
Begitu Audy masuk kamar, dia menaruh tasnya di meja rias. Kopernya sudah disana. Audy berjalan menuju pintu kaca, dia keluar lalu menikmati udara sejuk dengan pemandangan kota yang tenang.
Audy membuka kopernya dan memasukan pakaiannya ke dalam lemari. Dia menggantung sebuah dreamcatcher buatannya di dekat tempat tidur. Audy mengambil handuk dan pakaian ganti lalu keluar, dia pergi kamar mandi lalu bertemu Sho yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Mau mandi?" tanya Sho.
"Iya," jawab Audy agak kaku karena takut ketahuan Asaka dan Riku.
Waktu makan malam tiba, Asaka telah menyiapkan makan malam, Audy segera turun usai mandi, Asaka, Riku dan Sho sudah menunggunya di meja makan. Audy segera duduk di antara Sho dan Riku. Meja dipenuhi dengan makanan khas Jepang, ada tempura, donkatsu, salad, tamagoyaki, sup ayam kentang dan masing masing semangkuk nasi.
"Audy silakan coba," kata Asaka tersenyum ramah seraya mengambil sumpit.
Untungnya Audy sering memakai sumpit jadi dia tidak khawatir.
"Itadakimasu." kata mereka sebelum makan.
Audy pun mulai mengambil mangkuk nasinya, kemudian mengambil tempura menggunakan sumpit, dia pun mulai makan bersama yang lain.
"Enak sekali..." kata Audy tersenyum.
"Silakan makan yang banyak," kata Asaka.
"Audy coba ini juga," kata Riku menaruh sepotong donkatsu di mangkuk Audy.
Audy mengangguk lalu memakannya, kemudian Sho mengambil tamagoyaki dan menaruhnya di mangkuk Audy.
Asaka dan Riku saling pandang, mereka merasa ada yang berbeda dengan Sho, tidak biasanya Sho mengmbilkan makanan untuk seseorang.
"Terimakasih..." kata Audy.
"Silakan," kata Sho.
"Hari pernikahan Riku masih 1 minggu lagi, jadi Audy bisa jalan jalan.." ujar Asaka sebelum menyuap nasi.
"Iya,"
"Nanti sama Sho, atau saya."
"Iya,"
Audy sedang menikmati pemandangan indah di balkon, Riku telah pergi ke kamarnya, sedangkan Asaka sedang beristirahat di kamarnya. Sho datang menghampiri Audy sambil membawa sekaleng pocari.
"Pemandangan rumah kamu bagus," kata Audy seraya membuka kaleng pocari itu lalu meminumnya.
"Besok kita jalan jalan," kata Sho.
Audy mengangguk senang kemudian Sho mengambil pocari dari tangan Audy dan meminumnya.
"Kiss," ujar Sho tertawa kecil.
__ADS_1
Asaka sedang naik tangga saat melihat Sho tertawa, Sho sangat jarang tertawa sehingga Asaka sangat bahagia melihatnya. Asaka pun menghampiri mereka sambil membawa semangkuk buah jeruk.
"Ma..." gumam Sho begitu Asaka tiba.
"Ini jeruk manis, ayo makan," kata Asaka senang kemudian menaruh mangkuk berisi jeruk itu di meja lalu duduk.
"Terimakasih," kata Audy seraya duduk di sebelah Asaka.
"Sudah malam kalian lihat apa, kenapa belum tidur?" tanya Asaka.
"Ohh... Pemandangan malam disini sangat bagus." jawab Audy.
"Iya... Saya juga suka." kata Asaka.
"Ma kenapa belum tidur?" tanya Sho.
"Mama ambil air ke dapur dan dengar kalian mengobrol, jadi mama bawa jeruk kesini, jadi... Mama akan tidur sekarang, kalian juga.."
"Iya," jawab Audy.
Sho hanya mengangguk lalu Asaka kembali turun ke kamarnya. Audy dan Sho juga kembali ke kamarnya untuk istirahat.
Sampai di kamarnya Audy segera menghubungi keluarganya, karena sudah malam mereka hanya bicara sesaat.
"I'm in Japan. Audy... You already in Japan!" gumam Audy sebelum tidur.
"Selamat pagi," sapa Audy.
"Pagi... Audy kenapa sudah bangun," tanya Asaka.
