Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Tell me when you want


__ADS_3

Setelah acara selesai, Sho buru buru datang ke parkir dan menghampiri Audy. Sambil tersenyum Sho berjalan, Audy juga sudah menunggu di depan mobil sambil tersenyum.


"Congratulations!" (Selamat) kata Audy senang.


"Makasih," jawab Sho.


"Kok cepet banget keluar, kamu gak party sama temen temen kamu?"


"Party? Aku rasa jalan sama kamu jauh lebih asik." kata Sho.


"Mau jalan?"


"Kalo kamu mau,"


"Oke... Tapi sekarang taruh dulu bunga bunga sama trofi kamu ke bagasi,"


"Oke," jawab Sho lalu membuka bagasi.


Betapa terkejutnya Sho melihat buket bunga yang cukup besar dan sebuah kotak kecil. Dia benar benar tak menyangka Audy akan mengejutkannya seperti itu. Sho yang senang langsung memeluk Audy dengan erat.


"Thank you." ujar Sho lalu mengambil buket bunga dari Audy.


"Sama sama," jawab Audy lalu mengambil kotak itu dan memberikannya pada Sho.


Sho pun membuka kotak itu, sebuah jam tangan berwarna hitam dengan jarum yang berwarna silver, dan angkanya di ganti dengan titik titik yang juga berwarna silver.


"Bagus sekali..." kata Sho.


"Ini mungkin gak seberapa, tapi aku harap kamu simpan, suatu saat kamu pasti bisa lihat rahasiaia yang ada di jam ini."


"Aku suka, aku pakai sekarang ya," kata Sho lalu melepas jam tangan yang di pakainya.


Audy membantu Sho memakai jam tangan pemberiannya.


"Kita jalan ya," kata Sho.


Audy mengangguk, lalu Sho menggandeng tangan Audy setelah selesai memasukan bunga dan trofinya ke bagasi.


Setelah berganti pakaian mereka pun pergi jalan jalan keluar, Audy membawa Sho pergi ke sebuah taman ayunan raksaksa, mereka bersama sama naik ayunan besar itu setelah di pakaikan pengaman, pemandangan dari atas ayunan tampak sangat indah dan hijau. Setelah itu mereka pergi ke pantai, tak hanya melihat pemandangan dan makan kelapa muda, mereka juga menyelam atau surfing, pemandangan bawah laut jauh lebih menakjubkan dari pada yang pernah dibayangkan Audy. Setelah hampir malam mereka makan malam diatas kapal sambil menikmati sunset, langit tampak berwarna merah jingga sebelum akhirnya matahari terbenam.


"Hari ini sempurna." kata Sho.


"Perfect." (Sempurna) jawab Audy.


Malam harinya Audy sedang menonton film yang up hari itu, sedang asik menonton Sho menghampirinya dan duduk di dekat Audy. Untungnya Audy dengan cepat mengganti film yang di tontonnya.


"Lagi nonton apa?" tanya Sho.


"Cuma film biasa soalnya belum ngantuk,"


"Aku ikut ya,"


"Boleh, kamu mau nonton apa?"


"Kamu aja yang pilih,"


"Oke..." jawab Audy seraya memilih film, "Mau gak nonton film Harry potter and the goblet of fire?"

__ADS_1


"Boleh, aku belum nonton yang ini,"


Mereka pun menonton sambil sedikit mengobrol, Sho terlihat cukup menikmati film itu dan Audy mulai mengantuk. Sayangnya Audy ketiduran dan terjatuh terbaring di sofa. Sho mematikan tv lalu memperbaiki posisi tidur Audy kemudian memakaikan selimut padanya. Sho memperhatikan Audy dari dekat, melihat pacarnya dia tak tahan untuk menciumnya. Audy terbangun dan Sho segera mundur.


"Maaf," kata Sho "Harusnya aku tanya kamu dulu."


Audy merangkul leher Sho dengan kedua tangannya, "Lain kali kalo kamu mau, bilang sama aku." kata Audy lalu mencium Sho.


"Selamat malam," kata Audy setelah itu.


"Good night," kata Sho tersenyum lalu pergi ke kamarnya.


"Audy," kata Sho terdengar ragu.


"Kenapa?" tanya Audy seraya mencatat penjualan hari ini.


