Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
34. Hasil bujukan.


__ADS_3

Bang Leo menepuk keningnya. "Yaaa.. ponselku tertinggal di rumah Huda. Pasti tragedi di kamar tadi. Harus kembali lagi nih" dengan santai Bang Leo melenggang berjalan kembali ke rumah Bang Huda. Pagi buta Bang Leo sudah mengelilingi asrama karena penasaran dengan lingkungannya, suara jangkrik pun masih terdengar nyaring.


~


"Laahh.. apa nih" Bang Leo membaca kertas di depan pintu. "Kurve apa pagi buta? babat alas????" gumamnya pelan.


tok.. tok.. tok..


"Hudaaaa.. ponselku tertinggal di kamarmu..!!!!!" teriak Bang Leo.


#


kali ini Bang Huda tak peduli. Badai, topan ia abaikan. Bibirnya tersungging senyum lega melihat Ayu menurut padanya. Jelas saja dirinya tidak akan menyakiti sang istri, apalagi istrinya itu tengah mengandung buah hatinya.


"Sudah ya, jangan lama-lama. Kasihan dedek" bujuk Bang Huda yang mulai lemas karena sudah mau kali ke dua pelepasan dan menuruti keinginan istri cantiknya dan akhirnya ia merasakan tubuh Ayu mengejang dan Bang Huda segera menekan kuat tubuhnya untuk menyelesaikannya juga.


D*****n keduanya terdengar bersamaan, terutama Bang Huda yang tengah merasakan terbang melayang, hak batinnya terpuaskan karena Ayu pun sekarang sangat pintar meladeni hasratnya.


Bang Huda menggeser tubuhnya, tenaganya terkuras habis, matanya mengantuk dan beberapa detik kemudian ia masuk ke alam bawah sadar.


"Iihh Abang..!! Jangan tidur..!!" Ayu menggoyang lengan Bang Huda.


"Kenapa yank??"


"Sekali lagi ya Bang..!!"


"Astagfirullah.. sabar dek..!! Abang nafas dulu..!!" Bang Huda menutup setengah wajah dengan sebelah lengannya.


Tanpa perintah Ayu bergeser naik ke paha Bang Huda. "Astaga.. nggak sabar sekali kamu ya"


:


"Nggak bisa.. sekali lagi dek. Abang tanggung banget nih" pinta Bang Huda yang kali ini berbalik tak bisa di kendalikan.


"Badan Ayu sakit Bang..!!"


Bang Huda seakan tak peduli, ia terus menghajar Ayu tanpa ampun.


...


Bang Huda keluar rumah lengkap dengan seragamnya. Wajahnya luar biasa segar meskipun lutut dan punggungnya terasa tak karuan. Sungguh semalaman ada drama yang membuatnya tidak tidur.


"Laah.. ini si Leo kenapa masih di sini????"


"Ada apa Bang?" tanya Ayu masih memakai handuknya usai mandi.


Bang Huda melihat jam tangannya masih menunjukan pukul lima pagi.

__ADS_1


"Masuk kamu dek, ganti pakaian, lanjut istirahat. Ada berang-berang tak di undang disini. Nanti Abang minta Madya antar sarapanmu" kata Bang Huda.


Ayu menurut dan segera masuk ke dalam kamar.


"Heh Panjul, cepat bangun..!! Kenapa tidur di teras??"


Mendengar suara keras Bang Huda, Bang Leo pun terbangun. "Apa saja yang kau buat di dalam. Aku mau ambil ponselku" jawab Bang Leo kesal, ia mengucek mata masih menggenapkan nyawa.


"Ponsel isinya video blangsak saja masih kau cari" tegur Bang Huda kemudian mengambil ponsel dari sakunya dan mengembalikan pada pemiliknya.


"Itu koleksi terbaru. Kamu mau nggak?" tanya Bang Leo.


Bang Huda mengamati keadaan, takut Ayu akan menguping pembicaraan mereka. "Mana link nya.. cepat di share..!!" bisik Bang Huda.


