Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
37. Membujuk.


__ADS_3

"Lama sekali, apa yang kau lihat di dalam sana??" tanya Bang Leo.


"Lihat princess aku donk..!!" jawab Bang Huda sombong.


"Oohh.. calon anakmu perempuan??" seketika Bang Saka senang sekali mendengar saudara kembarnya akan memiliki bayi perempuan.


"Iya lah, little princess kesayangan Papa Huda." senyum Bang Huda merekah tanpa beban.


"Anakku harus laki-laki, biar tangguh dan gagah seperti Papanya" sambar Bang Leo sesumbar.


"Amit-amit jabang bayi" Bang Saka dan Bang Huda bereaksi berbarengan.


"Asal jangan seperti kau saja pasti dunia ini aman"


"Aku sudah merencanakan mirip kamu Huda..!!"


"Huuusshhh.. mulutmu itu memang benar minta di hajar..!!!!!!" tegur Bang Huda mendengar ucap Bang Leo yang sembarangan.


Jelas saat itu wajah Ayu dan Geya berubah masam.


"Eehh.. maaf_maaf..!! Aku hanya bercanda"


"Monyong lu..!!" Bang Huda sudah kesal setengah mati, ia pun menggandeng Ayu keluar dari rumah sakit.


:


"Kamu itu dulu bisa naksir sama Leo karena memang mabuk, buta, atau di guna-guna??" tanya Bang Huda memastikan.


"Tiga-tiganya Bang, mungkin Geya juga salah satu korban pria bermulut besar" jawab Ayu.


"Syukurlah kamu sudah sadar dari khilafmu. Apa perlu Abang tambah ruqyah biar kamu benar-benar sadar dari kebodohanmu??"


Ayu menggeleng, ia juga tidak tau kenapa dulu bisa menaruh hati pada pria seperti Bang Leo. Pria itu terlihat gagah saat mengumbar janji manis tapi ternyata yang menjadi target cintanya adalah Geya dan dirinya hanya sebagai bahan latihan saja. Tak terasa air matanya menetes. "Iya, memang Ayu yang bodoh."


"Sekarang kalau kamu sudah tau sedang di cintai seorang Danki.. seharusnya kamu nggak bodoh lagi"


Ayu menghapus air matanya. "Jadi Abang beneran cinta sama Ayu?" tanya Ayu menggoda Bang Huda.


"Itu tanya apa ngajak perang?????"


Melihat suaminya melotot, Ayu langsung memeluknya dan menatap wajah tampan Bang Huda. "Jangan marah..!! Abang tega marah sama Ayu??"

__ADS_1


"Tega kalau istrinya modelan kamu" jawab Bang Huda.


"Benar nih?? Padahal tadinya Ayu mau balas sayangnya Abang"


"Oyaa?? Caranya????"


Ayu mengecup sisi bibir Bang Huda yang sedang mengemudikan mobil. "Berapa lama Abang nggak nengok dedek?" tanya Ayu.


"Satu minggu." jawab Bang Huda berganti mengejar bibir Ayu.


Ayu memundurkan wajahnya membuat Bang Huda jengkel.


"Sini..!!" Bang Huda menarik lengan kiri Ayu agar Ayu lebih mendekat padanya.


"Nggak mauuuu..!!" goda Ayu semakin nakal berpaling dan menjauhi Bang Huda tapi tangannya meremas pusat keperkasaan seorang Huda yang sudah menegang, suara Bang Huda pun terdengar mende*ah pelan.


"Tolong sayang, kamu jangan keterlaluan cari perkara. Ini di dalam mobil." Bang Huda memegangi tangan Ayu.


"Pak Kapten nggak berani?" ledek Ayu.


Mendengar sindiran itu, Bang Huda merasa di 'rendahkan'. Ia menginjak gass hingga full. Ayu sempat kaget di buatnya.


"Abang.. pelan..!! Kenapa ngebut??"


