
Audy menghampiri Sho ke kamarnya sambil membawa nampan berisi segelas susu dan roti. Sho masih tertidur ketika Audy datang. Sesaat kemudian Sho terbangun dan melihat Audy di sampingnya.
"Audy, ada apa?" tanya Sho terdengar masih mengantuk.
"Sarapan dulu," kata Audy.
"Iya nanti," jawab Sho hendak tidur kembali.
"Kenapa kamu berubah pikiran?" tanya Audy.
Sho langsung bangun dan duduk.
"Kenapa kamu ingin kuliah di GU?"
"Itu karena..."
"Kalo aku alasan kamu berubah pikiran, itu salah."
"Kenapa salah?"
"Sho, aku tau tujuan kamu sejak dulu adalah kuliah di UCLA, dan sekarang udah berhasil. Tapi kenapa kamu tiba tiba berubah pikiran? Hanya karena kamu pacaran sama aku, biar bisa tetep deket sama aku?"
"Dulu aku pikir itu adalah kampus terbaik, dan sekarang aku pikir kuliah di manapun sama asalkan orangnya yang rajin belajar."
"Gak sama Sho, kamu tau seberapa banyak orang yang ingin kuliah di UCLA, dan gak semua bisa kuliah di sana, sedangkan kamu yang dapat kesempatan itu, kenapa mau kamu sia sia in?"
Sho hanya diam sambil melihat buku bukunya.
"Kalo kamu ingin kuliah di GU cuma gara gara pengen tetep sama aku, kamu salah. Meskipun kita selalu berdampingan tapi kalo takdir berkata lain kita gak akan bisa tetep bersama. Tapi kalo emang takdir kita bersama, jarak gak akan ada artinya dan kita akan tetep bersama."
"Aku khawatir tentang hubungan kita nantinya," kata Sho.
"Aku ngerti, karena itu kita harus saling percaya supaya bisa bertahan."
Sho memeluk Audy, Sho merasa tubuhnya seringan kertas begitu beban hatinya di keluarkan. Sedangkan Audy meskipun merasa takut akan yang namanya LDR (long distance relationship) berusaha meyakinkan diri bahwa semua akan baik baik saja.
Sho telah bicara pada Asaka dan akhirnya Asaka merasa lega. Beberapa hari sebelum Audy pulang, Asaka dan Sho mengajaknya jalan jalan ke Kyoto botanical gardens dan berbelanja di Nishikidori. Asaka membelikan banyak barang pada Audy, meskipun merasa tak enak tapi Audy tetap menerimanya karena itu lebih baik.
Tiba hari minggu, hari ini adalah hari terakhir Audy di Jepang. Untuk makan siang Asaka menyiapkan makanan khas Jepang yang di sukai Audy, takoyaki, udon dan mochi. Audy merasa sangat senang karena Asaka sangat perhatian padanya. Setelah selesai makan Audy kembali ke kamarnya untuk mengecek barang barang bawaanya. Sho hendak berbicara dengan Audy namun Asaka datang, dia kembali ke kamarnya sedangkan Asaka menghampiri Audy.
"Sudah selesai berkemas?" tanya Asaka.
"Sudah," kata Audy seraya menutup kopernya.
"Saya mungkin kembali ke Indonesia dua bulan lagi, mungkin Mika akan ikut saya, Haruka sibuk jadi susah untuk mengurus dua anak."
__ADS_1
"Ohh..."
"Tolong jaga rumah, restoran dan art shop saya ya,"
"Iya," jawab Audy mengangguk.
"Sedangkan Sho akan langsung pergi ke Los Angeles begitu semester di mulai."
"Ahh.. Iya,"
"Kalau begitu saya ke kamar dulu, sebentar lagi kita berangkat ke Bandara." kata Asaka lalu meninggalkan Audy.
Sho segera menghampiri Audy ke kamarnya, dia ingin mengatakan sesuatu tapi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya.
"Ada apa." tanya Audy.
Belum sempat menjawab Asaka sudah memanggil Audy.
