Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Confession that failed


__ADS_3

Hari semakin sore, matahari hampir terbenam, Audy telah selesai mengganti pakaian Mika, dan mereka pun bersiap pulang. Arya tiba tiba menarik tangan Audy, saat Audy berhenti berjalan dia memakaikannya kemeja kotak kotak miliknya.


"Baju lo basah, setidaknya pake ini," kata Arya.


"Makasih ya, kita balik sekarang.." kata Audy.


Arya tersenyum setelah Audy berbalik, dan mereka pun lanjut berjalan pulang. Butuh waktu sekitar 10 menit untuk sampai di rumah Asaka. Setelah sampai Audy pun mengambilkan handuk dan baju ganti untuk Arya.


"Ini baju gue kayaknya sih muat, ukurannya oversize, sana ganti dulu sebelum pulang." kata Audy


"Oke." jawab Arya lalu pergi ke kamar mandi.


Arya mengantar Audy pulang setelah itu, mereka mengobrol sambil berjalan. 10 menit kemudian mereka sampai.


"Udah sampe, mau mampir?" tanya Audy.


"Gak deh lain kali aja," kata Arya.


"Oke."


"Hmm lain kali mau makan bareng?"


"Boleh, kabarin aja.."


"Oke, kapan kapan ya,"


"Iya.. Gue duluan ya,"


"Iya, baju lo gue pinjem.."


"Iya.."


Arya pun pergi, dan wajahnya tampak sangat senang. Sampai di kamarnya Audy mendapat telepon dari Sho, mereka mengobrol cukup lama karena Sho jarang dapat waktu luang. Audy sampai lupa makan karena tak mau melewatkan sedikitpun waktu untuk bicara dengan Sho.


Hari ini adalah ulang tahun Arya, Arya hendak mengajak Audy makan malam. Tapi rencananya gagal karena Audy, Panji dan Juni menyiapkan kejutan untuknya. Awalnya Arya pikir Audy mengajaknya makan malam hanya berdua, siapa sangka begitu sampai restoran ternyata Panji dan Juni juga di sana.


"Happy birthday!!" teriak mereka bertiga. Audy memegang sebuah tiramisu mille crepes, Panji memegang sebuah kotak hadiah dan Juni memegang sebotol bir.


Arya yang benar benar terkejut berusaha tersenyum, bukannya dia kecewa hanya saja ini tak seperti yang dia pikirkan. Arya tetap senang lalu berdoa sebelum meniup lilin.


"Yeee!!!"


"Makasi, makasi banyak.. Gue bener bener gak nyangka." kata Arya tertawa.


"Iya, Happy birthday ya.." kata Audy lalu menjabat tangan Arya.


Panji dan Juni pun juga bergantian menjabat tangan Arya dan mengucapkan selamat.

__ADS_1


Mereka pun duduk mengelilingi meja, lalu Arya memotong kue itu setelah mencabut lilin di atasnya. Mereka pun mulai makan makan sambil mengobrol dan minum bir.


Yang lain sudah mabuk, Arya dan Audy hanya minum sedikit jadi mereka tak terlalu mabuk.


"Oke, gue anterin kalian pulang ya," kata Arya.


"Gue bisa sendiri, lo anterin aja Audy.." kata Panji terdengar mabuk.


"Kalian yakin bisa pulang sendiri? Gue gak papa lho, biar Arya nganterin kalian pulang." kata Audy.


"Kita bisa, kita bisa kok.." jawab Juni lalu menyalakan motor. "Kita duluan ya..."


Audy dan Arya melambaikan tangan dan mereka pun pergi.


"Lo kaget gak tadi?" tanya Audy.


"Kaget lah, gue bener bener gak nyangka!" ujar Arya.


"Segitu kagetnya? Emang lo pikir gimana, Gue kira lo gak akan kaget karena jelas jelas gue ngajakin lo makan, jadi lo pasti udah tau kalo kita akan ngasih lo kejutan."


"Gue gak nyangka Panji sama Arya ikutan, Gue pikir cuma lo aja.."


"Ohh..."


"Awalnya gue kira cuma kita berdua, dan gue juga mau bilang sesuatu."


Audy diam mendengarkan Arya.


"Arhhhh!!" teriak Audy meloncat loncat ketakutan.