"Hwwuuuu.. omongmu sok alim, tetap saja jiwamu mesum. Sesat lu" ledek Bang Leo.


"Jangan banyak omong Leo. Kau saja wajah Leo tapi kelakuan Kitty"


Tiada hari tanpa perdebatan dari Bang Huda dan Bang Leo.


"Ya sudah ini. Sebentar lagi ada kegiatan. Aku belum sholat subuh nih" kata Bang Leo.


"Kampret, tobat juga lu"


-_-_-_-


"Hudaaaaa.. mana tanggung jawabmu..!!" tegur Danyon.


Bang Huda tak bergeming. Ia terbuai dalam tidurnya bahkan Danyon yang melepaskan satu tembakan pun tak membuat Danki C itu bangun.


"Hudaaaaa.. astagaaaaaa.. Kau ini keterlaluan sekali..!!" Danyon tak bisa membuat Bang Huda terbangun.


"Nggak biasanya Bang Huda begini" kata Bang Saka bingung.


"Tenang, biar aku saja yang bangunkan" Bang Leo duduk di samping Bang Huda yang tengah tidur beralaskan rumput lapangan tembak.


"Kalau lihat Ayu seperti tadi, rasanya hati ini ingin merebut Ayu kembali. Masa bodoh dengan suaminya yang pemarah ini" gumam Bang Leo.


Tak menunggu waktu lama, mata Bang Huda terbuka dan memerah. Agaknya ia mendengar dan merespon ucapan littingnya itu.


"Berani kau sentuh Ayu sedikit saja.. kupatahkan tulang ekormu..!!" ancam Bang Huda bereaksi.


"Ijin Bang, sudah bangun nih" kata Bang Leo dengan santainya dan Bang Huda baru sadar saat banyak orang memperhatikan dirinya. Rasa mual menghampiri saat dirinya merasa tersorot.


"Siap salah Komandan..!!" Bang Huda menegakan punggungnya.


"Jangan campur aduk masalah pribadi dan pekerjaan...!!!!!" tegur keras Danyon.

__ADS_1


"Siap salah" jawab Bang Huda.


...


Danyon memang terkenal tegas dan tak pilih kasih terhadap anggotanya. Apalagi beliau adalah letting kakak iparnya sendiri.


"Pangkas seluruh rumput di lapangan belakang sekalian di sapu bersih, untuk menyapu boleh di bantu beberapa anggotamu. Biar nggak ngantuk kamu Huda"


"Siap Bang"


"Bisa-bisanya kamu tidur. Malu sama anak buahmu memberi contoh yang tidak baik..!!!!"


"Siap salah..!!"


"Ya sudah, sana kerjakan..!!" perintah Danyon.


"Siap..!!"


...


"Kalau bukan karena kau mengacau, aku tidak akan tertimpa masalah seperti ini..!!"


"Mana ku tau kau sedang ritual sesat sama Ayu" jawab Bang Leo yang ikut membantu Bang Huda. Sebagai sahabat tentu dirinya tak tega juga.


"Setidaknya kau peka sedikit. Sebenarnya apa susahnya beli gula di koperasi? itu pun masih jam sebelas malam. Koperasi kita tutup jam dua belas" kata Bang Huda.


"Sekalian melepas rindu denganmu."


"Matamu, mulai sekarang ubahlah kata-katamu yang tidak bermoral itu, setiap kau berulah dan Ayu tau, dia selalu salah paham.. ujung-ujungnya aku ribut sama Ayu" tegur Bang Huda.


"Kau ini repot sekali. Seribut apapun, kau harus pintar.. tarik dia, paksa dan selesaikan di ranjang..!!"


"Astaga.. kotornya pikiranmu" kata Bang Huda.


"Memangnya kau tidak begitu??????" tanya Bang Leo.


"Yaaa.. iya sih, kupaksa dia baikan di atas ranjang." jawab jujur Bang Huda.


"Bosoooookk.. kepalamu itu sama bejatnya denganku Hudaaa..!!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2