
Audy memperhatikan wajah orang itu dan merasa orang itu terlihat familiar, "Ohh pacarnya Vani kan! Nyari Vani? dia gak ada, udah janjian?" tanya Audy dengan cepat hingga membuat orang itu tak sempat menjawab.
"Bukan bukan, cuma mau nanya jalan," kata Heri.
"Ohh... Kirain ada janji sama Vani,"
"Gak, aku udah lama putus sama dia kak,"
"Kak, dia manggil gue kak? Dia lebih kecil dari gue?" tanya Audy dalam hati heran.
"Kak," ujar Heri
"Ohh... Aku gak tau kalian udah putus,"
"Udah lama kak, dia yang mutusin."
"Ohh... By the way mau nanya jalan kemana?"
"Ini alamatnya kak," kata Heri menunjukan sebuah alamat yang ada di hp nya.
"Ohh... Sekarang lurus aja, terus habis lewat jembatan kedua kamu belok kanan, trus kiri, habis itu lurus lagi." kata Audy.
"Ohh makasi ya kak,"
"Sama sama,"
"Mau ke rumah temen soalnya,"
"Ohh... Mau minum dulu?"
"Gak usah repot kak, "
"Gak papa," kata Audy memberikan sekaleng pocari pada Heri.
Kemudian Heri duduk dan mengobrol beberapa saat dengan Audy.
"Dia bilang aku kurang peka, misalkan aku ajak jalan kan dia minta makan terus aku minta dia milih tempat gak mau, terus kan aku ajak dia ke tempat favorit aku tapi dia gak suka terus ngambek. Dia juga maunya di tempat yang mahal mahal," kata Heri.
"Ohh gitu... Hmm Heri maaf ya tapi aku harus pulang," ujar Audy merasa tak bermaksud mengusir Heri.
__ADS_1
"Oh iya maaf kak, aku pergi sekarang."
"Iya.."
Heri pun pergi sambil naik motornya.
"Aneh, kenapa juga dia ngobrol lama lama padahal ada janji sama temennya." gumam Audy dalam benaknya.
"Itu namanya modus!" kata mama Audy setelah Audy menceritakannya.
"Modus?" tanya Audy
"Iya, gak mungkin dia gak tau alamatnya, dia tuh emang pengen deketin kamu,"
"Ahh mama kepedean, masak mau deketin aku,"
"Kenapa, kamu cantik kok, apalagi bodi kamu,"
"Hmm masak dia ngejar aku, mantannya kan temenku,"
"Iya hati hati aja, kan sering mantan temen temen kamu deketin kamu."
Seminggu kemudian Heri mampir lagi ke toko Audy. Dia juga mengoceh seperti sebelumnya.
"Kak minta no wa nya dong, kemarin aku minta sama Vani tapi gak di kasih," kata Heri.
"Lagian buat apa minta no aku, Vani pasti salah paham kan jadinya." kata Audy.
"Aku mau kakak bantuin aku minta maaf sama dia,"
"Lohh kenapa gak kamu yang langsung minta maaf, kan udah ada no nya,"
"Dia gak mau dengerin,"
"Kayaknya untuk ini aku gak bisa bantu, tapi kamu mau nomer oke."
Lalu Audy pun memberi nya nomer nya agar dia segera pergi, Audy pun mencari cara yang sopan untuk mengusirnya.
"Kayaknya bener dia mau ngejar gue, hhhh Vani pasti salah paham, dia pasti ngira gue nikung mantannya." gumam Audy.