Arya kebingungan lalu menggendong Audy.


"Ada apa!?" tanya Arya.


"Ular!!" kata Audy.


Arya segera membawa Audy ke mobil dan mereka pun pulang, Audy terus mengoceh tentang bagaimana takutnya dia dengan ular. Arya tak memiliki kesempatan untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan, dan dengan suasana ini... Arya pikir lebih baik mengatakannya di lain waktu.


Audy membawakan Asaka secangkir kopi dan sepotong roti sandwich untuk sarapan, dia juga menyiapkan segelas susu dan sepotong sandwich untuk sarapan Mika. Asaka melihat bekas jahitan di tangan Audy ketika dia mengambil pisau. Asaka langsung memegang tangan Audy.


"Ini kenapa?" tanya Asaka.


"Bukan apa apa, hanya luka biasa." jawab Audy.


Namun Asaka tidak puas dengan jawaban Audy, Audy tak bisa menceritakan tentang yang sebenarnya. Bagaimanapun dia tidak bisa membuat keluarganya terdengar mengeringkan.


"Bagaimana bisa? Tolong bilang, saya pikir Audy sudah seperti anak sendiri, jadi saya ingin tau." kata Asaka.

__ADS_1


Meskipun merasa tak enak Audy tetap berbohong karena lebih baik jika Asaka tidak tau yang sebenarnya.


"Hari itu saya sedang memetik buah sirsak, karena sedikit susah saat memanjat lalu saya jatuh dan tangan saya tidak sengaja tergores." jawab Audy.


"Ohh pasti sakit, lain kali hati hati ya..." jawab Asaka mengusap usap bekas luka Audy.


"Iya, terimakasih..." jawab Audy tersenyum.


"Kak Audy, hali ini Mika mau main sepatu loda!" ujar Mika sambil mengunyah sandwich nya.


"Iya, nanti kakak antar," kata Audy.


"Terimakasih Audy sudah bantu saya jaga Mika," kata Asaka tersenyum lega.


"Iya, saya senang bermain dengan Mika, jadi tidak apa apa..." jawab Audy.


"Saya kasihan, Haruka pasti sulit mengurus dua anak, Mika masih manja. Tapi kalau dengan Audy Mika mau menurut."


Audy tertawa kecil, "Benarkah?"


"Iya, Mika sangat nakal kalau sama Haruka,"


Audy dan Asaka tersenyum melihat Mika yang menghabiskan sarapannya dengan lahap.


Hari semakin sore, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengantar Mika bermain sepatu roda. Audy membawa Mika ke jembatan, di sana adalah tempat yang sangat cocok untuk bermain sepatu roda, skateboard dan lain lain, pukul 5 sore jalanan sudah sepi jadi mereka bisa bermain dengan sedikit bebas.


Mika langsung memakai helmnya dan sepatu rodanya begitu sampai di jembatan. Ada beberapa remaja yang sedang bermain skateboard di sana. Audy hanya duduk melihat Mika bermain sepatu roda. Mika sangat mahir menggunakan sepatu roda. Pipinya yang tembam dan merah membuatnya terlihat sangat imut. Dia juga anak yang pemberani dan mudah bergaul. Baru bermain beberapa saat dia sudah mendapat teman baru.


Audy sedang fokus memperhatikan Mika, tiba tiba sebuah skateboard meluncur ke arahnya. Seorang anak remaja datang menghampirinya untuk mengambil skateboard miliknya itu.


"Maaf kak," kata anak itu.


"Oke." jawab Audy ramah.


Audy terus menonton anak itu bermain skateboard, dia juga ingin bermain tapi tak berani meminjam skateboard apalagi ketika dia tidak bisa menggunakannya.


"Mau main?" tanya Arya.


Audy terkejut dengan kedatangan Arya yang tiba tiba muncul di sebelahnya.


"Ya, kapan lo dateng?" tanya Audy.


"Barusan,"


"Ohh, emang lo bisa main?"


"Lumayanlah..." jawab Arya.

__ADS_1


"Ajarin gue," kata Audy.


Arya pun meminjam salah satu skateboard milik temannya lalu mencoba bermain. Audy merasa kagum pada Arya, ternyata dia cukup mahir bermain skateboard. Setelah selesai mencontohkan pada Audy, Arya menghampiri Audy.


__ADS_2