Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
A bad girl from nowhere


__ADS_3

"Arhhhhhhh!!!" teriak Audy begitu sampai di suatu tempat yang sepi.


Audy memukul mukul stang setirnya beberapa kali kemudian menangis.


"Kenapa sih hidup gue drama banget? Gak cukup sekali ngalamin hal bang**t kayak gini! Apa sih kesalahan gue sampe di hukum kayak gini!" kata Audy sambil menangis. "Sebenarnya apa yang terjadi... Kenapa Sho punya pacar lagi..."


Selama beberapa saat Audy menangis di sana, dia berusaha tegar dan melawan kesedihannya namun tak berhasil. Sesaat kemudian dia langsung ingin tidur untuk melupakan semua yang terjadi hari ini. Dia pun segera pulang untuk tidur.


Begitu sampai di rumah dia tak bisa langsung tidur, dia masih berpikir tentang Sho dan alasan semua hal ini terjadi. Saat itu sebuah pesan dari Asaka masuk. Asaka mengajaknya untuk makan siang bersama besok di luar.


Entah berapa lama kemudian Audy tertidur, begitu pukul tujuh dia terbangun. Audy langsung memandang cermin dan melihat matanya agak bengkak, rambutnya berantakan. Begitu menguap dia bisa mencium aroma tidak sedap dari mulutnya.


"Everything is fine." (Semuanya baik baik saja) ujar Audy masih memandang cermin.


"Maaf saya terlambat," kata Audy begitu sampai di restoran.


"Tidak tidak, saya juga baru sampai," jawab Asaka tersenyum.


Audy pun duduk menghadap Asaka, "Ada apa?"


"Saya mau bicara dengan Audy, tapi sebelumnya silakan pesan pesan dulu, saya traktir.."


"Terimakasih," jawab Audy senang.


"Pelayan," kata Asaka mengangkat tangan.


Seorang pelayan datang menghampirinya sambil membawa buku menu. Audy dan Asaka melihat lihat menu di dalamnya setelah siap memesan mereka pun kembali memanggil pelayan.


"Saya mau pesan spicy chicken dan lemonade." kata Audy.


"Saya mau chicken soup and squeeze butterfly pea." kata Asaka.


"Baik tunggu sebentar ya," kata si pelayan.


Setelah selesai mencatat makanan yang di pesan pelayan itu pun mengambil buku menu lalu pergi.


Mereka masih belum bicara, bahkan sampai makanan datang pun mereka belum bicara. Asaka menyarankan lebih baik membahasnya setelah makan. Audy jadi penasaran tentang apa yang akan di katakan Asaka.


"Sebelumnya saya minta maaf, Saya benar benar lupa. Saya pikir saya sudah cerita pada Audy." kata Asaka wajahnya tampak menyesal.


"Iya ada apa?" tanya Audy penasaran.


"Satu tahun lalu, 1 minggu setelah saya datang mengunjungi Sho, dia mengalami kecelakaan." ujar Asaka dengan wajah yang ekspresif.

__ADS_1


"Kecelakaan?" tanya Audy kaget.


"Iya, Sho koma hampir sebulan, ingatannya juga hilang."


"Jadi sampai sekarang Sho masih hilang ingatan? Karena itu dia tidak mengenali saya?"


"Iya, saya benar benar lupa, saat itu bisnis sangat kacau jadi belum sempat cerita pada Audy, setelah kembali saya lupa untuk cerita."


"Tidak apa apa, sekarang saya tau Sho.. Saya harap Sho segera mendapatkan ingatannya kembali,"


"Terimakasih Audy, saya juga harap begitu. Saya minta Sho datang ke sini supaya dia ingat hal hal yang pernah dia lakukan di sini, tolong Audy juga bantu dia,"


"Iya.." jawab Audy mengangguk.


Audy dan Asaka kembali setelah itu, mereka mendapati Sho sedang berenang dengan Nancy. Sho hanya diam berendam namun Nancy terus menempel pada Sho, Asaka sangat kesal karena melihat Nancy hanya menggunakan bikini dan terus menempel pada Sho.


"Saya benar benar tidak suka Nancy!" ujar Asaka pelan.


