
Bang Huda berusaha membujuk Ayu. Istrinya itu sampai gemetar karena mengira dirinya akan memarahi istrinya itu. "Minum dulu, kenapa kamu sampai seperti ini? Abang khan nggak marah sama kamu"
"Tapi wajah Abang begitu" jawab Ayu.
"Begitu bagaimana? Wajah Abang sudah begini dari sananya" kata Bang Huda.
dddrrttt.. ddrrtt.. dddrrttt..
"Wa'alaikumsalam.. piye Ka?" Bang Huda menjawab panggilan telepon dari Bang Saka.
"Siapa yang jemput Syarin? aku nggak bisa Bang, Syahila lemas terus bawaan bayi" kata Bang Saka.
"Ada Arnold yang jemput."
"Aduuhh.. Kenapa dia sih, bahaya sekali. Laki-laki kurang kontrol" jawab Bang Saka.
"Daripada Edwin.. masih lebih baik Arnold lah"
"Kau tau dia sudah buat hal gila sama Ayu, jangan sampai Arnold apa-apakan adik kita Bang..!!" kata Bang Saka tidak terima.
"Mudah-mudahan tidak" jawab Bang Huda.
:
"Aduuhh.. terima kasih banyak Bu Dahlan. Jangan repot-repot. Saya bisa sendiri" Ayu merasa tidak enak saat anggotanya menyuguhkan snack dan minuman di hadapannya.
"Nggak apa-apa Ibu, silahkan di minum ibu..!!"
Ayu tersenyum membalasnya kemudian duduk dengan mata terpejam merasakan tubuhnya yang lelah, mungkin karena kandungannya berisi dua janin.. hingga ia harus merasakan lelah berkali lipat.
Melihat Ayu sudah mulai dengan rasa lelahnya, Bang Huda pun menghampiri Ayu. "Capek ya? Mau istirahat di ruangan Abang saja??" tanya Bang Huda.
"Ayu disini saja Bang, acara sudah mau di mulai"
:
Riuh bahagia dari para anggota karena hari ini ada makan bersama di kompi. Memang ada lelah di sana, tapi jelas rasa kekeluargaan yang ada mengalahkan segalanya.
"Ijin... komandan nggak mau piring sendiri?" tanya Pak Zafir.
"Nggak, saya berdua saja sama istri.. biar romantis" jawab Bang Huda.
"Baik Dan." Pak Zafir pun tidak banyak bertanya lagi.
Tak jauh dari mereka ada Bang Arnold yang sudah terlihat lebih sehat sedang makan dan berbincang berdua dengan Bang Arial.
"Kamu sudah benar sadar dari salahmu?" tanya Bang Arial.
"Siap.. sudah Bang."
"Kamu besok mau jemput Syarin?" tanya Bang Arial lagi.
__ADS_1
"Siap Bang. Ijin Abang.. kalau boleh tau, Syarin itu siapa?"
"Adiknya Bang Huda sama Bang Saka." jawab Bang Arial.
"Cantik nggak Bang. Abangnya khan hitam, sangar, galak, julukannya di antara kita saja Doberman." kata Bang Arnold.
"Ya tapi di kemiliteran kita, dia itu the next king cobra"
"Siap..!!"
"Makanya kamu jangan macam-macam. Saya pesan jangan ganggu adik Bang Huda..!!"
:
Ayu sudah merasa kekenyangan. Bang Huda terus menyodorinya makanan. Ia melihat perutnya sendiri.. kehamilan tujuh belas minggu sudah seperti dua puluh empat minggu.
"Ayu gemuk nih Bang" protes Ayu.
"Gemuk yang makan juga bertiga. Nanti masa ASI juga kecil sendiri dek. Di nikmati saja." jawab Bang Huda yang juga tidak berhenti mengunyah lemper sembari mengamati suwiran ayam di tengahnya.
"Abang nggak malu?"
"Malu kenapa? Yang ada ya rasa bangga. Nggak ada suami yang nggak bangga, nggak bahagia lihat istrinya hamil, gemuk mah nggak ada dalam pikiran.. semua lewat, yang ada hanya kata 'syukur, Alhamdulillah saya masih di beri kesempatan untuk jadi seorang ayah' dan yang pasti.. pembuktian donk kalau Abang jantan" jawab Bang Huda kemudian menggigit lemper terakhirnya dan mengambil satu buah lemper ketiganya.
