
Keesokan harinya, Leon yang baru bangun tidur lansung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri, awalnya saat pertama kali tiba di kamar tersebut Leon sedikit heran karena merasa tidak asing dengan suasana kamar dan ternyata benar, kamar tersebut adalah kamarnya dulu sewaktu ia masih tinggal di mansion.
Setelah selesai mandi Leon lansung mengganti pakaiannya yang seperti biasa namun tiba-tiba saja Liona memberikan saran agar mengganti pakaian yang ada di dalam cincin semesta.
"Tuan sebagai anda gunakan pakaian yang ada di dalam cincin semesta" ucap Liona.
"Memangnya ada ya?" tanya Leon bingung.
"Ada tuan, pakaian tersebut juga di buat khusus oleh Raja Semesta" jawab Liona.
Leon kemudian lansung mengeceknya di dalam cincin semesta, dan benar saja ada sebuah pakaian yang terlihat sederhana namun sangat indah, dengan warna putih seperti susu serta ada gambar naga yang di buat dengan benang emas di punggungnya.
"Baju apa ini kenapa aneh sekali?" gumam Leon.
"Tuan pakaian ini adalah milik raja semesta, meskipun terlihat sederhana namun pakaian ini sangat cocok jika di sandingkan dengan armor bintang, karena pakaian ini dibuat dengan campuran sisik naga putih, meskipun begitu pakaian ini akan sangat lembut dan akan terasa nyaman jika di kenakan" kata Liona menjelaskan.
"Baiklah akan aku coba" kata Leon.
Leon mengambil pakaiannya tersebut dan lansung memakainya, ketika telah selesai memakai pakaian tersebut entah kenapa tiba-tiba ia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan tubuhnya.
"Liona ada apa ini, kenapa aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan tubuhku?" tanya Leon.
"Tenang tuan, itu karena saat ini armor bintang sedang menyatu dengan pakaian tersebut" jawab Liona.
"Begitu ya, pantas saja aku merasakan armor bintang perlahan-lahan lepas dari tubuhku" gumam Leon.
Setelah selesai berpakaian Leon kemudian lansung keluar dari kamarnya dan menuju ke ruang tamu, ketika sampai di saja semua mata yang ada di ruangan itu mengarah pada Leon karena mereka sangat takjub dengan penampilan Leon yang terlihat sederhana namun berwibawa.
"Kenapa kalian semua menatapku?" tanya Leon.
"Eh.. tidak apa-apa raja muda, oh ya bagaimana keadaan anda raja muda?" tanya Xin.
"Aku baik-baik saja" jawab Leon santai.
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja Leon, ayah sangat senang" ujar Duke Anderson.
"Terimakasih ayah, tapi aku mau berpamitan pada ayah karena aku harus pergi" ucap Leon.
__ADS_1
"Kau mau pergi kemana?" tanya Duke Anderson.
"Entahlah ayah yang jelas aku mau berpetualang, lagi pula keberadaanku masih belum diterima di sini" kata Leon sambil melirik kedua kakaknya.
"Tapi nak.."
"Aku pamit ayah, jaga dirimu" kata Leon kemudian lansung menghilang dalam sekejap mata.
"Apa Leon masih marah padaku?" ucap Duke Anderson dalam hatinya.
"Tuan Anderson, kami bertiga juga akan pergi dari kota ini karena kami sudah bertemu dengan raja muda dan tugas kami adalah menemaninya" kata Xin.
"Kenapa guru juga ikut pergi?" tanya Felix.
"Itu karena dari awal tugas kami adalah menjadi pengawal raja muda" ujar Guts.
"Guru, kenapa guru memanggil sampah itu dengan sebutan raja muda, apa itu tidak terlalu berlebihan?" tanya Evan kesal.
"Jaga mulutmu bocah, jika bukan karena kau saudara raja muda aku pasti akan membunuhmu" bentak Asta marah.
"Sudah cukup sekarang kami pergi, ambil ini dan anggap sebagai rasa terimakasih kami" kata Xin sambil menyerahkan sebuah kota yang lumayan besar pada Duke Anderson, setelah itu mereka bertiga juga menghilang seperti di bawa oleh angin.
"Berdirilah" kata Leon.
