Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
This love


__ADS_3

"Sekarang lo coba," kata Arya.


"Pegangin gue ya, gue takut jatuh." ujar Audy.


"Iya, pelan pelan aja, pertama naikin satu kaki ke atas papan skateboard terus satunya lagi jalan, gitu aja dulu awalnya."


"Oke..." kata Audy lalu menaikan satu kakinya ke atas papan skateboard.


Arya memegang tangan Audy untuk membantunya seimbang. Kemudian Audy mulai berjalan dengan sebelah kakinya sedangkan laki yang satunya mendorong skateboard supaya ikut meluncur.


Audy terus melakukan itu berulang kali, begitu dia seimbang Arya melepaskan tangannya lalu Audy pun meluncur sendirian. Perlahan lahan Audy bisa menaikan kedua kakinya ke atas papan skateboard. Arya terlihat senang ketika Audy berhasil. Mika juga tertawa senang melihat Audy menaiki skateboard.


"Kak Audy pintar!!" teriak Mika.


Audy tertawa hanya pelan karena takut terjatuh.


"Bye bye..." kata Mika masuk ke rumah sambil tersenyum melambaikan tangan.


Audy dan Arya balas melambaikan tangan.


"Ikut gue yuk," kata Arya menarik tangan Audy.


"Kemana? Udah hampir malem.." tanya Audy.


Arya membawa Audy ke suatu tempat, sebuah tempat yang ada di atas bukit. Ini adalah kali pertama Audy datang ke sana, dia merasa takjub dengan pemandangan indah di malam hari dari sana.


Dari atas sana mereka bisa melihat lautan bintang berkelap kelip dari cahaya lampu lampu. Sungguh mengesankan, di bawah sana benar benar seperti lautan bintang. Audy tak mampu berkata kata untuk mengungkapkan keindahannya.


"Wow..." ujar Audy, "Bagus banget!"


"Lo suka?" tanya Arya.


"Iyalah, pemandangan sekeren ini siapa yang gak suka coba! Fotoin gue dong,"


"Oke oke,"


Audy tersenyum menghadap kamera dengan background lautan bintang yang indah, Arya pun mengambil foto Audy beberapa kali. Setelah itu mereka berdua selfie bersama. Mereka duduk di sebuah kursi kayu sembari melihat hasil foto foto tadi.


"Gue gak tau ada tempat seindah ini," ujar Audy.


"Lain kali gue ajak lo ke tempat yang lebih indah," kata Arya.


Audy tersenyum memandang layar hp nya.

__ADS_1


"Dy, gue mau bilang sesuatu,"


"Hm?" ujar Audy berhenti melihat foto foto.


"Gue."


"Sebelum lo bilang," kata Audy menyela ucapan Arya.


"Hm?"


"Gue seneng kita temenan, gue punya seseorang yang bisa gue ajak curhat tentang hal yang gak bisa gue ceritain ke orang lain, Gue gak mau itu berubah, dan gue juga gak mau kehilangan lo." kata Audy sambil memegang bahu Arya.


"Jadi lo tau apa yang mau gue bilang," kata Arya terlihat sedih.


"Semua akan berubah begitu lo bilang, Gue gak mau suasana jadi canggung karena itu, dan tentunya gue juga gak mau kehilangan temen kayak lo.."


Arya diam sesaat kemudian dia menjawab Audy. "Gue gak bisa bilang apa apa lagi, kalo emang itu mau lo, gue ikutin." jawab Arya di akhiri senyuman.


"Makasih Ya.." kata Audy tersenyum lega.


Waktu terus berlalu, sudah hampir satu tahun Sho tinggal di LA. Pada saat liburan semester satu dia tidak pulang karena sangat sibuk, Audy sudah tak punya kata kata lagi untuk mengungkapkan betapa dia merindukan Sho. Mereka hanya melakukan video call sekitar tiga empat kali dalam sebulan, Audy tak mengeluh karena dia mengerti betapa sibuknya seorang mahasiswa di tahun pertama.


