
Audy membawa Sho ke rumahnya untuk makan malam bersama keluarganya. Sambil makan mereka juga sedikit mengobrol.
Kemudian Sho mencicipi sup ayam sambil makan nasi. Sho tampaknya merasa kepedasan.
"Pedas?" tanya Audy.
"Iya sedikit ya," kata Sho.
"Ini minum air," kata Audy.
"Terimakasih..."
"Coba ini Sho, ini tidak pedas." kata mama Audy memberikan Sho sepotong ayam krispi.
"Silakan tambah lagi Sho." kata papa Audy.
"Tidak tidak, ini masih banyak ya," jawab Sho.
Sian dan Dyana hanya diam karena merasa canggung dengan Sho.
Mereka pun lanjut makan. Setelah selesai makan malam mereka mengobrol sedikit bersama Sho, karena hari sudah semakin malam Sho pun kembali ke rumah bersama Audy. Dalam kegelapan mereka berjalan berdua, tak ada satupun orang yang lewat, dari kejauhan terlihat lampu jalan dengan warna remang remang kuning, saat sampai di sinar lampu itu bayangan mereka terlihat berdiri lurus, Audy berjalan sambil melihat bayangannya lalu memainkan tangannya. Sesekali Audy tersenyum melihat bayangannya yang bergerak sesuai gerakannya. Sho tersenyum melihat Audy, lalu ketika mereka sudah jauh dari cahaya lampu, bayangan mereka tak lagi terlihat, Audy berhenti bermain dan lanjut berjalan, menyadari hal itu Sho kemudian menyalakan senter hp nya sehingga bayangan mereka kembali terlihat. Wajah Audy berubah jadi senang lagi lalu dia menatap Sho seolah olah bertanya.
"Sangat gelap," ujar Sho.
"Iya," jawab Audy tersenyum.
Belakangan ini sudah mulai ada tamu. Audy sedikit kerepotan karena selain bertugas di art shop dia juga membantu di restoran karena hanya ada 3 karyawan restoran. Asaka hanya mempekerjakan 3 orang karena restorannya hanya restoran kecil dan disini tidak selalu ramai, biasanya hanya ramai pada saat liburan seperti bulan agustus dan desember pada saat tahun baru dan natal. Untuk art shop, Audy adalah satu satunya karyawan karena artshop itu juga hanya toko kecil. Kali ini sedikit kewalahan karena Audy harus mengantar dan menjemput Sho. Tapi untungnya rumah, restoran dan artshop milik Asaka ada di satu lahan, hanya bersebelahan jadi Audy tidak tergesa gesa.
Setelah menutup toko dan restoran, malam harinya Audy membersihkan rumah, meskipun lelah tapi gaji yang di dapat Audy sepadan, apalagi Asaka sangat baik padanya, karena itu Audy senang bekerja disana.
Audy sedang mengusapkan minyak kayu putih di telapak kakinya ketika Sho pergi ke kamar mandi, Sho jadi sedikit khawatir karena mengira Audy kelelahan hingga sakit.
"Audy, tidak apa apa?" tanya Sho menghampirinya.
"Ohh tidak apa apa, kaki saya hanya dingin jadi saya pakai minyak." jawab Audy.
__ADS_1
"Ohh... Tolong banyak istirahat ya,"
"Iya,"
Sho pun kembali ke kamarnya. Audy mengusapkan sisa minyak di tangannya ke perutnya. Entah kenapa sejak dulu pada kondisi tertentu kaki dan tangan Audy terasa sangat dingin, benar benar dingin sehingga Audy tak bisa menahannya, Audy berusaha untuk tidak menyentuhkan tangan dan kakiknya pada bagian tubuhnya yang lain sehingga Audy memakai kaos kaki di malam hari dan tidur dengan menggenggam selimut.
Sho datang ketika Audy sedang menjelaskan sebuah produk pada beberapa tamu. Sho merasa cukup kagum dengan kemampuan bahasa inggris Audy yang lumayan bagus.
"Which one from this village?" (Yang mana dari desa ini?) tanya salah satu tamu.
"This one," (yang ini) kata Audy mengambil sebuah lontar.