__ADS_1
Sudah sekitar 6 bulan sejak Yanan bekerja di kapal pesiar. Sekarang adalah ulang tahun Audy yang ke 22 tahun. Asaka adalah bos Audy, dia datang dengan anaknya Sho yang 13 hari lagi akan berumur 18 tahun. Setiap ulang tahunnya mereka selalu memberi Audy hadiah ulang tahun sejak Audy bekerja disana saat umur 18 tahun. Pada ulang tahunnya yang ke 20, mereka memberi Audy sebuah kalung emas dengan liontin berinisial A. Kalung itu lebih tipis dari pada benang pada umumnya. Setelah beberapa bulan di pakai kalung itu putus karena tersangkut sisir, Audy segera memperbaikinya karena itu adalah hadiah yang sangat penting. Dalam kepercayaan orang jepang, ketika seseorang menginjak usia 20 tandanya mereka sudah dewasa, karena itu mereka memberinya hadiah yang istimewa. Dan mereka memberi Audy kalung. Setelah kalung itu di perbaiki Audy kembali memakainya, tapi belum lama kemudian tiba tiba kalung itu putus lagi ketika dia tidur, Audy sangat khawatir dan segera memperbaikinya lagi, tapi sayangnya orang yang waktu ini memperbaikinya tidak ada, lalu Audy membawa kalungnya untuk di perbaiki di toko lain, Audy pikir hasilnya akan sama bagusnya seperti sebelumnya, tapi sayangnya tambah buruk, berkali kali kalung Audy di sambung tapi ketika di sikat untuk dibersihkan kalung nya putus lagi dan akhirnya jadi pendek. Audy merasa kesal dan takut bagaimana dia akan menghadapi Asaka. Dan akhirnya Audy memilih jujur, begitu Asaka kembali dari jepang dia memberikan kalung yang baru untuk Audy, Audy merasa menyesal dan senang karena Asaka sangat baik padanya. Dia merasa malu karena Asaka memberinya kalung lagi karena itu bukan barang yang murah dan kalung itu dari sebuah merk terkenal.
Audy sedang merapikan barang barang yang baru di bawa Asaka, dia memasukan patung patung bebek kecil ke dalam laci besar di bawah meja. Kemudian Asaka dan Sho menghampirinya.
"Audy... Happy birthday..." kata Asaka tersenyum senang sambil memeluk Audy dengan lembut.
"Terimakasih..." jawab Audy senang di pelukan Asaka.
Asaka menganggap Audy sebagai anaknya sendiri, Asaka juga sudah seperti ibu bagi Audy.
Kemudian Sho memberikan sebuah tas yang di dalamnya berisi box pada Audy.
"Happy birthday Audy..." kata Sho ketika memberikan tas itu pada Audy.
"Terimakasih Sho..." jawab Audy tersenyum seraya mengambilnya. "Ini apa?"
"Present dari kami, silakan di buka," kata Asaka.
Audy mengambil box di dalamnya lalu membuka pitanya. Dia terkejut dengan isinya, sebuah hp iphone.
"Ini..." gumam Audy, "Terimakasih ya, saya sangat senang."
"Sama sama," kata Asaka, "saya dan Sho yang pilih.."
Audy tersenyum melihat Sho dan Sho balas tersenyum padanya.
"Audy sudah pakai hp itu sejak mulai bekerja, saya pikir itu sudah sedikit rusak jadi saya belikan yang baru."
"Terimakasih," kata Audy.
Audy memang belum membeli hp lagi meskipun yang dia pakai sekarang sudah agak rusak, bukan karena tak punya uang atau tak mau, tapi Audy pikir hp nya masih bisa di pakai. Sedangkan Asaka dan Sho mungkin merasa kasihan karena tau apa yang dialami Audy, ayahnya sempat opname karena sakit kaki lalu sakit jantung, adiknya sempat di operasi karena hernia, dia sendiri sempat di operasi karena kista rahang. Mungkin mereka pikir Audy tak punya cukup uang, padahal sebenarnya Audy punya sedikit simpanan untuk di pakai nanti ketika di perlukan. Bagaimanapun Audy merasa sangat bersyukur karena memiliki bos yang baik seperti mereka.
Sesaat kemudian ketika Audy memasak untuk Asaka dan Sho, seorang kurir datang membawa paket untuk Audy.
"Siapa Audy?" tanya Asaka.
"Paket dari teman saya," kata Audy lalu membuka paket itu.
Paket itu berisi buku buku Harry Potter versi lengkap. Audy terkejut dan merasa senang. Kemudian hp nya berbunyi, sebuah pesan masuk dari Yanan. [Happy birthday Audy Leeanna, wish granted. Gue harap lo suka hadiah dari gue, gue inget lo suka banget sama Harry Potter, semoga suka. Sampai ketemu 2 bulan lagi. ^ ^]
__ADS_1
"Yanan..." gumam Audy tersenyum lalu melihat buku buku itu.