Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Get well soon


__ADS_3

Malam pun tiba Audy ragu ragu membangunkan Sho untuk makan malam, kemudian Audy mengetuk pintu lalu masuk ke kamar Sho, ternyata Sho masih tidur, Audy menghampirinya dan tak sengaja menjatuhkan buku dengan suara yang cukup keras tapi Sho tidak bergeming. Audy mendekati Sho setelah menaruh buku itu kembali, wajah Sho tampak pucat lalu Audy segera menyentuh dahinya dengan punggung tangannya. Suhu tubuh Sho cukup panas dan Audy segera mengambil plester pereda demam lalu menempelkannya di dahi Sho.


"Sho... Makan malam dulu," kata Audy seraya menepuk tangan Sho.


Sho tak menjawab dan hanya bergumam tak jelas. Audy yakin Sho pasti tak akan bisa makan malam ini, Audy pun meninggalkan Sho supaya dia bisa beristirahat.


Sesaat kemudian Audy kembali ke kamar Sho sambil membawa handuk kecil dan seember air hangat kuku untuk mengompres Sho. Audy memasukan haduk kecil ke dalam air hangat lalu memerasnya, kemudian menempelkannya di ketiak Sho. Audy ingat ketika papanya deman saat opname di rumah sakit, perawat memintanya melakukan ini pada papanya agar demamnya cepat turun.


Audy begadang untuk mengganti kompres Sho, sekitar jam tiga pagi ketika panas Sho sudah turun, Audy pergi ke sofa untuk tidur karena sangat mengantuk.


Pagi harinya ketika Sho terbangun dia merasa ada yang janggal pada ketiaknya, dia pun mengambil handuk di ketiaknya lalu menyentuh dahinya yang masih tertempel plester pereda demam.


Sho keluar dari kamarnya dan melihat Audy masih tertidur di sofa. Kemudian Sho pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Mendengar suara air mengalir Audy pun terbangun. Audy melihat ke arah jam, jarum menunjukan pukul delapan. Audy kaget lalu bergegas bangun dan pergi ke kamar mandi. Dia lupa Sho ada di kamar mandi. Untungnya Sho hanya sedang mencuci muka meskipun Sho juga sama terkejutnya.


"Sho sudah jam delapan, sudah terlambat sekolah.." kata Audy khawatir.


"Tidak apa apa Audy, saya masih sedikit pusing jadi saya tidak pergi ke sekolah hari ini." kata Sho.


Audy menghembuskan nafas lega lalu ingat dengan situasi.


"Maaf saya tidak sengaja masuk," kata Audy kemudian perlahan keluar kamar mandi lalu menutup pintunya.


"Huhhh malu banget..." kata Audy lalu pergi ke dapur.


Audy membuat bubur untuk Sho, ketika bubur hampir matang Audy menambahkan sedikit gula merah dan garam ke dalamnya lalu di aduk kembali. Ketika Sho datang bubur buatan Audy sudah matang.


"Sho hari ini makan bubur ya," kata Audy menaruh semangkuk bubur di depan Sho.


"Iya," kata Sho sebelum mulai meniup bubur di sendoknya.


Audy mengambil susu dari kulkas lalu menuangkannya ke gelas.


"Silakan," kata Audy seraya menaruh susu di depan Sho.


"Makasih..."


"Sama sama." jawab Audy tersenyum.


"Kemarin terimakasih ya sudah merawat saya.." kata Sho sedikit tersenyum.


"Ohh iya, sekarang masih panas?" tanya Audy.


"Tidak," jawab Sho.


"Bagus..." ujar Audy.

__ADS_1


"Audy..." teriak seorang wanita memanggil Audy dari luar.


"Saya lihat dulu ya," kata Audy lalu keluar.


"Audy," ujar Grace begitu Audy membuka pintu.


"Grace, what's wrong," kata Audy. ( Grace, apa yang salah)


Grace memeluk Audy, "Can you take me to the airport?" (Bisakah kamu membawa saya ke bandara)


"What happens? Tell me," (apa yang terjadi? Beritahu saya)


"I can't stay here anymore, he really doesn't care about me, i want back home," ( saya tidak bisa tinggal disini lagi, dia benar benar tidak peduli pada saya, saya mau pulang.)


"Ok, wait a moment, i'll take you to the airport." (Ok tunggu sebentar, saya akan membawamu ke bandara.)


Audy kembali ke dalam, lalu mencuci wajah dan mengambil jaket, hp, dompet dan kunci mobil.


