Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
His Friend


__ADS_3

Dy, sana makan dulu," kata mama Audy.


"Iya ma..." kata Audy lalu mengambil sesendok nasi dan sedikit lauk pauk.


"Kamu kenapa?"


"Gak kok ma,"


"Bengong terus dari tadi,"


"Capek aja, pengen tidur." kata Audy.


Audy merasa tidak bersemangat hari ini, dia hanya ingin tidur tapi dia harus menjemput Sho nanti. Audy berbaring di sofa hendak tiduran sesaat tapi akhirnya dia lupa bangun.


Sho yang baru pulang sekolah menghampiri Audy yang sedang tertidur lelap. Audy merasakan kehadiran seseorang di dekatnya, dia pun segera bangun. Betapa terkejutnya dia saat membuka mata, Sho berdiri di hadapannya.


"Sho!" kata Audy, "Pulang sama siapa? Maaf saya telat jemput, saya ketiduran."


"Tidak apa apa, hari ini saya pulang dengan teman saya, saya sudah kirim pesan pada Audy." kata Sho.


"Ohh, saya tidak tau," kata Audy.


"Audy, tolong buatkan minum untuk teman saya, saya mau ganti baju."


"Iya, dimana dia?" tanya Audy


"Di ruang tamu,"


"Oke." jawab Audy bergegas pergi ke dapur.


Audy membuatkan lemonade untuk Sho dan temannya, juga beberapa camilan.


"Audy... Ada tamu di artshop." kata Panji memanggil Audy dari luar.


Audy bergegas pergi ke artshop untuk melayani tamu yang berkunjung. Ketika Audy sedang menjelaskan suatu produk pada para tamu, teman Sho yang sedang berkeliling tidak sengaja melihat Audy, dia tersenyum sambil melihat Audy saat bicara dengan para tamu. Sesaat kemudian saat berbalik untuk membungkus barang Audy melihat teman Sho, dia tersenyum ramah menyapanya selama sesaat. Kemudian teman Sho menghampiri Sho ke kamarnya.


Setelah para tamu pergi Audy kembali ke dapur untuk membuat lemonade. Sho dan temannya sudah duduk di ruang tamu. Setelah dilihat dari dekat, teman Sho sangat tampan, tubuhnya juga tinggi seperti seorang atlet, dan gaya berpakaiannya sangat keren dan modis, dia memakai celana jeans pendek berwarna hitam dan kemeja putih, dia memakai sepatu sneakers berwarna putih. Audy berjalan menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi dua gelas lemonade dan beberapa camilan.


"Audy..." ujar teman Sho menatap Audy sambil tersenyum kecil.


"Yes," jawab Audy menaruh nampan itu di meja.


"Aku Davin, teman sekelas Sho." katanya mengulurkan tangan.

__ADS_1


"Ohh hi.." jawab Audy seraya menjabat tangan Davin.


"Sho sering cerita tentang kamu,"


"Ohiya?" ujar Audy tersanjung.


"Audy silakan duduk juga," kata Sho.


"Iya," jawab Audy lalu duduk. "Silakan di minum,"


"Iya terimakasih," kata Davin lalu meminum lemonade buatannya.


"Iya," jawab Audy.


"Audy kerja disini sejak kapan?" tanya Davin.


"Sejak lulus SMA, sekitar 4 tahunan."


"Ohh tadi aku lihat, bahasa inggris kamu bagus, kenapa gak kuliah?" tanya Davin.


"Ohh, kebetulan waktu lulus SMA ayah sakit jadi langsung kerja, kebetulan Asaka butuh karyawan,"


"Ohh, kenapa gak sekarang aja? Kalo kamu mau aku bisa bantu kamu kuliah. Kamu pilih apapun yang kamu mau."


"Tetep aja kasihan, kamu pinter, apa gak pengen kuliah dan cari pekerjaan yang lebih kamu sukai."


"Jujur aja kadang kadang aku bimbang. Aku suka kerja di sini tapi aku juga pengen kerja ke Jepang, cari pengalaman baru, kerja sambil liburan. Tapi aku gak yakin harus gimana, aku gak tau itu pilihan yang tepat. Kalo aku kesana aku akan kehilangan pekerjaanku yang disini."


