
Bang Huda mengucap syukur karena Ayu sudah tersadar, hanya saja badannya masih gemetar.
"Kamu sudah baikan?" tanya Bang Huda masih menyimpan sedikit kecemasan. "Jangan buat jantung Abang nggak karuan donk dek"
"Kenapa bawa burung besar begitu kesini sih Bang?"
"Itu khan lucu, hewan langka.. Abang ijin merawatnya sangat sulit sekali. Untung bentuknya semi yang asli. Kalau saja ini yang di lindungi ya habis Abang mendekam di penjara" jawab Bang Huda.
"Lucu??? Lalu apa yang menurut Abang nggak lucu?????" kini Ayu yang sudah emosi melihat ulah para lelaki yang membuatnya sakit kepala.
"Ya kalau kamu ngambek. Itu benar-benar nggak lucu. Rasanya Abang pengen masuk sumur saking gelisahnya" kata Bang Huda mengungkapkan keresahannya. "Ngomong-ngomong kamu suka nggak hadiah dari Abang?"
"Nggak" jawab Ayu singkat.
"Masa nggak suka. Itu bagus sekali lho dek"
"Karena Ayu nggak suka hewan itu"
"Terus kamu sukanya apa? biar Abang carikan..!!" kata Bang Huda menawari.
"Kaki seribu"
"Apaaa?? Nggak, Abang geli" tolak Bang Huda tak sanggup membayangkan cara hewan itu menggeliat manja dengan kaki-kaki kecilnya. "Yang lain saja..!!"
"Kaki seribu, titik..!!!!"
"Astaga Tuhan.. bisa nggak sih kamu cari hewan yang normal sedikit???" omel Bang Huda.
"Kenapa Abang minta Ayu untuk suka sama hewan yang Ayu nggak suka??"
Bang Huda menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan sebelum memutuskan untuk pergi meninggalkan Ayu daripada ia harus berdebat dengan istri hanya gara-gara hewan yang menurut mereka aneh.
Menghindari pertengkaran adalah cara terbaik saat ini.
...
"Iiihh.. hhkkkk.. geli Ya Allah..!!!!!" Bang Huda nyaris muntah melihat dia ekor kaki seribu menggeliat di tangan Om Edwin. "Edwin.. singkirkan hewan itu..!!!!" pinta Bang Huda. Ia melangkah mundur dengan style seadanya karena baru mengobrak abrik kebun untuk mencari kaki seribu bersama Om Edwin ajudannya.
"Ya ampun Dan.. ular berani, rajawali pun berani kenapa sama kaki seribu saja Danki nggak berani?" ledek Om Edwin.
__ADS_1
"Ini perkara lain..!! Cepaaatt Edwin..!!!!!"
"Hahahaha.. Danki takut kaki seribu. Hiiiiii....!!!" bukannya menjauhkan, Om Edwin semakin mendekatkan kaki seribu itu pada Bang Huda hingga Dankinya itu tersungkur jungkir balik ke tanah.
"Heeehh j****k kowe Win..!!! Jauhkan hewan itu, saya geli..!!!!!" pekik Bang Huda.
"Edwiiin.. jangan kurang ajar kamu..!!! Begitu caramu menghormati Dankimu???" tiba-tiba suara seorang pahlawan kesorean datang memecah kegaduhan tersebut. Bang Leo melangkah dengan gagahnya merebut dua ekor kaki seribu di tangan Om Edwin.
Merasa ada yang menolong, Bang Huda pun membuang nafas lega.
Tapi ternyata dugaannya salah besar, Bang Leo tersenyum licik sembari menunjukan kedua kaki seribu yang menggeliat di tangannya dengan lincah.
"Leo.. kamu mau apa?? Jangan main-main aahh..!!" ucap Bang Huda.
"Kita lihat, apakah Danki bringas yang garangnya bukan main akan luluh lantah gara-gara kaki seribu??" wajah usil Bang Leo terus saja menghakimi Bang Huda yang masih belum berdiri dari tempatnya tersungkur.
"Jangan Leo..!!" Bang Huda merangkak mundur semakin geli melihat kaki seribu.
"Pegangi tangan dan kaki Dankimu..!!!!" perintah Bang Leo.