"Sho, saya mau antar teman saya ke bandara, boleh saya pergi?" tanya Audy.


"Boleh saya ikut? Saya juga mau beli sesuatu di luar." kata Sho.


Audy mengangguk lalu keluar dan disusul Sho. Audy segera mengunci pintu dan menghampiri Grace.


"Sho ini Grace teman saya, Grace this is Sho my boss." (Grace, ini Sho bos saya.)


"Audy, thank you for everything," (Audy, terimakasih untuk semuanya)


"You're welcome, you can call me anytime, you have my number," (Sama sama, kamu bisa menghubungi saya kapanpun, kamu punya nomor saya)


Grace mengangguk, dia pun memeluk Audy sesaat lalu pergi, Audy dan Sho melambaikan tangan sambil tersenyum lalu Grace pun tersenyum balas melambaikan tangan.


Grace kembali pulang ke negaranya, yaitu Thailand negeri gajah putih. Saat itu Audy sadar meskipun menjadi cantik dan kaya tidak menjamin bahwa kita bisa mendapatkan orang yang kita inginkan. Setahu Audy Grace adalah anak seorang pemilik resorts besar di Bangkok. Ayahnya memberikannya tiket kapal pesiar untuk ulang tahunnya ke-20 tahun, siapa sangka akhir libuarannya berakhir seperti ini.


"Sho mau kemana?" tanya Audy seraya menyetir.


"Saya mau beli buku, saya juga mau makan sushi." kata Sho.


"Ohh oke," jawab Audy.


Audy mengantar Sho pergi ke toko buku, dia juga berkeliling melihat lihat kalau kalau ada buku yang menarik baginya. Audy dan Sho terus berjalan berdampingan. Sesekali mereka curi curi pandang. Entah kenapa belakangan ini Audy merasa Sho sangat tampan, khususnya kemarin ketika dia tiba tiba datang ke restoran.


"Sudah selesai?" tanya Audy.


"Sudah," jawab Sho.

__ADS_1


Mereka pun pergi ke kasir, tak sengaja dalam perjalanan ke kasir Audy melihat buku buku Harry Potter, itu membuatnya teringat pada Yanan.


"Mau buku Harry Potter?" kata Sho.


"Saya sudah punya," kata Audy tersenyum.


"Ohh..." gumam Sho mengangguk.


"Tapi saya mau yang ini," kata Audy mengambil buku di sebelahnya.


"Itu buku thriller," kata Sho.


"Iya, saya suka cerita thriller,"


"Ohh..."


"Ayo,"


Mereka pun membayar buku di kasir lalu petugas memberikan mereka tas berisi buku buku mereka.


"Terimakasih..." kata petugas kasir.


Audy dan Sho tersenyum membalasnya.


Setelah itu mereka pergi ke restoran makanan Jepang. Sho yang sejak tadi mengidamkan sushi sangat senang begitu mendapatkannya. Audy tak terlalu suka sushi jadi dia memesan udon.


"Audy mau coba sushi?" tanya Sho seraya minum jus nanas.


"Boleh," kata Audy lalu mengambil sepotong sushi menggunakan sumpit.


Meskipun sudah sering memakai sumpit tapi dia merasa kaku ketika bersanding dengan Sho yang mahir menggunakan sumpit.


"Bagaimana?" tanya Sho setelah Audy memakan sushi.


"Enak," jawab Audy tersenyum meskipun tidak terlalu suka dengan rasanya. " Sho juga silahkan coba udon,"


"Iya," kata Audy lalu memakan sesuap udon.


Melihat Sho Audy berpikir bahwa Sho tidak sedingin yang dia pikirkan sebelumnya, Sho memang anak yang pendiam dan tertutup tapi pada Audy dia cukup banyak bicara. Asaka bilang Sho susah bergaul dengan orang tapi dengan Audy Sho sangat mudah bergaul, begitu kata Asaka karena biasanya Sho tidak mau mengobrol dengan orang lain.


Saat itu sebuah pesan masuk untuk Audy. Adiknya mengirim pesan, meminta Audy membawa Sho untuk makan bersama nanti malam.


"Sho, nama saya ingin mengajak Sho untuk makan malam, bagaimana?" tanya Audy.


"Ohh iya terimakasih, nanti saya datang." kata Sho.

__ADS_1


"Oke..." kata Audy lalu membalas pesan mamanya.


__ADS_2