
Audy dan Tae On janji akan bertemu di tempat biasa hari ini lalu mereka akan pergi melihat rumah sewa. Seperti biasa Audy yang datang lebih dulu, dia duduk di bawah pohon ek besar, dan seperti perkiraan Mr. Hendrick, hujan benar benar turun. Audy segera berdiri dan membuka payung, Audy melihat ke sana sini untuk mencari tempat berteduh, tiba tiba Tae On menghampirinya dan ikut berteduh di bawah payung Audy. Betapa kagetnya Audy karena mengira Tae On adalah orang asing yang tiba tiba merangkul bahunya. Setelah melihat Tae On Audy merasa lega.
Percakapan ini dalam bahasa inggris.
"Kenapa sangat suka mengagetkan ku?" tanya Audy.
"Karena itu menyenangkan," jawab Tae On tersenyum.
Audy meleleh melihat senyum Tae On yang sangat manis, tanpa sadar Audy terus melihat wajah Tae On mulai dari mata, hidung, bibir dan giginya yang bersih tersusun rapi.
"Hey!" ujar Tae On.
"Hm?" tanya Audy.
"Ayo pergi sekarang, hujannya semakin lebat,"
"Ayo," jawab Audy.
Mereka pun pergi menuju mobil Tae On yang parkir cukup jauh, payung itu tak cukup besar bagi dua orang sehingga Audy dan Tae On berjalan sangat dekat, sesekali Audy melihat wajah Tae On dan dia merasa senang, Tae On melihat bahu Audy basah karena hujan kemudian Tae On pun memegang bahu Audy dan menariknya lebih dekat, Audy sedikit terkejut. Tae On terus merangkulnya seperti itu sampai di depan mobil. Tae On membuka pintu mobil untuk Audy kemudian segera masuk.
Mereka pergi ke rumah sewa itu, butuh waktu sekitar 10 menit dengan mobil untuk sampai di sana. Setelah sampai mereka segera turun, hujan juga sudah reda. Tae On menghampiri seorang wanita paruh baya yang sepertinya pemilik rumah kontrakan itu. Tae On memanggil Audy dengan isyarat, Audy pun segera menghampirinya. Tae On memperkenalkan Audy pada si pemilik dan kemudian mereka melihat rumah sewa.
Itu adalah rumah ber tingkat dua, lantai satu telah di sewa seseorang, kini tinggal lantai dua, pemilik mengantar Audy dan Tae On melihat lantai dua. Setelah naik tangga ada balkon yang cukup luas, kemudian mereka masuk ke dalam, meskipun dalam satu ruangan, ruangan itu lengkap dengan kamar mandi, kamar tidur, dapur dan ruang tamu.
Kamar tidur dan dapur terpisah oleh lemari di depan kamar tidur ada kamar mandi dan di sebelah pintu masuk terdapat sofa sebagai ruang tamu. Sebuah rak buku dan meja tv memisahkan antara dapur dan ruang tamu.
Audy sangat senang melihat di sebelah ranjangnya terdapat pintu kaca sehingga harapannya saat bangun pagi dia akan melihat pemandangan yang menakjubkan.
"Jadi bagaimana?" tanya Tae On.
Audy mengangguk senang, "Aku sangat menyukainya."
"Baguslah, jadi kamu akan menyewanya?"
"Iya, berapa biaya sewanya perbulan?" tanya Audy.
Tae On menanyakan harga sewa rumah itu, setelah bernegosiasi dan mendapatkan harga yang pas, Audy pun menyewa tempat itu. Dia berencana pindah besok pagi sebelum bekerja.
__ADS_1
"Terimakasih, kamu sangat banyak membantuku meskipun kita baru kenal," kata Audy sebelum keluar dari mobil.
"Aku senang bisa membantumu, jadi jangan ragu kalau butuh bantuan," jawab Tae On.
"Hmm terimakasih, aku turun sekarang, berhati hatilah.." kata Audy lalu turun.
Tae On tersenyum lalu melambaikan tangan, Audy pun balas melambaikan tangan dan kemudian Tae On pergi.
