
Hampir satu bulan Audy tak bisa menghubungi Sho, Asaka juga tidak ada kabar sejak dua minggu lalu. Audy khawatir mungkin terjadi sesuatu pada mereka. Pak Andi datang ke artshop untuk membawa barang barang. Audy pun bertanya tentang kabar Asaka. Pak Andi bilang hp Asaka hilang ketika baru sampai di LA. Audy pun merasa sedikit lebih lega setelah medengarnya karena Audy pikir sesuatu yang lebih buruk mungkin terjadi pada mereka.
"Ngapain lo ke sini," tanya Audy begitu Yanan menghampirinya ke art shop.
"Kali ini gue serius mau ngajak lo pacaran." kata Yanan.
Audy merasa bulu kuduknya merinding, udara dalam dirinya terasa jatuh. Dia pun beralih memandang Yanan, Audy memperhatikan wajah Yanan yang tampak serius.
"Bukan sebagai pelampiasan atau pacar rahasia, gue akan kasih tau keluarga gue dan semua orang tentang hubungan kita."
"Gue gak mau." jawab Audy.
"Lo gak percaya gue? Gue serius suka sama lo sekarang,"
"Baru sekarang dan udah terlambat, gue udah gak suka lagi sama lo. Coba aja dulu lo suka gue pas kita pacaran, mungkin gak akan berakhir kayak gini."
"Dy, kasi gue kesempatan ke dua, gue janji akan jadi pacar yang baik."
"Gue gak bisa, gue udah pacaran sama orang lain."
"Gak mungkin,"
"Gue serius,"
"Lo cuma jadiin dia pelampiasan kan!"
Audy terkejut dan dia pun bertanya tanya dalam hatinya, apa benar dia hanya menjadikan Sho pelampiasan, apalagi dia tidak mengingat kapan dan bagaimana dia mulai menyukai Sho.
"Gak Yanan. Gue bukan lo yang jadiin orang lain pelampiasan."
Sampai di rumahnya Audy tak bisa tidur, dia banyak berpikir tentang perkataan Yanan. Benarkah dia hanya menjadikan Sho pelampiasan atau tidak.
"Gak Dy! Yanan gak bener. Dia cuma mau menggoyahkan pikiran lo, lo sendiri yang tau gimana perasaan lo bukan orang lain. Meskipun iya, yang penting adalah perasaan lo yang sekarang, lo tulus sayang sama Sho dan begitupun ke depannya. Jadi gak usah peduliin omongannya Yanan." gumam Audy sambil memandang cermin.
Dua bulan liburan Asaka bersama Mika berlalu dengan cepat, hari ini Audy menjemput mereka di bandara, sehari sebelumnya Asaka mengirim pesan pada Audy, itu adalah kontak Asaka yang sebelumnya. Audy sedikit kebingungan begitu menerima pesan, ternyata hp Asaka sudah ketemu, Mika tak sengaja menaruhnya di dalam koper usai bermain game dan dia pun lupa, karena hp nya mati jadi tidak ada yang bisa menghubungi. Asaka pikir mungkin hpnya hilang di suatu tempat. Betapa terkejutnya dia kemarin ketika hendak mengemas pakaian dan menemukan hp nya.
__ADS_1
Setelah sampai Asaka bahkan tak sempat istirahat, Asaka sangat sibuk meskipun dia baru sampai, bisnisnya juga sedang terganggu karena itu dia harus mengurusnya terlebih dahulu. Setelah memberikan Audy oleh oleh dia segera pergi untuk memeriksa bisnis restorannya di luar kota. Audy menginap di rumah Asaka untuk menjaga Mika, besok semester baru akan di mulai. Audy menidurkan Mika lebih awal karena tampaknya Mika kelelahan.
"Kak Arya di mana?" tanya Mika.
Audy yang sedang mengepang rambut Mika tersenyum menjawabnya. "Kak Arya belum datang.. Kak Audy yang antar ke sekolah ya..."
"Iya.."
"Mika,,, Sho san apa kabar?"
Mika tiba tiba menggeleng, "Ojisan selalu tidur!"
"Huh? Sho san selalu tidur?" tanya Audy tertawa kecil.