"Abang lapar apa doyan, kok nggak berhenti ngunyah?" tanya Ayu.
"Abang suka lihat bentuk suwiran ayamnya" jawab Bang Huda.
Ayu pun mendekat dan ikut memperhatikan apa yang di lihat Bang Huda.
Ayu menatap mata Bang Huda dalam-dalam. "Suka nggak ngerti aja sama jalan pikiran Abang yang ngawur." jawab Ayu membuat tawa Bang Huda pecah.
"Abang khan tanya serius, kamu suka apa?? Abang sih positif thinking saja. Nggak tau ya kalau pikiranmu" goda Bang Huda.
Ayu mengangguk. "Kalau Ayu suka risoles, tapi versi modern"
Sekarang Bang Huda yang bingung menjabarkan maksud Ayu. "Bentuknya seperti lemper, ada smoke beef kesukaan Ayu, telur dan sensasi saat di makan, ada mayonaise nya"
"Kamu ini..!!" Bang Huda salah tingkah dalam duduknya.
Ayu berlalu meninggalkan Bang Huda dengan wajah yang masih memerah. "Mau pulang nggak Bang. Ada lemper nih" kata Ayu.
Senyum nakal Bang Huda pun merekah sumringah.
"Pulang lah, di tawari berkah masa nggak pulang"
~
"Saya mendahului ya.. istri lagi nggak enak badan" pamit Bang Huda pada anggota dan ibu-ibu yang ada disana. Semuanya pun memahami keadaan bumil.
"Siap Dan."
__ADS_1
"Arial.. Arnold.. titip kompi ya...!!"
"Siap..!!"
"Siap Abang..!!"
:
Sesampainya di rumah, Bang Huda sibuk di area perdapuran. Tangannya cekatan membuat sesuatu yang ia tanyakan dari sang Papa.
"Apalagi Pa?"
"Jahe.. kamu tau jahe nggak?" tanya Papa Juan.
"Yakin benar nih Pa? jangan-jangan Papa mau mau buat bumbu soto"
"Kamu ini kalau di bilang ada saja jawabnya. Ya benar lah. Papa minum itu, Mamamu nggak lagi bisa berkutik" jawab Papa Juan.
"Oke..!!" tangan Bang Huda menyambar rempah kuning dari kotak bumbu. "Apalagi?"
"Susu.. sama telur"
:
"Hhhkk.." Bang Huda sudah hampir muntah meminum jamu buatannya sendiri. "Astagfirullah.. apa harus begini jadi jantan biar istri tunduk dan nggak ngelirik buaya lain??" gumam Bang Huda.
Perutnya terasa teraduk kuat, terasa panas dan tak karuan. "Jamu apa sih ini.. Ya Allah Papa"
"Abang buat apa sih, lama sekali?" tanya Ayu yang ternyata sudah cantik dengan seragam dinasnya.
"Sayang.. maaf, sepertinya Abang salah makan..!!" Bang Huda sampai berjongkok di samping wastafel karena tidak kuat menahan rasa sakit di perutnya.
"Memangnya Abang mau buat apa?" Ayu mendekati meja makan dan mengambil gelas Bang Huda, ia melihat dan mencium aromanya. "Abang minum ini??" tanya Ayu.
"Iya.." jawab Bang Huda.
"Ini kunyit, lada, telur, madu, sama santan" Abang mau buat telur orak-arik? Jadi orak-arik aja rasanya nggak enak Bang"
"Abang mau nyenangin kamu, tapi malah mulas nih" kata Bang Huda meremas perutnya.
"Abang juga sih, kenapa pakai acara begini segala. Abang nggak pakai begini juga.. Ayu sudah senang kok"
"Masa sih?" Bang Huda masih sempat-sempatnya tersenyum di balik rasa sakitnya.
"Iya.. Abang sudah gagah" jawab Ayu.
"Owalah Gustii.. kenapa saat seperti ini aku malah lemes. Papa nih.. kasih resep ngarang. Jadi gagal tempur khan?" gumam Bang Huda dengan hati berantakan.
.
.
__ADS_1
.
.