Asaka akan pergi ke LA bersama Mika untuk menengok Sho dan sekalian berlibur. Audy mengantar mereka ke bandara pagi itu. Asaka memeluk Audy dengan erat sebelum pergi, Mika pun tampak sedih untuk meninggalkan Audy.


"Iya, sampai jumpa Kak Audy..." jawab Mika.


"Sampai jumpa.." jawab Audy.


"Saya pergi ya, tolong jaga rumah, restoran dan art shop saya." kata Asaka.


"Iya, hati hati..."


"Audy juga hati hati," ujar Asaka lalu memeluk Audy untuk yang terakhir kalinya sebelum pergi. "Sampai jumpa..."


"Sampai jumpa..." ujar Audy melambaikan tangan.


Audy sangat ingin bertemu dengan Sho, tapi tak ada yang bisa dia lakukan, terkadang Audy berpikir, apakah Sho merindukannya seperti bagaimana dia merindukan Sho?


Setelah menutup art shop Audy pergi ke kamar Sho. Audy melihat buku buku Sho yang berjejer rapi di rak. Audy mengambil salah satu buku, buku itu berjudul "The Emipire of Ashes". Audy merasa tertarik karena buku itu memiliki cover yang terkesan seperti buku Harry Potter. Audy duduk di lantai tepat di bawah jendela, dia pun membaca buku itu. Sesaat kemudian Arya datang.


"Gue tau lo pasti ada di sini," kata Arya.


"Ada apa?" tanya Audy.

__ADS_1


"Gue pikir lo butuh seseorang,"


"Hhh Ya,"


"Gue cuma mau nemenin lo karena gue tau lo lagi sedih, tapi gue gak akan maksa lo buat suka gue kok, gue juga gak akan berharap jadi lo tenang aja."


Audy mengangguk lalu Arya duduk di sebelahnya.


"Baca apaan?"


"Buku cerita,"


"Ohh... Gue jadi penasaran kenapa lo sering ke sini kalo merasa sedih, jadi ternyata karna ini.."


"Hah?"


"Lo ke sini untuk menenangkan diri dengan baca buku kan,"


"Ya bisa di bilang gitu."


"Lo mau cerita?"


"Hmm gue gak tau harus mulai dari mana,"


"Mulai dari hal yang sekarang lagi lo pikirin."


"Ya, gue mau kasi tau lo sesuatu."


"Apa?"


"Dulu gue punya pacar, dia cinta pertama gue. Gue bener bener gak nyangka akan jadian sama dia, saat itu adalah waktu waktu paling bahagia, tapi ternyata gue cuma pelampiasan." ujar Audy bercerita sambil sesekali tersenyum.


"Cuma pelampiasan?"


"Hmm.. Dia tuh cinta banget sama mantannya, ya maklum lah mereka pacaran udah lama hampir 7 tahunan. Gue tau sebetapa cintanya dia sama mantannya tapi gue tutup mata, pura pura buta, berharap suatu hari nanti dia akan jatuh cinta beneran sama gue. Gue akan lakuin usaha apa pun supaya suatu saat nanti dia akan lihat gue dan balik suka sama gue. Tapi ternyata sia sia, itu kesalahan terbesar gue karena berpikir kayak gitu, gue yang terlalu suka dia sampe gak mau terima kenyataan kalo gue cuma jadi pelampiasan."


Audy menarik nafas panjang lalu Arya mengusap bahunya.


"Gue rasa gue gak bisa jatuh cinta sama orang lain. Gue udah cinta sama dia lebih dari 12 tahun. Saat saat itu gue bener bener kacau. Gue pengen jatuh cinta sama orang lain tapi gak bisa, yang muncul di pikiran gue setiap saat cuma dia, belum lagi gue terus mimpiin dia, gue takut gue gak akan bisa jatuh cinta lagi." kata Audy di akhiri air matanya yang terus menetes.


Arya tak tahan melihat Audy sedih, dia merangkul bahu Audy dan menyandarkan kepala Audy di pundaknya.


"Gue takut gue gak bisa suka orang lain... Dia terus muncul setiap saat dan itu bikin gue jadi gila!" teriak Audy.

__ADS_1


__ADS_2