Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Prolog


__ADS_3

"Masih gak nyangka, bener bener kayak mimpi." gumam Audy tersenyum seraya lanjut menulis diari, "gue Audy Leeanna akhirnya pacaran sama Aditya Yanan, cinta pertama dan satu satunya cowok yang gue suka sejak kecil."


Yanan datang dari kamar mandi lalu mengintip diari Audy.


"Nulis apaan si?" tanya Yanan menengok dari belakang Audy.


"Yanan..." ujar Audy menutup buku diarinya.


Kemudian Yanan tidur di pangkuan Audy sambil bermain game.


"Apaan sih? Manja deh.." kata Audy mencoba membangunkan Yanan tapi Yanan menolak.


"Sebentar aja... Paling nyaman tidur di sini..."


"Wekkk!! Gombal!"


"Serius," jawab Yanan.


Beberapa bulan sebelumnya.


Leeanna Audy atau yang biasa di kenal dengan nama Audy Leeanna adalah seorang anak perempuan yang sangat menyukai orang yang bernama Aditya Yanan.


Singkat cerita Audy sudah menyukai Yanan sejak kelas 4 SD. Bagaimana dia tidak suka karena Yanan adalah idola para siswa perempuan. Bagi Audy Yanan adalah anak paling tampan di angkatannya. Audy dan Yanan memiliki hubungan keluarga, yaitu kakek Yanan dan nenek Audy adalah saudara. Menegetahui mereka memiliki ikatan, Audy sering dengan sengaja memamerkan hal itu untuk membuat anak anak lain merasa iri. Namun sayangnya Yanan tak pernah mengakui Audy sebagai sepupunya, hingga malah membuat Audy merasa malu dan terdengar seolah olah dia mengada ada tentang hubungannya dengan Yanan.


Mereka lulus SD, Audy masih memiliki perasaan yang sama untuk Yanan. Awal semester kelas satu mereka tidak sekelas, namun karena ada perubahan sistem kelas mereka pun kembali menjadi teman sekelas di semester 2 hingga lulus. Namun saat kelas tiga SMP Yanan mulai berpacaran dengan Sindi teman sekelasnya yang juga teman dekat Audy.Sindi adalah mantan pacar Raka yaitu teman SD Yanan dan Audy.

__ADS_1


Audy berusaha iklash dan melepas perasaanya terhadap Yanan. Tapi sayangnya perasaanya tak bisa di hilangkan namun Audy juga berusaha tak menunjukan perasannya.


Lulus SMA, mereka masih satu sekolah namun beda kelas, nilai Audy lebih tinggi di banding yaitu Audy di nomor 70 dan Yanan di nomor 71. Hasilnya Yanan ada di kelas 10 7 bersama Sindi dan Audy di 10 6.


Audy merasa jarak mereka semakin jauh, melihat Sindi duduk di sebelah Yanan kadang membuat Audy merasa cemburu dan sedih, namun tak ada yang bisa dia lakukan selain diam dan pura pura senang. Namun terkadang Yanan melakukan sesuatu yang mengejutkan Audy, seperti tiba tiba Yanan mencium pipi Audy ketika sedang membuat tugas di rumahnya, Audy dulunya gaptek (gagap teknologi) sehingga Yanan membantunya begitu ada tugas TIK. Audy memperingatkan Yanan bahwa dia akan memberi tau Sindi kalau Yanan melakukan nya lagi tapi Yanan tak bergeming, sering kali Yanan melakukan hal itu dan lama kelamaan Yanan berani mencium bibir Audy. Yanan selalu memaksa Audy tapi Audy selalu membrontak. Yanan tau Audy tak akan berani memberi tau Sindi karena Sindi maupun orang lain tak mungkin percaya padanya. Audy berusaha sejarang mungkin minta tolong pada Yanan karena tau dia akan melakukan hal itu lagi jika melihat Audy. Audy dalam posisi yang serba salah merasa bingung, dia merasa takut dan malu untuk memberi tau orang lain tentang sikap Yanan.