"Saya bangun seperti biasa,"
"Saya ingin kencing jadi saya bangun,"
"Iya, saya akan buatkan sarapan ya,"
"Tidak apa apa, sudah ada pelayan."
"Iya saya bantu," kata Audy.
"Terimakasih," kata Asaka lalu pergi ke kamar mandi.
Audy membuat sarapan simpel dengan bahan yang ada di kulkas, dia berusaha memasak tanpa menimbulkan suara supaya Sho dan Asaka tidak terganggu. Audy mengambil dua butir telur, gula, tepung terigu, margarin, pisang dan susu. Pertama dia mengambil mangkuk dan memecahkan dua butir telur tadi, kemudian menambahkan gula dan mulai mengaduknya, setelah itu dia menambahkan susu dan kembali mengaduknya, kemudian dia menambahkan tepung terigu dan mengaduknya lagi sampai rata hingga teksturnya kental. Setelah adonannya siap Audy pun memanaskan teflon dan menaruh margarin di atasnya, margarin itu meleleh tanda teflonnya sudah panas, Audy pun menuang sedikit adonan dan memutar teflon itu supaya adonanya rata, kemudian menaruh irisan pisang di atasnya, setelah di balik pancake pisang buatan Audy sudah matang. Aroma pancake itu tercium hingga ke kamar Sho, Sho yang enggan bangun langsung beranjak dari ranjangnya begitu mencium aroma pancake itu.
"Audy, ada pancake ya." kata Sho seraya turun tangga.
"Iya," kata Audy.
Asaka baru keluar dari kamar mandi, dia juga menghampiri Audy ke dapur. Sho mengambil piring lalu menaruhnya di meja makan.
__ADS_1
"Riku sudah bangun?" tanya Audy.
"Mungkin belum," jawab Asaka.
"Ohh saya panggil ya," ujar Audy lalu melepas celemeknya.
"Terimakasih," jawab Asaka.
Setelah sampai di depan kamar Riku, Audy mengetuk pintu dua kali, "Riku, sarapan sudah siap," kata Audy.
Riku membuka pintu, terlihat jelas dia baru bangun. "Iya, saya turun sekarang." kata Riku.
Mereka berempat duduk mengelilingi meja makan, masing masing piring sudah berisi pancake hangat buatan Audy. Sho menambahkan madu di atas pancakenya lalu mulai makan.
"Enak," kata Asaka setelah mencoba pancake itu.
"Terimakasih," kata Audy.
"Saya mau lari pagi sebentar, Audy mau ikut?" tanya Riku.
"Iya, saya ikut." jawab Audy bersemangat. "Sho ikut?"
Sho mengangguk lalu menjawab, "ikut,"
Asaka dan Riku sedikit heran karena biasanya Sho tidak mau ikut lari pagi.
Mereka pun mulai lari, sambil berlari Audy melihat pemandangan sekitar, musim semi yang begitu indah, langit cerah berawan, bunga bunga sakura bermekaran di sepanjang jalan, "Pantas saja negeri ini dijuluki sebagai negeri sakura" pikir Audy.
"Pemandangan di sini bagus sekali..." ujar Audy agak terengah engah.
"Sekarang musim semi, Audy beruntung bisa lihat bunga bunga sedang bermekaran," kata Riku.
"Bisa berhenti sebentar?" tanya Sho lalu berhenti dan memegangi lututnya.
Mereka pun berhenti untuk beristirahat sejenak, Audy segera menghampiri Sho dan memberikannya air, setelah Sho minum Audy menuntunnya untuk duduk di pinggir, Audy memberikan Sho handuk kecil untuk mengusap keringatnya.
"Biasanya Sho tidak pernah lari, jadi cepat capek karena tidak suka olahraga." kata Riku.
"Tapi Sho suka berenang dan badminton," kata Audy.
"Ahh iya, bagaimana saat dia tinggal di sana? Apa dia hanya diam di kamarnya dengan ac nya?" tanya Riku.
"Tidak, Sho sering main badminton dengan saya,"
"Ohh..." jawab Riku mengangguk angguk sambil memegang pinggangnya.
"Sudah cukup jauh, ayo kembali sekarang." kata Sho.
Mereka pun berlari kembali menuju rumah, Audy tak sengaja terjatuh karena tali sepatunya lepas, pakaiannya yang serba putih jadi kotor karena jatuh, lututnya juga terluka.
__ADS_1