"Ohh... Pikirin aja baik baik, kalo butuh bantuan bilang sama aku,"


"Iya makasih ya.."


Sho hanya diam tampak bosan mendengarkan percakapan Audy dan Davin.


"Ohiya, ini aku ada beli cake," kata Davin lalu mengambil cake di tasnya.


Davin membawa beberapa cake dengan varian rasa yang berbeda, ada yang rasa cokelat, stroberi, lemon dan keju.


"Wahh cheese cake," gumam Audy.


Davin memberikan Audy sepotong cheese cake itu lalu Audy segera mengambil garpu dan mencobanya. Begitu cheese cake itu sampai di mulutnya, Audy merasa kue itu meleleh di mulutnya, lembut, halus, sedikit manis, benar benar enak. Audy tak bisa mengungkapkannya dengan kata kata.


"Audy saya mau coba juga." kata Sho.

__ADS_1


"Ohh silakan," kata Audy.


"Kalian terdengar sangat kaku, kalian selalu bicara seperti itu?" tanya Davin.


Audy sedikit tertawa, "Iya... Ngomong ngomong bahasa kamu sangat bagus," kata Audy.


"Ohh saya sudah lama tinggal disini, sekitar 10 tahun, jadi sudah biasa."


"Ohh,"


"Dia tinggal disini sejak ayahnya menjadi kepala sekolah," kata Sho.


"Ohh kepala sekolah,"


"Ayahnya adalah pemilik internasional school tempat saya sekolah." kata Sho menambahkan.


"Wahh... Hebat, lalu bagaimana kalian berteman?" tanya Audy.


"Kami satu kelas," kata Davin.


"Kalian pasti sangat dekat," kata Audy. "Sho tidak pernah membawa temannya pulang."


"Itu karena dia tidak punya teman, aku kesini karena ingin mengerjakan tugas kelompok. Kami berdua di kenal introvert, entah bagaimana kami bisa di jadikan kelompok. Coba pikir bagaimana dua orang introvert bisa jadi kelompok?"


Audy menggeleng pelan.


"Saat pemilihan kelompok hanya sisa kami berdua yang diam tidak mencari partner."


"Ohhh... Tapi dari yang aku lihat sepertinya kau bukan seorang introvert, bahkan kamu cukup humoris."


"Itu tergantung pada siapa, mungkin kamu satu satunya yang aku ajak bicara."


Sho tak tahan mendengarkan Davin mencoba menggombal pada Audy lalu dia menaruh gelasnya dengan sedikit kasar hingga Audy dan Davin bersamaan melihatnya.


"Ini mungkin tugas terakhir kami, beberapa hari lagi sudah mau ujian akhir." ujar Sho.


"Ohh kalo gitu saya ke toko dulu kalian silakan buat tugas." kata Audy.


Sho dan Davin tersenyum lalu Audy pergi.


Audy sedang bergadang menulis novel online nya, meskipun mengantuk dia tidak berhenti karena harus mengejar target. Hasilnya Audy malah ketiduran di atas laptop nya sehingga tak sengaja terus mengetik huruf yang di tidurinya.


Langit mulai terang, sebentar lagi matahari akan terbit, Sho sudah bangun lalu segera beranjak dari tempat tidurnya, saat keluar dari kamarnya, Sho melihat Audy yang ketiduran di meja, Sho mendekatinya lalu memandang Audy beberapa saat. Dia memperhatikan mata Audy yang tertutup telihat sangat lembut, sudut bibir Audy yang sedikit terangkat seolah olah dia bermimpi indah, kemudian Sho beralih melihat rambut Audy, rambutnya tidak lurus juga tidak keriting, dan sedikit ber volume, Sho baru sadar Audy selalu menggunakan ikat rambut dengan hiasan bintang berisi gliter berwarna emas yang di berikannya dulu.

__ADS_1


Tiba tiba alarm Audy berbunyi dan mengagetkan Sho, Audy pun terbangun dan Sho berpura pura berjalan keluar menuju kolam renang. Audy yang masih mengantuk mengusap matanya beberapa kali, lalu dia memegang lehernya karena terasa agak pegal akibat ketiduran di meja.


__ADS_2