"Liburan ini... Ikutlah pergi ke Jepang bersamaku,"


"Hahh?" ujar Audy pulpennya terjatuh.


"Pergi ke Jepang, bersamaku,"


Audy memegang tangan Sho lalu membawanya keluar toko dan pergi taman belakang duduk di kursi putih bawah pohon sirsak.


"Jepang?" tanya Audy bingung.


"Iya," jawab Sho.


"Kenapa?"


"Aku mau kamu ikut aku ke Jepang, liburan akhir semester ini sebelum kuliah di mulai."


"Enggak, aku tulus ingin ngajak kamu ke Jepang, gak ada alasan khusus untuk itu."


"Makasih Sho, tapi maaf aku gak bisa."


"Kenapa!"


"Banyak alasannya!"


"Audy ada tamu.." teriak Panji.


"Iya!" jawab Audy lalu pergi.


Sho merenung duduk sendirian di bawah pohon sirsak, dia memikirkan alasan Audy tak mau ikut dengannya.


Saat makan malam mereka tidak bicara satu sama lain, padahal baru kemarin mereka sangat bahagia, dan dalam sekejap mata semuanya berubah.


Keesokan harinya Audy pergi ke rumahnya, untuk memenangkan diri dan berbagi cerita bersama mamanya.


"Kenapa muka kamu sedih gitu? Ada masalah apa." tanya mama Audy.


"Hhhh... Ma aku pacaran sama Sho." kata Audy.


"Hahh!" teriak mamanya terkejut. "Beneran kamu?"


"Iya.."

__ADS_1


"Udah mama tebak, Sho suka kamu makanya Asaka terus bilang kamu sama Sho cocok."


"Tapi Asaka belum tau, dan mama juga jangan bilang sama siapapun dulu, aku belum siap, Sho juga."


"Iya iya... Tapi kamu sedih kenapa? Mama pikir kamu juga suka Sho, harusnya kamu seneng dong."


"Sho mau aku ikut ke Jepang sama dia." kata Audy.


Mama Audy sedikit terkejut, "Trus kamu bilang apa?"


"Aku gak mau, jadi sekarang kita gak bicara."


"Kenapa kamu gak mau? Bukannya dari dulu kamu emang pengen ke Jepang?"


"Iya ma, tapi sekarang aku pacarnya Sho. Aku gak mau ada yang bilang aku manfaatin dia."


"Kamu bener juga, ya udah... Nanti Sho pasti juga ngerti. Kamu sabar aja ya," kata mama Audy mengusap rambut Audy.


"Ma, aku minta jangan bilang sama siapapun dulu ya, termasuk papa."


"Kenapa gitu?"


"Aku belum siap, kita juga baru pacaran."


"Iya mama ngerti,"


"Pokoknya sebelum aku ijinin jangan bilang siapapun."


"Iya iya."


Saat kembali, Sho duduk di ruang tamu menunggu Audy. Audy yang melihatnya langsung menghampirinya dan duduk di sebelah Sho.


"Ada apa?" tanya Audy.


Sho menunjukan layar hp nya. Itu adalah chat nya bersama Asaka. Dalam chat itu, Asaka meminta Audy pergi ke Jepang bersama Sho, sebelum Sho sempat bicara Audy sudah bicara duluan.


"Kamu bilang sama Asaka?" ujar Audy kecewa.


"Dia minta kamu"


Audy menyela perkataan Sho, "Sho! Harusnya kamu gak bilang, aku punya alasan kenapa gak mau pergi ke Jepang sama kamu!"


"Aku gak bilang!"


"Terus kenapa Asaka bisa tau?"


"Tau apa!"


Audy terdiam mendengar Sho yang bicara dengan nada keras. Audy kembali membaca pesan tersebut.


"Mama minta kamu datang ke Jepang karena Riku mau menikah."


"Hah?" gumam Audy langsung menyesal.


"Kamu gak baca pesan, mama minta aku kasi tau kamu."


Audy mengambil hp nya kemudian mengeceknya, dan benar ada sebuah undangan pernikahan online yang masuk, itu adalah undangan pernikahan dari Riku, Asaka juga mengirim pesan. Audy menutup hp nya hendak bicara pada Sho namun Sho langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


"S Sho," gumam Audy.


__ADS_2