"Baik raja muda" kata mereka bertiga serempak
"Pertama perkenalkan diri kalian dan katakan apa tujuan kalian, lalu kenapa aku di panggil raja muda?" tanya Leon.
"Begini raja muda, saya adalah Xin, dia Asta dan dia Guts, kami bertiga berasal dari kerajaan bintang yang mana kami ditugaskan lansung oleh yang mulia raja bintang untuk menjadi pengawal raja muda, dan alasan kenapa kami memanggil raja muda dengan sebutan itu karena raja muda adalah raja semesta yang berikutnya" kata Xin menjelaskan.
"Begitu ya, kakek apa mereka tidak berbohong?" tanya Leon.
"Cucuku mereka bertiga tidak berbohong, mereka benar-benar orang dari kerajaan bintang, orang-orang dari kerajaan bintang memiliki tanda khusus yaitu lencana bintang Utara" jawab Oliver yang tiba-tiba muncul di belakang Leon
Mereka bertiga merasakan tekanan yang sangat kuat ketika pria dengan rambut putih panjang itu tiba-tiba muncul, mereka bahkan tidak bisa melihat tingkatan kekuatan pria itu, auranya sama dengan Leon hanya saja ratusan kali lipat lebih kuat.
"Eh... siapa kau?" tanya Leon ketika menyadari yang menjawab pertanyaannya bukan kakeknya.
__ADS_1
"Dasar cucu tidak tau diri, baru saja pergi beberapa hari sudah melupakan kakek sendiri" kata Oliver marah.
"Siapa yang cucumu, kakekku itu sudah tua bukan pria sepertimu!!" ucap Leon kesal.
"Dasar cucu menyebalkan!!" teriak Oliver marah, dia kemudian merubah wujudnya kembali ke pria tua yang Leon temui di ruang hampa.
"Apa sekarang kau percaya, kalau aku kakek mu bocah bodoh" ucap Oliver kesal.
"Hahahaha dari awal aku memang tau kau adalah kakekku, hanya saja aku sedikit kaget kau bisa jadi tampan" kata Leon senang.
"Sialan!!, ternyata aku di kerjai cucuku sendiri" gumam Oliver kemudian berubah menjadi muda lagi dengan rambut putih panjang sampai ke pinggangnya.
Xin, Asta, dan Guts hanya bisa mematung ketika menyaksikan adegan kekanak-kanakan dua orang hebat di depan mereka, di satu sisi Leon sebagai raja semesta dan satu lagi Oliver yang merupakan penguasa semesta atau raja semesta sebelum Leon.
"Senang bertemu dengan anda yang mulia raja semesta" kata mereka bertiga serempak.
"Iya terimakasih, oh ya ada yang ingin aku tanyakan bagaimana kabar bocah Luigi?" tanya raja semesta.
"Apa maksud anda tetua agung Luigi?" tanya Xin.
"Hahaha ternyata dia sudah menjadi tetua agung ya" ucap raja semesta senang.
"Tetua agung baik-baik saja yang mulia, beliau juga yang merekomendasikan kami sebagai pengawal raja muda" jawab Xin.
"Baguslah kalau begitu, jika kalian ke sana nanti katakan padanya untuk tidak terlalu memaksakan diri" kata raja semesta.
"Baik yang mulia" jawab mereka bertiga serempak.
"Leon, biarkan mereka bertiga mengikutimu kakek yakin mereka bertiga bisa menjadi pengawal yang baik untuk mu" ucap raja semesta.
"Baik kakek" jawab Leon singkat.
"Bagus, dan kalian bertiga jagalah cucuku dengan baik!" kata raja semesta tegas.
"Baik yang mulia" jawab ketiganya serempak.
"Kalau begitu sekarang pergilah, ingat pesan kakek Leon, jadilah kuat dan rebut kembali tahta raja semesta" ucap raja semesta.
__ADS_1
"Baik kakek, aku akan menjalankan tugas ini dengan baik" kata Leon, kemudian dia memeluk Oliver sebelum akhirnya menghilang bersama Xin dan yang lainnya.
"Kakek yakin kau akan menjadi lebih hebat daripada kakek Leon" gumam raja semesta kemudian menghilang.