
Yang tidak cocok dengan cerita Nara harap skip. Nara menyesuaikan cerita 'bulan madu'.
🌹🌹🌹
"Ini semua gara-gara kamu. Aku bantu kamu malah aku kena semprot Geya"
"Kamu juga kenapa harus kegenitan??? Aku selalu hati-hati jaga sikap di depan Ayu. Kau malah seenak jidat tersenyum manis" jawab Bang Huda.
Keduanya tengah ribut di area toilet perkara istri yang sedang ngambek.
"Aku baru pertama kali lihat Geya semarah itu"
"Dan aku hampir gila setiap kali Ayu ngembek selalu pengen minggat. Aku mau bulan madu, bukan bulan racun" jawab Bang Huda frustasi.
"Sudahlah, ayo cepat kembali sebelum bumil kita membuat kekacauan semakin parah..!!" ajak Bang Leo.
~
Sekembalinya Bang Huda dan Bang Leo dari toilet, keduanya melihat Ayu dan Geya sedang berbincang dengan dua orang pria luar negeri. Badan mereka gagah dan menggunakan celana pendek dan kaos press body.
"Apa-apaan mereka, belum sepuluh menit kita tinggal, mereka sudah ketawa ketiwi sama bule. Coba kita yang begitu, sudah habis kita di lipat, satu tahun berlalu masih di bahasnya sampai telinga rasanya mau lepas, badan remuk di hajarnya, mulut bisa sobek.. syukur kalau nggak patah tulang..!!" ujar Bang Huda geram.
"Iya, apa kurangnya aku??? dalam segi ganteng pun aku jauh di atasmu" imbuh Bang Leo narsis membuat Bang Huda semakin geram.
"Diam kamu.. lebih baik segera kesana daripada bojo di sambar tokek albino"
~
"Wow.. Indonesian women are very beautiful" puji seorang disana sembari memandangi wajah Ayu.
Ayu tersipu malu di buatnya.
"May I have your photo?" tanya seorang pria lagi disana.
"Oh yes, of course" jawab Ayu.
Disana Geya sudah sibuk berfoto dengan seorang di antaranya
Tangan pria tersebut berusaha merangkul Ayu dan dengan cepat Bang Huda menepisnya.
"Sorry bro.. it's not allowed to touch someone's wife carelessly..!!" tegur keras Bang Huda.
"Oohh.. I'm really sorry" pria tersebut meminta maaf dan menjauh dari Ayu.
~
"Ya ampuuunn.. ganteng banget ya Gey. Tentara luar negeri memang luar biasa" Ayu dan Geya sibuk melihat foto kedua pria bule tak menyadari Bang Huda dan Bang Leo sudah jengah melihatnya.
__ADS_1
"Iya.. rasanya pengen ku kantongi terus ku bawa pulang. Gagah banget..!!!!!" kata Geya penuh semangat.
"Tuh.. begini tuh kelakuan perempuan. Giliran kita buat salah, meleng sedikit saja.. celaka dunia akhirat" bisik Bang Huda di telinga Bang Leo.
"Iya benar. Kita ini hanya tempatnya khilaf, salah dan dosa tak termaafkan." jawab Bang Leo. "Perasaan.. kita juga tentara, tapi mereka nggak ada bangganya sama kita" ucap kesal Bang Huda.
"Naahh.. terjun bolak balik kita mahir, adu skill kita tangkas, tembak luar dalam tanpa meleset. Kurang apa kita????" Bang Huda menggebu ambigu dengan kejengkelan sudah berdenyut di puncak kepala.
Melihat Ayu dan Geya semakin asyik dengan dunianya, Bang Huda pun meradang. Ia menarik lengan Ayu.
"Ayo pulang.. istirahat..!!" ajak Bang Huda.
"Kenapa cepat sekali Bang, katanya mau antar Ayu beli tas sama pernak-pernik" tolak Ayu.
"Nanti malam Abang antar beli. Sekarang waktunya istirahat, kasihan dedek capek" kata Bang Huda tak mau tau.
"Kamu juga dek. Mana ponselnya. Matamu bisa belekan terlalu lama lihat gambar nggak berfaedah." Bang Leo tak kalah jengkelnya sambil merebut ponsel Geya dan memasukan ke dalam tas pinggangnya.
-_-_-_-_-
Di dalam kamar hotel, Bang Huda membuka kaosnya dan menunjukkan tubuh atletisnya di hadapan Ayu.
"Abang kenapa??"
"Ya ini khan yang kamu mau?? Lihat sampai matamu timbilan..!!!! Kurang kamu lihat Abang????" Bang Huda berdiri berkacak pinggang di hadapan Ayu.
Sebenarnya Ayu ingin tertawa melihat tingkah Bang Huda yang mungkin saja sedang cemburu.
