Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Why?


__ADS_3

Mereka pun berangkat menuju gedung tempat pernikahan Riku akan di laksanakan.


Setelah sampai mereka langsung masuk, Audy merasa kagum dengan dekorasi gedung itu karena ini kali pertama dia menghadiri pernikahan orang asing yang di laksanakan di sebuah gedung. Begitu masuk melihat barisan pot bunga mawar putih di antara karpet merah menuju kursi sang pengantin. Meja untuk para tamu sudah di siapkan di seluruh gedung. Audy, Sho dan Asaka pergi menemui mempelai wanita ke sebuah ruangan. Begitu melihat sang mempelai wanita mengenakan gaun pernikahannya, Audy langsung merasa kagum. Terlitas di pikirannya ingin memakai gaun jika suatu saat nanti dia menikah.


"Mina..." ujar Asaka sedikit melengking saking senangnya lalu memeluk calon menantunya itu.


Mina melihat Audy, dari wajahnya bisa di lihat kalau Mina sedang bertanya tanya siapa Audy sebenarnya.


"Audy, she is work for me," (Audy, dia bekerja untuk saya) kata Asaka memperkenalkan Audy dalam bahasa Inggris supaya Mina dan Audy mengerti.


"Ohh she is Audy? Hi, Audy." (ohh dia adalah Audy? halo Audy) kata Mina ramah sambil mengulurkan tangannya.


Audy langsung menjabat tangan Mina sambil tersenyum.


"Minako." katanya lalu melepas tangannya.


"Hi Mina, congratulations for your wedding." (Selamat untuk pernikahan kamu)


"Thank you," jawab Minako tersenyum.


Acara pernikahan Riku dan Minako berlangsung lancar dan meriah. Seperti tamu lainnya Audy juga menikmati hidangan yang di sajikan. Audy tadi duduk bersama Sho, Asaka, Haruka, Shun dan Mika. Sekarang Audy berdiri dekat stan minuman, Sho beberapa kali mencuri pandang pada Audy yang sedang melihat Minako kemudian dia pun menghampirinya.


"Bagaimana Minako?" tanya Sho berbisik.


"Cantik, apalagi dengan gaun itu..." kata Audy juga berbisik.


"Nanti kamu pakai yang kayak gitu juga,"


Audy tertawa kecil, "Mana mungkin, perbedaan adat. Selain itu belum tentu kita akan sampai di tahap itu kan."


"Kenapa enggak, aku serius waktu minta kamu pacaran sama aku. Cuma kamu satu satunya."


"Sho,"


"Aku gak akan pernah mikirin orang lain, cuma kamu."


"Iya... Tapi kita gak tau takdir kan. Gak ada yang pasti di dunia ini meski kamu yakin banget."


Sho terdiam.


"Tapi aku harap takdir aku tetep sama kamu," kata Audy kemudian.


Sho tersenyum usai menghilangkan rasa cemasnya. Mereka pun berfoto dengan Riku dan Minako bersama keluarga Sho.

__ADS_1


Mereka berada di pesta pernikahan hingga malam, begitu sampai di rumah mereka pun langsung beristirahat. Asaka dalam keadaan mabuk langsung tertidur begitu sampai di kamarnya, sedangkan Haruka bersama suami dan anak anaknya kembali ke rumahnya. Riku dan Minako masih di pesta dan akan menginap di hotel itu. Audy membantu Sho yang sedikit mabuk berjalan ke kamarnya. Sho hanya minum beberapa gelas namun dia mabuk berat. Untungnya Audy tak minum. Audy sedikit heran karena Asaka membebaskan Sho untuk minum meskipun dia masih muda. Tapi Audy juga ingat adiknya juga sudah mulai minum ketika SMA, itu karena Audy dan keluarga tak bisa mencegahnya karena Sian akan membrontak jika di larang.


Audy membantu Sho melepas sepatunya saja karena sulit untuk melepas jasnya. Ketika Audy usai mencuci wajah dan hendak tidur tiba tiba Sho masuk ke kamarnya. Sho berjalan sempoyongan sambil berusaha melepas jasnya, Audy segera menghampirinya.


"Sho ada apa?" tanya Audy sambil memegangi Sho.


"Ke c ing," gumam Sho tak jelas.


"Di sini bukan kamar mandi, ayo..." kata Audy lalu menuntun Sho ke kamar mandi. Audy membiarkan Sho sendirian kencing di kamar mandi karena dia merasa malu. Audy pergi ke kamar Sho untuk mengambil pakaian ganti Sho. Saat kembali Sho sudah tak ada di kamar mandi, Audy mencarinya ke sekitar dan menemukan Sho tergeletak di lantai kamarnya. Audy menghela nafas lalu membantu Sho ke ranjang.


