Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
55. Hiburan.


__ADS_3

Berkah rayuan gombal Bang Huda yang juri kira adalah hiburan dan sebuah akting belaka tak di sangka malah menang adu bakat. Satu kompi bersorak sorai padahal sungguh satu jam lalu.


"Ya ampun Bang, Abang menang juara satu lagi. Selamat Abang..!!!" tanya Bang Arial ikut bahagia.


"Kamu handle uangnya ya, buat makan-makan saja, besok ada kekurangan apapun saya tambah. Nggak apa-apa khan dek?" Bang Huda tetap meminta ijin pada Ayu.


"Iya Bang, untuk makan-makan saja biar ramai kompinya"


"Yeeeaayy.. terima kasih Danki.. terima kasih ibu" sorak para anggota kompi.


...


"Eegghh..!!"


Bang Huda memeriksa ekspresi wajah Ayu baik-baik. Terlihat jelas Ayu memercing dalam tidurnya.


"Pelan sedikit Win, istri saya nggak nyaman" perintah Bang Huda.


"Siap Dan..!!"


jduuuggg..


"Aaawwhh Abaang.. Astagfirullah, nabrak apa Bang??" Ayu begitu kaget sampai memegangi dada dan perutnya.


"Kamu bagaimana sih Win..!!!!! Saya suruh pelan malah kamu tabrakin batu..!!!" bentak Bang Huda.


"Ijin Dan, ini bukan batu.. tapi lubang"


"Itu malah lebih parah Edwin..!!!!" Bang Huda selalu emosi jika berdekatan dengan Om Edwin. "Turun kalian..!! Saya yang nyetir..!!" Bang Huda sudah keluar dari mobil dan menggendong Ayu untuk pindah ke bangku depan.


"Tapi Dan.. Om Madya merasa tidak enak jika Danki harus mengemudi.


"Sudah cepat..!!" perintah Bang Huda.


Om Madya dan Om Edwin pun turun dari mobil.


:


Om Madya berkali-kali menyenggol kaki Om Edwin yang malah mengorok di dalam mobil padahal sejak tadi Danki mereka sibuk mengemudikan mobil.


"Biar saja, mungkin Edwin capek" kata Bang Huda tak ingin lagi ribut dengan Bang Edwin, melihat Ayu mabuk saja hatinya sudah ketar-ketir.


"Siap Dan..!!" jawab Om Madya tapi perasaannya sungguh tidak enak.

__ADS_1


:


"Astaga, dia tidur atau mati, susah sekali bangunnya..!!" Om Madya membangunkan Om Edwin tapi juniornya itu tak juga bergeming. "Edwin.. heeehh.. kamu ini kurang ajar sekali ya..!!"


"Apa sih.. enak tidur juga" jawab Om Edwin sembari menepis tangan Om Madya.


plaaaakk..


"Apa kamu bilang??? Enak tidur??? Jungkir balik kamu di barak..!!" bentak Om Madya membuat Om Edwin terbangun.


"Siap salah Abang" jawab Om Madya.


"Jalan jongkok dari sini sampai barak..!!!!"


~


"Bagaimana rasanya?" tanya Bang Huda ikut memegang perut Ayu.


"Sudah nggak sakit lagi Bang, tadi hanya kaget saja." jawab Ayu.


"Alhamdulillah.." wajah Bang Huda mengurai beribu kelegaan. "Istirahat ya, Abang mau ke kantor sebentar. Anggota yang lain pasti sudah mau datang"


Ayu mengangguk mengijinkan Bang Huda berangkat ke kantor.


"Ayu pengen makan bijinya labu"


Mata Bang Huda sempat melotot tapi kemudian menyanggupi permintaan sang istri. "Nanti Abang bawakan"


:


"Sekarang semua istirahat, besok apel jam tujuh dan selebihnya fakultatif. Pergunakan waktu sebaik-baiknya. Untuk kegiatan lusa.. mengingat kita masih free dalam kegiatan, kita pakai untuk acara makan bersama. Kita kerjakan sama-sama, saya harap anggota saya ini guyup rukun, tidak mengkotak-kotak kan satu sama lain.. atau kasarannya genk-genk an. Sekian dari saya, selamat beristirahat" pesan Bang Huda tegas di hadapan seluruh anggota.


"Siaaappp..!!"


***


Lewat pukul dua belas malam Bang Huda tidak bisa tidur, hatinya resah dan gelisah. Sesekali ia melirik Ayu yang sudah terlelap dalam tidurnya usai makan malam tadi.


"Aseemm.. kenapa sih si Jalu ini nggak pernah tau keadaan ku. Setiap dekat Ayu selalu bereaksi pikiran, hati dan badan nggak pernah sinkron." gerutu Bang Huda memijat pelipisnya, tapi saat melihat Ayu terlihat sangat nyenyak.. hatinya menjadi tidak tega meskipun sebenarnya dirinya bisa 'gelar sidang' sendirian.


Karena keadaan semakin berbahaya, Bang Huda memilih keluar dari kamar untuk merokok.


***

__ADS_1


"Masa Ayu hanya di rumah Bang, ibu-ibu yang lain sibuk lho"


"Ya sudah kamu boleh kesana tapi jangan ikut terlalu sibuk, banyak duduk saja" kata Bang Huda yang selalu cemas memikirkan Ayu.


"Iya, Ayu nggak ikutan. Hanya menemani ibu-ibu masak saja"


...


Ayu melihat banyaknya anak para anggota sedang bermain bersama di lapangan. Ia pun menghampiri.


"Kalian main apa?" tanya Ayu.


"Main lompat tali Tante" jawab seorang anak. "Tante mau ikut main?"


"Tante nggak bisa main, perut Tante besar ada dedek bayinya" Ayu menunjukkan perutnya yang sudah mulai besar.


"Kita main dulu ya Tante" pamit anak tersebut.


Ayu mengangguk melihat melihat anak-anak bermain dengan peralatan seadanya. Di daerahnya hanya play group dan Taman kanak-kanak saja yang punya alat bermain.


Dari jauh Bang Huda melihat Ayu terpaku menatap anak-anak bermain. Ia segera menghampiri. "Kenapa dek?" tanya Bang Huda kemudian mengecup kening Ayu.


"Ayu boleh nggak buat taman bermain di kompi?"


Bang Huda mengernyit dahi tidak paham. "Untuk apa?"


"Disini daerah yang jauh dari kota. Kalau anggota Abang berangkat dinas sampai berbulan-bulan.. anak-anak tidak punya hiburan. Kita terkunci di lingkungan ini. Setidaknya mereka bahagia sambil menunggu Papanya pulang" kata Ayu.


"Kalau Mamanya? punya hiburan apa?" tanya Bang Huda nakal.


Ayu tersenyum menanggapi pertanyaan Bang Huda. "Mamanya rapelan kalau Papa sudah pulang" jawab Ayu.


"Kalau Danki C dapat rapelan apa Bu? Pak Danki juga pengen"


"Iisshh Abang, ini bicarakan taman bermain" kata Ayu.


"Lho.. jangan salah. Danki juga sedang memikirkan taman bermain" jawab Bang Huda berbisik di telinga Ayu.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2