"Book mark?" (Penanda buku?)
"Yes, also you can put it in the frame and then hanging in the wall." (Iya, kamu juga bisa menaruhnya dalam bingkai dan kemudian menggantungnya di dinding.)
"Ohh..." guman para tamu sepertinya tertarik.
"I have another size and design." (Saya punya ukuran dan desain yang lain.)
"First we need palm leaf, then draw with small knife, use the hazelnut that is already burned to color it so we'll get natural color, last is clean with a tissue or cotton." (Pertama kita butuh daun palm, kemudian gambar dengan pisau kecil, gunakan kemiri yang sudah di bakar untuk mewarnainya jadi kita akan dapat warna yang natural, terakhir bersihkan dengan tisu atau kapas.)
Para tamu senang mendengarkan penjelasan Audy. Beberapa dari mereka memutuskan membeli lontar itu dan beberapa melihat lihat barang lain.
Satu hari lagi telah berlalu, Audy beristirahat sambil menonton film yang tayang hari ini. Audy menonton sambil tersenyum karena senang dengan episode kali ini, sudah hampir tengah malam tapi Audy masih menonton, Sho keluar untuk mengambil air minum saat melihat Audy sedang tertawa menonton.
"Belum tidur?" tanya Sho.
"Belum, saya masih menonton," jawab Audy grogi sambil keluar dari youtube.
Audy khawatir tentang pendapat Sho jika tau apa yang dia tonton, ini bukan karena Audy menonton film dewasa atau apa, tapi karena film film yang Audy suka jarang di sukai orang lain karena alasan tertentu.
"Sho kenapa belum tidur?" tanya Audy
"Saya tidak mengantuk," jawab Sho.
__ADS_1
"Ohh mau nonton bersama,?"
"Mau," jawab Sho lalu menghampiri Audy dan duduk di sebelahnya.
Sofa itu cukup besar hampir seukuran dengan ranjang 2 x 1. Audy dan Sho duduk bersandar ke sofa, mereka menyalakan tv dan membuka sebuah aplikasi untuk menonton film.
"Mau nonton film apa?" tanya Audy.
"Tadi nonton film apa?" tanya Sho.
"Ohh..." gumam Audy jadi gugup, "film komedi,"
"Saya juga mau nonton film komedi,"
"Oke, comedy action ya," kata Audy lalu mencari film dengan genre aksi komedi.
Setelah menemukan film yang tepat mereka pun mulai menonton, ada banyak sekali adegan lucunya, Audy terus tertawa meskipun pelan, sedangkan Sho hanya menonton dengan datar, Audy memaklumi hal itu karena tahu kalau Sho susah tersenyum apalagi tertawa. Melihat Audy tertawa membuat sudut bibir Sho sedikit terangkat.
Malam semakin larut, sudah hampir jam 2 pagi, Audy baru sadar Sho telah tertidur di sebelahnya. Karena tak enak untuk membangunkan Sho, Audy pun merebahkan Sho di sofa lalu menyelimutinya. Audy kembali menonton setelah itu. Entah kapan dia tertidur, saat bangun dia menyadari dirinya tidur disebelah Sho. Sho juga sudah terbangun di saat yang bersamaan. Audy segera beranjak dari sofa.
"Maaf saya ketiduran." kata Audy.
"Tidak apa apa," ujar Sho.
Mereka bertantian pergi ke kamar mandi, Audy menyiapkan sarapan ketika Sho masih bersiap untuk ke sekolah. Dia merasa bersalah karena tv menyala sepanjang malam meskipun filmnya sudah terhenti ketika video berakhir. Dia pikir pasti hal itu cukup banyak memakan listrik.
"Sudah siap?" tanya Audy begitu Sho datang.
"Sudah," jawab Sho.
"Ini sarapan," kata Audy memberikan sekotak roti lapis, "Makan di mobil ya sudah siang,"
"Iya," kata Sho seraya mengambil kotak penuh roti lapis.
Audy mengambil sekotak susu, lalu mengambil kunci mobil kemudian menyusul Sho keluar setelah mengunci rumah.
__ADS_1