Ayu yang nakal sengaja membenamkan wajah Bang Huda di dadanya yang menyembul indah, apalagi hormon kehamilan Ayu membuat lekuk tubuhnya semakin membuat Bang Huda cenat-cenut. Secepatnya Bang Huda menyambar bakpao hangat suguhan istri tercinta. Nafas Bang Huda pun terengah, nalurinya tajam memburu. Tangan lincah Bang Huda melepaskan petarungnya dari sangkar untuk mengejar buruan. Sekali menarik tali di pinggang Ayu, terlepaslah sudah wadah pembungkus hantaran manis favoritnya. Gerak cepat namun pasti, Bang Huda menarik Ayu ke pangkuannya dan terjadilah adegan sesuai keinginannya.
...
"Kenapa?"
"Nggak apa-apa Bang" Ayu merasa tubuhnya seakan terasa mengambang. Ia meraba perut bawahnya. Pandangan matanya sedikit berkunang-kunang.
Ayu segera naik motor bersama Bang Huda. Sebenarnya Bang Huda tidak ingin membawa Ayu naik motor, tapi karena rengekan akibat kemacetan tadi siang sangat lama.. ia memutuskan naik motor agar bisa melaju lebih cepat.
:
Ayu memilih beberapa pernak-pernik di toko.
"Abang ke toilet sebentar ya." pamit Bang Huda.
Ayu mengangguk dan melanjutkan mencari lagi barang incarannya.
Jauh di luar toko, ada seorang pria yang terus memperhatikan Ayu.. apalagi saat Bang Huda meninggalkan Ayu, pria itu semakin dekat memperhatikan Ayu.
__ADS_1
:
Merasa Bang Huda lumayan lama, Ayu menghubunginya.. kali ini ia merasakan perutnya terasa sakit. Ayu pun mengirim pesan singkat ke nomer Bang Huda.
A : Abang dimana? Lama sekali, perut Ayu sakit sekali Bang.
Bang Huda membaca pesan singkat dari Ayu. Keadaan toilet yang antri membuatnya harus sedikit lebih lama berada disana.
H : Sabar sebentar.. Abang jalan. Tunggu ya..!!.
Karena sudah selesai dengan kegiatan belanjanya.. Ayu keluar dari toko, ia menuju sebuah apotek.
~
Matanya menyisir ke sekitar, ia mencari dimana kiranya Bang Huda berada.. namun saat dirinya baru beberapa langkah dirinya berada, ada seorang pria bertato, sempoyongan menghampiri Ayu dan mendorongnya di dinding.
Ayu berteriak sekencang-kencangnya.. Ingin melawan tapi ia takut pria itu akan menyakiti kandungannya. Beberapa orang berkumpul untuk menolong Ayu yang sudah tercekik cengkeraman tangan pria tersebut.
"Kamu selingkuh dengan laki-laki itu???? Kamu pilih dia???????" bentak pria tersebut.
"Jangan Pak..!!" pekik seorang ibu.
Ayu tak bisa menjawabnya, matanya melotot, ia terangkat tinggi, tas belanja yang di bawanya pun berjatuhan. Orang-orang yang melintas mencoba menolong Ayu bahkan sampai memukul pria tersebut tapi tenaga pria tersebut sangat kuat seperti orang kerasukan.
"Heeehh.. b*****t..!!!!" Bang Huda menghantam pria tersebut tepat di wajah. Pria tersebut hanya menggeram tapi tangannya masih berada di posisi mencengkeram leher Ayu.
Merasa musuhnya sangat aneh.. Bang Huda mengerahkan ilmu bela dirinya. Kebanyakan tentara, terutama pasukan pastilah pernah di ajarkan ilmu tenaga dalam. Melihat Ayu sudah semakin lemas, Bang Huda pun tidak tega. Ia menarik nafas dalam-dalam lalu menghantam pria tersebut hingga benar-benar terpental beberapa meter.
Ayu terjatuh dengan keras. Ingin rasanya menghajar pria tersebut lebih keras lagi tapi Ayu memegang kakinya.
"Abang.. selamatkan dulu anakmu..!!" Ayu begitu lemas.
Mata Bang Huda melihat darah segar di sela kaki Ayu.
"Innalilahi..!!" Bang Huda begitu syok hingga dadanya terasa terhantam. Nafasnya seakan terhenti. "Sabar dek..!! Kita ke rumah sakit ya .!!!!!!" Abang Huda mengangkat tubuh Ayu, beberapa mobil warga sekitar sudah terbuka menawarkan bantuan.
"Mas, naik mobil saya saja.. saya kenal Ayu" ucap seorang pria berpakaian polisi juga menawarkan bantuan.
"Jangan urus saya..!! Seret laki-laki itu ke hadapan saya..!! Kalau hukum kalian tidak bisa menyelesaikannya.. biar tangan saya yang menanganinya..!!" bentak Bang Huda.
"Aaaaahh.. sakiiitt..!!"
Bang Huda kelabakan dan panik melihat Ayu kesakitan. "Duuhh Gustii.. bapaknya saja yang di hukum.. jangan anakku yang masih terlalu kecil ini" gumamnya.
.
.
__ADS_1
.
.