"Masalah apa? kenapa nggak bilang dari tadi?? Ayu nggak mau ngebut..!!"


Sejak kecelakaan itu, Ayu sering ketakukan dan tidak mau naik segala apapun yang berkecepatan tinggi. Rasanya ia sudah mau pingsan setiap kali Bang Huda membawanya berkendara dalam kecepatan tinggi.


Sebenarnya Bang Huda juga tidak ingin membawa Ayu dengan kecepatan tinggi namun ulah Ayu membuatnya semakin tak karuan. Mata Ayu terpejam tapi tangannya tetap stay bermain-main bahkan lebih kencang memegangnya. Ingin menolak tapi ia pun menikmatinya. Ia pun tak tau mengapa seminggu saja tanpa belaian Ayu rasanya sudah sangat menjadi candu baginya.


"Baaang.. Ayu takut..!!" Ayu sampai harus berteriak agar Bang Huda meresponnya.


Bang Huda akhirnya menyadari dan mengurangi kecepatan. Ayu pun bersandar di lengan Bang Huda.


"Makanya kamu juga jangan merusak konsentrasi Abang. Itu bahaya dek"


Dada Ayu terasa sesak hingga tangannya semakin kuat mencengkram apa yang di pegangnya.


"Yank.. kita bulan madu yuk..!! Abang mau ambil cuti"


"Apa??"

__ADS_1


"Abang mau ambil cuti, pengen berduaan terus sama kamu. Abang pengen punya quality time yang bagus sama kamu" ujar Bang Huda melambatkan laju mobilnya sembari mengusap pipi Ayu. "Bagaimana yank?"


"Ya sudah lah terserah Abang. Memangnya mau berangkat kapan?" tanya Ayu.


"Nanti malam kita berangkat" jawab Bang Huda.


"Secepat itu????"


"Iya, secepat itu juga Abang mencintaimu..!!" ucap Bang Huda serius.


"Gombal, cepat sekali Abang jatuh cinta. Bagaimana kalau Abang bertemu wanita yang lebih segalanya dari Ayu, apakah secepat itu juga Abang meninggalkan Ayu??" Ucap Ayu menjauhkan tangannya dari Bang Huda.


"Jika itu tentang kamu.. semua akan berbeda. Bagi Abang dunia hanya ada Abang dan kamu saja. Abang tak ingin peduli dan tidak mau tau wanita lain dengan segala tingkahnya di dunia ini karena yang Abang inginkan hanya kamu saja dalam hidup dan mati Abang"


Ayu terdiam, ada rasa yang tidak bisa ia jabarkan tentang pria yang duduk di sampingnya.


"Kita berangkat ya?" tanya Bang Huda lagi.


Akhirnya Ayu pun menurut. "Iya Bang"


...


"Jangan mendadak Huda..!!" tolak Danyon baru, Bang Farid yang menjabat sebagai Danyon baru mereka saat Bang Huda meminta ijin secara lisan ke rumah Danyon.


"Tolong lah Bang, Ayu sedang ngidam. Kalau nggak di turuti dia langsung sakit." kata Bang Huda dengan wajah memelas.


"Turuti lah Pa, kasihan Ayu.. baru juga hamil pertama, masa ngidam aja susah banget" Kak Cherry membantu Bang Huda membujuk suaminya.


"Masalahnya tiga minggu lagi ada kunjungan kerja Ma, komandan staff Matra mau berkunjung. Bagaimana dengan persiapanmu??" tanya Bang Farid.


"Tolong lah Bang, kasihani keponakan"


"Astagfirullah.. Hudaaaa..!!! Ya sudah Abang ijinkan, tapi ingat.. jangan sampai istrimu pingsan lagi seperti berita yang lalu saat ada pertemuan kepala dinas di bulan lalu..!!" pesan Bang Huda"


"Siap Bang, laksanakan..!!"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2