahan tubuhnya dan tidak hanya itu saja energi kegelapan dalam dirinya telah digantikan dengan energi kehidupan yang sangat besar.
"Destro kau bukan lagi roh yang menguasai kegelapan tapi sekarang kau adalah roh suci. dan ingat satu hal kekuatanmu juga masih bisa meningkat hanya saja kali ini dengan menyerap energi kehidupan atau energi spiritual, tugasmu adalah menghukum orang yang berbuat kejahatan di alam semesta ini" kata Leon.
"Siap yang mulia, tapi bagaimana dengan sayap hamba yang mulia?" tanya Destro.
"Sayap mu memang sudah hilang tapi kau akan tetap bisa melayang dengan bebas sesuka hatimu" jawab Leon.
"Baik yang mulia" ucap Destro.
Leon kemudian menjentikkan jarinya dan seketika mereka muncul kembali di dunia jiwa tepatnya di halaman rumah yang telah Leon bangun.
"Ashley aku pulang" ucap Leon saat melihat Ashley tengah duduk di depan rumah menunggu kedatangan Leon.
"Selamat datang kakak" sapa Ashley.
"Eh, kau siapa?" tanya Ashley.
"Hormat tuan putri, saya sebelumnya adalah Soul Reaper yang menyerang tuan putri dan yang mulia, tapi berkat kemurahan hati yang mulia saya telah berubah menjadi seperti ini" jawab Destro.
"Tuan putri?" ucap Ashley bingung.
__ADS_1
"Destro mulai sekarang cukup panggil aku tuan" ujar Leon.
"Baik tuan" jawab Destro tegas.