"Ingat kalian ya.. berani sentuh saya, bersiaplah sikap tobat..!!!!!" bentak Bang Huda mengancam.
"Heeehh b*****t, kalian ini anak buah siapa????" pekik Bang Huda.
Tawa pun membahana, karena sudah enam orange memegangi Bang Huda.. Bang Leo pun leluasa memasukan satu kaki seribu di dalam kaos loreng littingnya.
"Wedhus...!!!!! Ojo c*k..!!!" Bang Huda sejak tadi mengomel dan mengumpat kesal.
Melihat Bang Huda pucat dan berusaha berontak, Bang Leo semakin jahil.. ia membuka ikat pinggang Bang Huda dan memasukan seekor lagi ke dalam celana.
"Hwaaaaa.. setaaann..!!!!" teriak Bang Huda membahana di belakang lapangan tembak kemudian menggeliat tak karuan.
"Lepas Dankimu..!!!" perintah Bang Leo.
Keenam Om bujang senior itu segera melepas Danki. Begitu terlepas, Bang Huda menggelepar sampai melompat berusaha mengeluarkan kaki seribu dari kaos dan celananya tetap dengan umpatan yang diiringi tawa para anggota.
Saking paniknya, Bang Huda sampai melepas seragam dan kaosnya.
"Hhkkkk.." Bang Huda muntah karena terlalu geli merasakan kaki seribu merayap di dadanya. Tangannya membongkar celana loreng dan akhirnya menyisakan celana pendek. Sebersit ingatan, tak mungkin dirinya membongkar celana pendeknya juga. Ia pun langsung menjatuhkan diri di rumput yang lumayan tinggi sampai akhirnya bisa dengan susah payah mengeluarkan si j****g kaki seribu yang berani menggeliat di tubuhnya menyerupai Ayu istrinya.
__ADS_1
"Bang, kenapa tidur disitu, mana kaki seribu nya?" tanya Ayu.
"Lailaha Illallah.." Bang Huda masih tertelungkup sampai akhirnya Om bujang senior membantu Bang Huda berdiri dan sedikit membenahi celananya yang miring berantakan. "Jangan tanya kaki seribu lagi.. Abang sudah mau mati di geray*ngi kaki seribu..!!!!!" bentak Bang Huda tanpa sadar.
"Apa sih Bang, kenapa bentak Ayu?? Kalau nggak mau cari ya sudah" Ayu kesal dan tidak sengaja pula berlari meninggalkan lapangan.
"Salah maneh..!!" Bang Huda menepuk dahinya. "Jangan lari dek..!!" ucap Bang Huda yang tidak di dengarkan Ayu kemudian berniat mengejar Ayu.
"Hheeeh Huda, pakai baju dulu..!! Banyak mama muda sama anak gadis tuh" kata Bang Leo mengingatkan.
Bang Huda melepas bantuan rekan anggotanya. Ia pun sedikit risih karena mengekspose kegagahan bagian tubuhnya karena celana pendeknya memang terlalu pendek menunjukan kakinya yang panjang dan jenjang juga struktur kelelakian yang bisa membuat Ayu khilaf melihatnya.
"B*****t lu..!!!" umpatnya sekali lagi sembari memakai celana lorengnya kembali.
...
"Ayuuuu.. sayangnya Abang...!!"
"Nggak usah ngerayu" Ayu memalingkan wajahnya kesal tapi dalam hati tetap terbersit rasa bahagia karena Bang Huda berusaha keras untuk mengambil hatinya.
"Ngerayu lah, Abang khan sayang Ayu" ucap Bang Huda lagi.
"Jatah berandal Ayu potong..!!"
"Lah kok gitu yank? jangan donk...!!"
"Dimana-mana berandalan itu garang, nggak manja" ejek Ayu.
"Tapi Abang ini berandal insyaf dek" jawab Bang Huda memelas cemas jatahnya terancam terpangkas. "Ehmm.. nanti malam Abang live show deh, khusus untuk menyenangkan cobra wife's kesayangan."
"Live show apa nih??" tanya Ayu.
Bang Huda pun tersenyum nakal penuh aura hitam kelam menyesatkan.
.
.
.
__ADS_1
.