Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
54. Ada drama.


__ADS_3

"Ijin.. sewajarnya muda mudi berpacaran"


"Cantik sekali ya istri saya" Bang Huda menguji Bang Arnold.


"ijin tidak tau"


"Jadi istri saya tidak cantik??"


"Siap.. kecantikan hanya terlihat pada pria yang tepat" jawab Bang Arnold tapi air matanya berlinang.


Bang Huda tersenyum penuh arti. "Kembalilah ke Mess dan istirahat. Saya tidak ingin ada pembicaraan seperti ini lagi. Saya suaminya Ayu dan saya tidak ingin kecemburuan saya menyakiti semuanya termasuk istri saya..!!"


...


Bang Huda menghisap rokoknya dalam-dalam. Air mata yang ia tahan sejak tadi baru ia tumpahkan saat ini. Masalah masa lalu Ayu, sakitnya Ayu dan percobaan bunuh dirinya Ayu sudah cukup menekan mentalnya. Berkali-kali beristighfar tapi guncangan dalam batinnya belumlah usai.


Setelah membolak-balik perasaan.. ia memilih masuk menemui Ayu.


~


Ayu menaikan selimutnya menutupi seluruh tubuhnya karena takut berhadapan dengan Bang Huda.


Bang Huda membuka selimut Ayu. "Masih mau diam? Inilah hasil tidak mau bicara berhari-hari. Apa kamu sudah cukup pintar menyelesaikan masalahmu sendiri???"


"Darimana Abang tau semua?"


"Abang bukan anak TK yang tidak pakai nalar menilai situasi. Makanya jadi perempuan jangan diam seribu bahasa. Marah ya marah aja, ngomel satu buku kamus seribu rumus terserah kamu.. asal jangan diam. Abang nggak bisa kamu cuekin" cap jujur Bang Huda.


"Abang masih marah?"


"Abang nggak marah, Abang hanya kecewa dengan sikapmu.. anak itu segalanya bagi Abang, juga mamanya si biang masalah. Kalau tadi sampai ada apa-apa sama kamu.. Abang benar-benar bunuh diri" suara Bang Huda terdengar pelan namun penuh kesungguhan di dalamnya. "Ya mungkin ini juga teguran untuk Abang karena sempat bicara tidak pantas sama kamu. Abang imam dalam rumah tangga kita, tapi Abang sudah teledor"


Ayu menangis mendengar kata-kata Bang Huda.


"Istri adalah cerminan diri Abang. Jika Abang tidak sanggup mengarahkan diri, jelas kamu pun tidak terarah. Apa kamu bersedia memaafkan salah dan khilaf Abang sama kamu?" Bang Huda mengusap pipi Ayu yang basah


"Iya Bang, Ayu juga minta maaf ya Bang..!! Ayu sudah menyusahkan Abang" kata Ayu.

__ADS_1


"Sama-sama sayang" Bang Huda mengecup kening Ayu, air matanya ikut menetes merasakan langkah demi langkah perjalanan memperbaiki rumah tangganya yang masih sering menerima ujian hidup.


"Bang..!!"


"Iya sayang" jawab Bang Huda.


"Apa Abang cemburu sama Bang Arnold?"


"Biasa aja."


"Abang nggak marah sama Bang Arnold. Ayu juga nggak memaki Ayu?"


Bang Huda tersenyum mendengar pertanyaan istrinya. "Ya marah, Abang juga punya perasaan. Tapi kalau marahnya Abang buat semuanya hancur, buat apa?"


Wajah Ayu kembali mendung, rasa bersalahnya semakin menjadi.


"Abang mohon kamu juga sedikit sabar dengan kelakuan Abang. Abang hanya punya satu pelampiasan dan itu hanya kamu saja. Jangankan Abang mikir perempuan lain, punya satu kamu aja kepala Abang sudah mau pecah. Abang harap kedepannya kita mau sama-sama belajar agar tidak terjadi hal fatal di kemudian hari, saling komunikasi dan saling percaya" kata Bang Huda kemudian memeluk Ayu.


***


Hari ini adalah hal baru bagi Ayu dan Bang Huda. Kejadian yang sudah mereka alami kemarin sudah membuat syok terapy tersendiri untuk keduanya.


"Apa ibu Danki C mau menyumbang lagu?" tanya MC dari seorang tentara wanita disana.