Audy sudah tau sikap Yanan yang sesungguhnya namun tetap saja dia masih menyukai Yanan. Audy sering bicara pada Tuhan, "Tuhan... Kenapa sih aku jatuh cinta sama orang kayak dia? Di kehidupan lainnya aku gak mau jatuh cinta sama orang kayak dia lagi, orang yang bikin aku gak bisa jatuh cinta sama orang lain." Audy tak bisa menjalin hubungan dengan orang lain kemungkinan karena terjebak perasaanya pada Yanan. Audy sendiri belum yakin apa alasannya tak bisa mempertahkan hubungannya dengan orang lain. Meskipun terkadang Audy pacaran tapi hubungan mereka hanya berlangsung singkat sekitar satu minggu. Audy cepat merasa bosan dan kadang merasa bahwa pacaran itu beban sehingga dia tidak bisa bertahan dalam hubungan.


Hal itu berlanjut hingga mereka lulus SMA. Sindi dan Yanan masih bersama, mereka kuliah di kampus yang berbeda. Sedangkan Audy langsung bekerja di sebuah artshop baru dekat rumahnya. Awalnya Audy hendak kuliah tapi ayahnya sakit saat itu tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 18 dia pun menunda rencana kuliahnya karena keluarganya membutuhkan banyak uang untuk pengobatan ayahnya. Dia juga bahkan berenacana berhenti merayakan ulang tahun karena tepat setelah dia meniup lilin ayahnya sakit usai makan sedikit kue.


Setelah lulus SMA Audy dan Yanan jarang bertemu. Audy selalu sibuk bekerja sedangkan Yanan sibuk kuliah. Kini sudah 3 tahun sejak mereka lulus SMA. Tiba tiba Yanan dan Sindi putus. Hal itu memberi Yanan pukulan berat sehingga Yanan sempat depresi.


Entah apa yang Yanan pikirkan, dia mengajak Audy berkencan. Audy tau Yanan tak benar benar menykuainya dan hanya memanfaatkanya sebagai pelampiasan. Tapi karena perasaanya pada Yanan yang begitu dalam, Audy pun mau berkencan dengan Yanan karena Audy pikir suatu saat nanti Yanan juga akan menyukainya.


"Dy airnya udah mendidih..." ujar Yanan seraya menuangkan bumbu ke dalam mie instannya.


Kemudian Audy menuangkan air panas ke dalam cup mienya dan Yanan. Yanan segera menutup kedua cup mie itu agar matang lebih cepat.


"Mama pasti nanya kenapa gue gak pulang makan siang," ujar Audy


"Dia pasti ngira lo ngambek lagi.." ujar Yanan tertawa.


"Gara gara lo, kenapa sih mau makan siang bareng? Tumben banget!"


"Yaudah lain kali gue ajak makan malem bareng.."

__ADS_1


"Kayaknya udah mateng,"


Yanan kemudian membuka tutupnya, bersamaan Audy juga mengaduk mienya lalu mereka pun mulai makan.


Yanan sering mampir ke tempat kerja Audy, jaraknya tak terlalu jauh dari rumahnya.


Sore hari sekitar jam 6 Audy mulai membereskan artshop untuk menutup toko. Bosnya juga sedang tidak ada di rumah, dia juga menutup restoran karena sudah beberapa bulan tidak ada tamu karena masih PSBB.


"Lo pulang aja duluan, gue bawa motor.." kata Audy


"Gue anterin..." jawab Yanan.


"Terserah lo aja deh.."


Audy pulang dengan motornya sedangkan Yanan mengikutinya dari belakang sambil naik motornya. Sampai di depan rumah Audy, Yanan membunyikan belnya lalu lanjut pulang.


Audy sarapan bersama keluarganya, seperti biasa ibunya memasak nasi goreng untuk sarapan.


"Katanya Yanan bakal berangkat ke kapal pesiar, kamu gimana? Gak tertarik Sian?" tanya Tari ibu Audy.


Audy terkejut mendengar kabar itu, "Yanan ma?"


"Iya..."


"Sian gak usah berangkat ke kapal, biarin aja dia kerja di rumah..." kata Agus ayah Audy.

__ADS_1


"Mama juga bercanda,"


"Aku udah suka di rumah diminta keluar, dulu pas aku di luar diminta ke rumah, maunya apa sih?" ujar Sian adik laki laki Audy.


__ADS_2