Pagi pagi setelah selesai berkemas Audy segera check out, sambil berjalan menenteng kopernya Audy menunggu taxi lewat. Tiba tiba mobil di belakangnya membunyikan klakson hingga Audy sangat terkejut. Tae On menghampirinya dengan senyum manisnya seperti biasa.
"Tae On, kenapa kemari?" tanya Audy.
"Untuk mengantarmu pindah," kata Tae On.
"Bukankah kamu harus kuliah?"
"Hmm entah kenapa pagi ini aku ingin bolos," jawab Tae On sambil memasukan koper Audy ke dalam mobil.
"Wahh konyol sekali," kata Audy tertawa kecil.
"Ayo masuk!" kata Tae On.
Tae On membantu Audy membersihkan rumah itu, setelah selesai bersih bersih Audy memasukan pakaiannya ke lemari, Audy tak membawa banyak barang jadi hanya butuh waktu sebentar untuk menyelesaikan semua.
Audy mengambil pocari dari dalam tasnya lalu memberikannya pada Tae On.
"Untukku?" tanya Tae On.
"Iya, terimakasih sudah membantu," kata Audy.
"Dengan senang hati," jawab Tae On lalu meminum pocari.
"Apa kamu tidak akan kuliah? Masih ada waktu sebelum kelas selanjutnya.."
"Bukankah kamu akan pergi bekerja?"
"Iya,"
__ADS_1
"Ayo aku antar,"
"Tidak usah, aku masih punya banyak waktu untuk berjalan,"
"Benarkah, padahal aku berencana kuliah, karena sstu jalur sekalian aku ingin mengantarmu, tapi karna kamu ingin berjalan aku akan pergi ke tempat lain,"
"Tidak, bisakah kamu mengantarku? Sepertinya aku harus buru buru.." kata Audy berubah pikiran.
Tae On tertawa lalu berkata, "Ayo!"
Audy mengambil tas dan hp, lalu mengunci pintu dan menyusul Tae On.
Selama satu minggu latihan Audy menjadi waitress assistant berjalan lancar, kini dia di izinkan menjadi waitress, namun tetap dalam pengawasan senior. Audy juga di beri seragam resmi restoran.
Pagi itu setelah mandi Audy segera memakai seragamnya, pertama memakai kemeja putih yang lengannya hanya sepanjang siku, selanjutnya memakai rok cream yang panjangnya di atas lutut. Audy buru buru mengikat rambutnya agar rapi kemudian memasukan hp dan dompet ke dalam tas, yang terakhir dia mengambil dasi neckerchief berwarna cream. lalu memasangnya dengan buru buru sambil kakinya memakai sepatu. Audy kemudian segera mengunci pintu dan bergegas turun.
Audy terkejut melihat Tae On sudah menunggunya di bawah.
"Tae On," gumam.
"Apa kamu sangat buru buru?" tanya Tae On tersenyum ramah seperti biasanya.
"Aku habis mencuci pakaian, sangat banyak.." jawab Audy malu.
"Kenapa tidak minta bantuanku?" tanya Tae On mendekati Audy.
Audy melangkah mundur beberapa inci karena gugup, kemudian Tae On mengangkat tangannya ke wajah Audy, Audy pikir Tae On akan mengusap pipinya ternyata dia melepas dasi Audy. Wajah Audy seketika terasa panas dan pipinya memerah. Kemudian Tae On mengangkat rambut Audy dan memakaikan dasi itu kembali.
"Ini hari pertamamu memakai seragam, pakailah dengan benar.." ujar Tae On.
"Ahh iya,," gumam Audy sambil mengusap rambutnya.
"Tapi kenapa wajahmu merah begitu?"
"Ohhh... Karena buru buru jadi kepanasan, bisakah kita berangkat sekarang?" tanya Audy.
Tae On mengangguk lalu membukakan pintu mobil untuk Audy. Tanpa Audy sadari jantungnya berdegup kencang selama sesaat.
__ADS_1
Melihat Audy memakai seragam restoran harus Tae On akui dia terpesona, bagaimana tidak Audy lebih terlihat seperti seorang pramugari di banding seorang waitress.