Ayu yang sedang duduk, tersenyum cantik pada posisinya. "Tidak mbak, terima kasih. Mungkin ibu-ibu yang lain. Ada perwakilan nggak?" tolak Ayu dengan sopan sembari bertanya pada beberapa anggotanya.


Bang Huda mengambil mic di tangan Ayu.


"Ijin komandan, senior dan rekan semua. Berhubung istri saya sedang hamil, biar saya saja yang nyumbang lagu.. tapi dari sini saja ya..!!" pinta Bang Huda. Ia tau istrinya masih sedih dan murung meskipun mereka berdua sudah berbaikan kembali.


"Ayo mainkan.. jarang sekali Danki C mau tampil. Jangan hanya Kapten Leo saja" jawab Komandan Markas.


"Ijin Dan.. saya tampil karena sadar diri banyak yang ingin saya tampil" jawab Bang Leo tanpa sungkan.


Gelak tawa pun meriah sembari Bang Huda berkoordinasi dengan pihak pengarah music.


Tak lama music berdentang. Bang Huda berdiri di hadapan Ayu.

__ADS_1


"Untuk istri tercinta Abang.. Masayu Tibra Layu binti Ranggi Tanuja. Dengarkan baik-baik. Abang yang tidak sempurna ini, nekat mencintaimu membawa beribu kekurangan dan ketidak sempurnaan dalam diri, mungkin Abang tidak seindah masa lalumu yang penuh kasih, tidak setampan dan segagah pria impianmu, tapi lagi-lagi Abang nekat membawa ijab qabul. Maaf.. Abang memang tidak punya apapun untuk di banggakan, hanya raga dan janji manis dari bibir penakluk hatimu, tapi selalu ada do'a terindah untukmu pujaan hatiku. Abang ingin kamu bangga dengan apa adanya suamimu meskipun pria lain mengusik sanubarimu."


Bang Huda menyanyikan lagu di depan Ayu.


~


Hati Ayu trenyuh mendengarnya, dengan kata lain Bang Huda begitu cemburu memikirkan semua mantan yang pernah singgah dalam hatinya, terutama tragedi Bang Arnold pasti sangat memukul batinnya.


Bang Leo sempat mendengar cerita tentang lettingnya itu semalam, ia pun ikut merasa sedih dan akhirnya memecah suasana hening karena para hadirin terbawa suasana akan perasaan Bang Huda.


"Ciyeeeee.. Danki C berwajah Barong Sai ternyata bisa romantis juga, nggak rugi semalam saya ngajarin nyanyi"


Para hadirin bersorak dan memberikan tepuk tangan meriah untuk Bang Huda.


"Danki sudah romantis ya, bagaimana kalau kita dengar jawaban ibu Dankinya?" Bang Leo berusaha keras mendekatkan Ayu dan Bang Huda.


Ayu mengambil mic dari tangan Bang Huda dan Ayu menatap mata Bang Huda dengan sangat dalam.


"Untuk suami tercinta ku, Kapten Cakra Huda Mandala. Kenekatan mu memberikan Ijab Qabul itu.. Ayu terima dengan baik. Tidak ada kesempurnaan yang abadi begitu juga Ayu.. istri Abang yang masih selalu membuat hati Abang kecewa. Di setiap detik hidup Ayu selalu merasakan perubahan setelah menikah denganmu. Jika masa lalu memang indah, tidak akan pernah menjadi kenangan. Terima kasih sudah memberikan bukti dari sebuah janji manis, Ayu bangga menjadi istri seorang Kapten Huda. Banyaknya lebah berterbangan di atas sana.. hanya satu yang Ayu ijinkan mendekat dan mengambil madunya." kata Ayu sembari membenahi baret Bang Huda.


"Darimana kamu belajar kata-kata itu?" mata Bang Huda berkaca-kaca menatap mata Ayu.


"Belajar dari raja gombalnya Ayu" jawab Ayu.


"Aseem.." Bang Huda menarik Ayu kedalam pelukannya. Sesekali dirinya menyeka air mata.


"Laahh.. ini acara unjuk bakat dari Kompi C atau bagaimana?" tanya Komandan markas bingung melihat suguhan yang sangat natural di hadapannya.


"Ijin Dan, ini drama rumah tangga" jawab Bang Huda mengurai senyum pahit manis bercampur menjadi satu.


"Waahh.. mantap Danki..!!" Komandan markas bertepuk tangan di iringi anggota dan hadirin yang lain. Hanya pihak tertentu saja yang merasakan aura melow dari Danki C.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2