"Sho, kamu tidur di sini aja ya, maaf gak jadi ganti baju. Aku gak bisa lepas kemeja kamu. Aku tidur di sofa." gumam Audy.


Audy mengambil bantal dan berbaring di sofa. Paginya begitu dia bangun Audy terkejut dengan tangan yang memeluknya, Audy melihat ke belakang dan melihat Sho tertidur lelap. Entah kapan dia pindah ke sofa.


"Sho.." gumam Audy.


Sho masih tertidur lelap. Audy menepuk tangannya sambil berkata,


"Sho.. Bangun,"


"Hhh" gumam Sho lalu menggelengkan kepala.


Perlahan lahan mata Sho terbuka, Audy adalah hal pertama yang Sho lihat setelah bangun dari tidur lelapnya.


"Sho, sudah siang nanti Asaka lihat." kata Audy.


"Kepalaku sakit," gumam Sho.


"Aku bikinin sup penghilang pengar."


"Hmm oke." kata Sho lalu membiarkan Audy bangun.


Audy hampir terjatuh saat beranjak dan Sho menangkapnya, kalung Audy bergelantungan di lehernya. Audy dan Sho saling pandang, Sho memegang pinggang Audy sedangkan tangan Audy bertumpu di dada Sho.


"Ee," gumam Audy berusaha bangun.


Tiba tiba Sho mencium Audy.


"Sho," kata Audy kaget.


"Pagi," kata Sho tersenyum lalu duduk bersama Audy.


"Aku bikinin sup dulu ya,"

__ADS_1


Sho memeluk Audy, "Gak usah, aku cuma mau kamu tetep di sini."


"Jangan gini Sho," kata Audy lalu berdiri. "Ternyata kamu bisa manja juga ya," kata Audy sambil tertawa kecil.


"Kamu sukanya yang gimana?"


Audy hanya tertawa lalu meninggalkan Sho.


Audy hendak mengambil air ke dapur saat Sho sedang berbicara dengan Asaka di kamarnya. Dari kedengarannya Asaka sedang marah pada Sho karena suatu hal. Audy tak tau apa yang terjadi karena dia tak mengerti bahasa Jepang. Tapi yang pasti itu bukan hal baik. Audy segera naik ke kamar setelah mengambil air.


"Asaka kenapa marah ya?" tanya Audy begitu sampai di kamar.


Audy kemudian menelepon keluarganya untuk mengabari kepulangannya hari minggu nanti. Setelah beberapa saat mengobrol mereka pun menutup teleponnya. Audy mendengar langkah kaki semakin mendekat dan Audy segera membuka pintu, Sho tampak sedih sambil berjalan menuju kamarnya.


"Sho, ada apa?" tanya Audy.


"Bukan apa apa, aku mau tidur dulu ya," kata Sho lalu menutup pintu kamarnya.


Audy ingin bertanya tapi dia tak ingin mengganggu Sho, dia pikir mungkin Sho tak mau menceritakannya jadi Audy tak ingin mempersulitnya.


Keesokan harinya begitu sarapan Sho tak turun dari kamarnya, Audy tau pasti ada yang salah. Apalagi setelah melihat wajah Asaka yang tampaknya masih marah.


"Biar saya panggil Sho," kata Audy.


"Tidak usah," kata Asaka seraya mengoleskan selai nanas di rotinya.


"Ohh.." gumam Audy seraya kembali duduk.


"Audy silakan makan,"


"Iya," jawab Audy. "Kalau boleh saya tanya, ada apa?"


"Sho.. Dia tiba tiba berubah pikiran, dia tidak mau kuliah di UCLA. Entah kenapa dia berubah pikiran dan ingin kuliah di GU (Great of University."


"Ohh,"


"Kalau dia tidak mau kuliah di UCLA maka setidaknga dia harus kuliah di Jepang." kata Asaka tegas.


"Mungkin Sho lebih suka suasana di sana." ujar Audy ragu ragu.


"Walaupun begitu, dengan nilainya Sho dia bisa kuliah di UCLA, lalu kenapa dia tidak mau. Saya benar benar bingung, apa yang membuatnya berubah pikiran."


"Asaka sabar ya, masih ada waktu untuk meyakinkan Sho."

__ADS_1


__ADS_2