"Kenapa?" tanya Audy.


"Dia tidak sopan, saya tidak tau kenapa Sho bisa pacaran dengannya?"


"Sejak kapan Sho pacaran dengannya?"


"Ohhh... Nanti juga dia bisa berubah,"


"Dia memaksa ingin ikut Sho ke sini, awalnya saya tidak setuju tapi Sho.."


"Iya iya, sabar Asaka.."


Audy membawakan handuk untuk Sho dan Nancy setelah selesai berenang. Begitu keluar dari kolam renang Sho mengusap rambutnya ke belakang, dia terlihat sangat tampan sehingga Audy tertegun. Dia tampak lebih dewasa sekarang di usianya yang baru 20 tahun.


"Handuk saya," kata Sho menyadarkan Audy dari lamunannya.


"Ohh ini," kata Audy memberikan sebuah handuk.


Sho pun mengusap usap rambutnya lalu masuk ke kamar mandi, Nancy mengambil handuk dari tangan Audy lalu hendak menyusul Sho ke kamar mandi namun Audy menghentikannya.


"Wait, there is a bathroom in guest room," (tunggu, di kamar tamu ada kamar mandi) kata Audy.


"Why? Usually we use a same bathroom in LA.." (kenapa? Biasanya kami menggunakan kamar mandi yang sama di LA) jawab Nancy.


"Now you are not in LA, so please respect Asaka." (Sekarang kamu bukan di LA, jadi tolong hormati Asaka.) ujar Audy.

__ADS_1


Nancy mengibaskan rambutnya sebelum pergi, tubuhnya yang basah membasahi lantai saat sedang berjalan ke kamar tamu. Audy dengan pasrah mengambil pengepelan dan segera mengepel lantai. Sho yang baru keluar dari kamar mandi melihat Audy mengepel mengikuti jejak kaki ke kamar tamu. Dia tau itu ulah Nancy.


Setelah makan malam, Sho mengajak Nancy menikmati udara segar di luar. Mereka duduk di kursi ayunan kayu sambil melihat bintang bintang.


"What are we doing here?" (Apa yang kira lakukan di sini) tanya Nancy.


"See the stars," (melihat bintang) jawab Sho.


"It's just stars, i can't stay here anymore, there's a lot of mosquito!" (Itu hanya bintang bintang, aku tidak bisa tinggal di sini lagi, ada banyak nyamuk) ujar Nancy sambil memukul mukul nyamuk di lengannya.


Sho hanya menghela nafas sambil melihat Nancy masuk ke dalam rumah. Pada saat itu Audy membawa sepiring oreo untuk Sho juga segelas susu.


"Terimakasih ya Audy," kata Sho.


"Iya... Lihat apa?" tanya Audy.


"Bintang, malam ini langit sangat bagus..."


"Iya, malam ini bintang bintang terlihat sangat jelas.."


"Audy suka lihat bintang?"


"Semua orang pasti suka,"


"Tidak, Nancy tidak suka.."


"Ohh really?"


"Yes," jawab Sho sambil sedikit tertawa.


Nancy yang mengintip dari balik jendela melihat mereka mengobrol, wajahnya seketika langsung marah, dia pun segera keluar untuk memanggil Sho.


"Sho!" teriak Nancy, "Sho!"


Asaka yang mendengar teriakan Nancy memanggil Sho langsung keluar kamar untuk menghampirinya, Sho sedang berjalan menghampiri Nancy ketika Asaka memarahinya.


"He is my son, you should not behave like that!" (Dia anakku, kamu tidak boleh berprilaku seperti itu) ujar Asaka naik pitam.


Nancy hanya merengut mengumpat dalam hati lalu Sho pun datang dan menarik tangannya.


"Sorry mom, she's just bored." (Maaf ma, dia hanya bosan) kata Sho membawa Nancy ke kamar.


"Sabar ya Asaka.." gumam Audy dalam hati.

__ADS_1


Lama kelamaan sikap Nancy semakin buruk, Asaka tak bisa berkata apa apa sedangkan Sho sangat penurut dan percaya pada Nancy.


__ADS_2