"Hmm.." jawab Mika mengangguk, "Ojisan tidak mau main!"
Audy hanya tertawa mendengar Mika bercerita dengan suaranya yang nyaring. Audy mengantarnya ke sekolah setelah selesai sarapan.
Asaka tinggal di luar kota selama beberapa hari, dia meminta Audy menjaga Mika selama dia pergi.
Hubungan Arya dan Audy membaik berkat Mika, suasana canggung di antara mereka hampir hilang. Setiap harinya Audy selalu bersama Mika ketika pulang dari sekolah, Audy mengajaknya di art shop sembari menjaga toko. Para turis yang berkunjung sangat menyukai Mika yang sangat imut dan ramah.
"Kare!" teriak Mika gembira.
"Kare?" tanya Audy cemas.
"Hmm." ujar Mika mengangguk.
"Oke!" kata Arya begitu sampai di ambang pintu.
"Ya! Gue gak bisa itu." kata Audy cemas.
"Tenang aja nanti gue ajarin."
"Lo bisa?"
__ADS_1
"Gampang kok," kata Arya lalu menggendong Mika.
Mika sangat senang di gendong, dia pun tertawa terbahak bahak sambil di layang layangkan di udara.
"Kare siap..." kata Audy tersenyum membawa semangkuk kare khas Jepang.
Mika sangat bersemangat sambil memegang sedok dan garpu. Dia benar benar siap untuk melahap kare di depannya.
Audy menuangkan sesendok kare ke piring Mika yang telah berisi semangkuk nasi, kemudian menambahkan telur dadar di atasnya. Audy juga menuangkan sesendok kare ke piring Arya, lalu tersenyum memandangnya.
"Itadakimasu." teriak Mika sebelum mulai menyuap sesendok nasi dengan kare, "Umm enak.."
"Itadakimasu." ujar Arya dan Audy bersamaan sebelum makan.
Mereka pun makan dengan lahap, kare itu terasa enak, padahal ini pertama kalinya Audy mencoba membuatnya, mungkin karena Arya yang membantunya memasak kare itu. Arya adalah mahasiswa lulusan tata boga. Dia sangat pandai memasak berbagai macam hidangan.
"Ya enak banget.." kata Audy.
Arya tersenyum bangga, "Bagus deh kalo lo suka,"
"Besok takoyaki!" kata Mika.
"Takoyaki?" tanya Audy dan Arya bersamaan.
"Huhh... Lumayan ribet," kata Arya pasrah.
"Hmm sabar ya.." ujar Audy.
Beberapa hari kemudian Asaka pulang setelah menyelesaikan masalah restorannya di luar kota. Dia tampak sangat lelah setelah berpergian selama beberapa hari. Audy berinisiatif untuk memijatnya, meskipun Audy tak terlalu bisa tapi Asaka menghargai usahanya.
Audy sangat ingin menanyakan keadaan Sho pada Asaka tapi dia takut Asaka akan curiga. Audy tak mau ada masalah baru yang akan muncul karenanya, dia pasrah dan hanya menunggu kabar dari Sho.
Setiap malam Audy selalu mengirim pesan pada Sho, berharap saat bangun pagi ia mendapat balasan untuk pesannya. Setiap hari dia berharap bahwa doanya akan terkabul, setiap hari juga dia berdoa agar Sho segera kembali.
Betapa cepatnya waktu hingga tak terasa terus berlalu. Satu kata yang ada dalam hatinya Audy, Sho, Sho dan hanya Sho. Kerinduannya tak dapat di ungkapkan dengan kata kata lagi, setiap hari hanya mampu mengingatnya tanpa melihatnya. Setiap hari hanya bisa menunggu.
__ADS_1
Di sisi lain Arya dan Audy kembali berteman seperti dulu, Yanan pun berhenti mengunjungi Audy.
Sama seperti sebelumnya tak ada hal menarik dalam kehidupan sehari hari Audy, setelah bekerja dia hanya menonton kpop dan beberapa film. Dan tentunya setelah mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyetrika, mengepel, menyapu mencuci dan lain lain, untungnya kini dia memiliki Dyana yang membantunya.