Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )

Lorengku Vs Kamu ( BCMT 3 )
38. Perjalanan.


__ADS_3

Packing seadanya sudah selesai. Kini Bang Huda dan Ayu bersiap berangkat menuju bandara.


"Kamu langsung naik ke mobil, biar Abang yang angkat koper sama tasnya..!!"


"Hand bag Ayu Bang???" Ayu memintanya karena Bang Huda menyampirkan tas itu di bahunya.


"Abang yang bawa. Kamu jaga badanmu saja..!!" pinta Bang Huda.


Ayu segera naik ke mobil dan beberapa saat kemudian Bang Huda ikut menyusul setelah mengunci pintu rumah.


"Ayo cepat jalan Madya..!!" ajak Bang Huda.


"Siap Dan..!!"


"Setiap hari kamu cek keadaan rumah ya..!! Ada bahan makanan juga kopi kalau kamu mau pakai selama saya tinggal. Nanti saya sampaikan sama Arial..!!"


"Siap Dan. Terima kasih banyak..!!" kata Bang Madya.


Mobil Bang Huda menuju luar kesatrian. Bertepatan saat itu mobil Bang Huda berpapasan dengan mobil seseorang yang ia kenal.


"Hooooeee.. kita ketemu di bandara ya..!!" teriak Bang Leo.


"Mau kemana pot?" tanya Bang Huda.


"Aku mau cuti ke Bali" jawab Bang Leo.


"B******n.. kenapa kamu ikut cutii?????" mendengar Bang Leo juga mau cuti, rasa kesal Bang Huda merangkak naik hingga ubun-ubun.


"Geya belum pernah ke Bali. Aku mau ajak dia jalan-jalan" teriak Bang Leo.


"Astagaaaaaa.. dosa apa ketemu dia?????"


Bang Huda menutup jendela mobilnya. Ia malas melihat Bang Leo dengan senyumnya yang membuatnya selalu jengkel. "Aseeemm.. kenapa ada makhluk macam Leo di dunia ini??"


Bang Madya tak sengaja melepas tawa mendengar Dankinya nggedumel sebab ia tau Danki selalu 'ribut' dengan Danki sebelah.


"Eehh Madya.. kamu tau nggak Danki B mau menginap di hotel mana?" tanya Bang Huda.


"Siap tidak tau Dan. Hanya sekilas info.. Danki B akan menginap di hotel dekat pantai J tapi di hari berikutnya karena Danki B akan terbang ke Jakarta lebih dulu"


"Oohh begitu ya??? Astaga.. ketemu dia lagi donk." Bang Huda menepuk dahinya.


-_-_-_-_-


Di bandara Ayu dan Geya duduk bersama. Kedua bumil terus mengemil apapun yang mereka sukai.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong.. kamu masih terlalu baru, kenapa sudah cuti?" tanya Bang Huda menegur Bang Leo di ruang smoking area.


"Ada keperluan sedikit disana. Biasa lah.. kalau mau istri nempel terus ya harus siap banting tulang kucurin dana" jawab jujur Bang Leo.


"Oohh.."


"Kamu sendiri, mau apa ke Bali?" tanya Bang Leo.


"Habiskan uang receh" jawab Bang Huda dengan sombongnya.


Bang Leo tertawa terbahak pasalnya ia tau lettingnya itu memang bukan orang sembarangan. "Yo wes, habiskan recehmu.. Nanti kalau aku kurang dana disini bisa pinjam lah. Hahahahha...!!!!" tawa Bang Leo semakin terdengar membahana.


"Oke, bunga lima persen untuk sahabat" jawab Bang Huda membuat tawa Bang Leo langsung pudar, hilang tak berjejak.


:


Bang Huda membawakan beberapa kotak susu ibu hamil siap minum dan beberapa camilan lagi untuk Ayu.


"Banyak sekali Bang?"


"Nggak apa-apa. Biar nggak lapar nanti di jalan." jawab Bang Huda.


Seruan pengeras suara sudah terdengar. Ayu dan Bang Huda naik pesawat.


"Aku duluan. Sampai ketemu di Bali" pamit Bang Huda.


"Oke broo.. hati-hati"


Ayu pun berpamitan dengan Geya kemudian meraih tangan Bang Huda yang menggandengnya.


...


Ayu nyaman sekali berada di dalam pesawat. Tidak ada suara bising apapun itu karena fasilitas yang di berikan pihak maskapai sangatlah istimewa.


"Selamat malam Pak, waktunya makan malam" sapa seorang pramugari.


"Iya mbak terima kasih"


Tak lama Bang Huda dan pramugari bernama Ella itu saling pandang namun keduanya saling membuang pandangan. Ayu pun melihat keduanya.


Pramugari itu meletakan banyak makanan di meja Ayu dan Bang Huda. "Silakan bapak dan ibu, kalau ada yang bisa saya bantu.. saya ada di belakang sana, kami siap melayani. Selamat malam" kata pramugari itu dengan formal kemudian meninggalkan Bang Huda dan Ayu.


"Cantik ya Bang" kata Ayu.


"Relatif"

__ADS_1


"Apa ayu juga tergolong relatif??"


"Jangan membahas hal yang tidak penting. Kalau sudah jadi istri berarti kamu sudah segalanya dan tidak ada lagi kata relatif" jawab Bang Huda terdengar kaku. Senyum pun tak nampak dari wajahnya.


Ayu terdiam. Mood nya hilang, rasanya tidak suka melihat pramugari dan Bang Huda saling menatap.


Tau sang istri tengah marah dan tidak suka, Bang Huda duduk merapatkan pinggang membujuk sang istri kecilnya. "Jangan di biasakan curiga dan cemburu..!!"


"Siapa dia?" tanya Ayu.


Melihat suasana tak lagi bisa menyelamatkan dirinya dan mengingat perjalanan kali ini adalah honey moon.. Bang Huda pun tak bisa mengelak lagi. "Mantan" jawabnya singkat.


"Banyak sekali mantanmu Bang, mungkin kambing di jalanan pun juga pacar Abang" ucap jengkel Ayu.


"Apa bedanya sama kamu?? Kamu kira Abang nggak tau berapa mantanmu. Si polisi Reskrim itu, belum lagi senior Abang, Mayor Heco litting Bang Anggara."


"Tapi Ayu nggak ada hubungan lagi sama mereka"


"Memangnya Abang ada hubungan lagi sama mantan??? Kalau Abang saja yang punya, bisa sampai satu tahun ke depan kamu bahas, Abang mana ada bahas mantanmu" jawab Bang Huda


"Jadi Abang diam-diam pengen punya hubungan lagi???"


"Wes.. weess.. cukup.. Jangan bahas ini. Kalau sudah begini salah lagi dah Abang"


Ayu diam dan memalingkan wajahnya. Ada rasa kesal memenuhi hatinya.


Bang Huda melirik Ayu.


Astagfirullah.. sudah nangis aja nih. Bisa buyar nih kalau nangis terus.


"Dek.." baru sedikit tangan Bang Huda menyentuh kulitnya tapi Ayu sudah menariknya.


"Sayang.." bujuk Bang Huda lagi.


"Apa 'sayang-sayang', Abang nggak sayang sama Ayu" jawab Ayu.


"Weess.. ajuur tenan to"


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2