"Ayo," kata Audy hendak mengambil kopernya namun Sho langsung membawakan kopernya. Audy tersenyum sambil menggeleng geleng kemudian menyusul Sho.
Begitu sampai di bandara Audy pun berpamitan pada Asaka dan Sho.
"Terimakasih ya, saya sangat senang selama di sini," kata Audy tersenyum senang.
"Sama sama, saya juga senang Audy datang ke sini," kata Asaka lalu memeluk Audy, "Tolong hati hati ya,"
Audy dan Sho hanya saling pandang tersenyum sedih kemudian Audy melambaikan tangan.
"Sampai jumpa," kata Audy menatap Sho.
Sho dan Asaka bersamaan melambaikan tangan lalu mengucapkan, "Sampai jumpa..."
Audy tersenyum memandang mereka, kemudian Audy memandang Sho sebelum akhirnya berbalik dan berjalan masuk.
Asaka dan Sho kemudian juga pergi namun tiba tiba Sho berhenti.
"Ada apa?" tanya Asaka.
Sho diam sesaat lalu berkata, "Toilet!"
Asaka tertawa kecil melihat Sho langsung berlari, dia mengira Sho pasti sangat kebelet pipis.
Sho berlari melewati gerombolan orang orang untuk mencari Audy. Dia terus mencari namun belum menemukan Audy, Dia merasa ketakutan jika dia tak bisa menemukan Audy. Nafasnya terengah engah namun dia terus berlari.
Akhirnya dia menemukan Audy yang baru selesai menaruh koper. Sho langsung mencium Audy dengan erat, tanpa dia sadari air matanya mencucur hingga membasahi wajah Audy.
__ADS_1
"Sho," gumam Audy serya menepuk punggungnya.
"Kamu hati hati ya," kata Sho memegang leher Audy
Audy mengangguk, "kamu juga ya.." kata Audy kemudian memeluk Sho.
"Aku akan berusaha nemuin kamu kalau ada waktu,"
"Iya... Aku akan nunggu kamu,"
Sho mengangguk lalu mengelus rambut Audy.
"Aku harus masuk sekarang, udah waktunya."
Sho kembali mengangguk lalu memeluk Audy untuk yang terakhir kalinya, "Sampai jumpa..."
"Sampai jumpa..." jawab Audy lalu berjalan masuk.
Sho terus memandang Audy, Audy pun bebarapa kali berbalik menatap Sho hingga akhirnya lenyap dari pandangan.
Larut malam hari Audy tiba di negaranya, keluarganya sudah menunggunya di bandara. Audy menyembunyikan kesedihannya dan menghampiri keluarganya dengan bahagia.
"Apa kabar?" tanya Audy seraya memeluk keluarganya.
"Kita semua baik, kamu gimana?" tanya mama Audy.
"Aku juga baik," jawab Audy.
"Gimana liburan kamu di Jepang?" tanya papa Audy.
"Seru banget pa,"
"Wahh aku juga pengen ke sana..." kata Dyana.
"Iya nanti kalo kita bisa, kita ke sana sama sama.." jawab Audy.
"Oleh olehnya mana Dy?" tanya Sian tersenyum gembira.
Audy hanya tertawa lalu mendorong kopernya ke arah Sian.
"Ada di dalem, bawa dulu sampe rumah." kata Audy.
Begitu sampai di rumah malam sudah semakin larut, setelah mandi Audy langsung beristirahat. Begitupun keluarganya karena sudah malam mereka juga langsung tidur dan sepakat akan membongkar koper Audy besok pagi.
Audy tak bisa tidur, dia terus berbulak balik di ranjangnya. Sesekali Audy mengambil hp untuk mengecek jam. Audy terus mencoba untuk tidur namun dia tetap tak bisa, Audy pun mengambil hp untuk menonton di Youtube. Seperti biasanya sebelum membuka Youtube dia selalu membuka whatsapp lebih dulu. Dia melihat kontak Sho sedang "mengetik". Ternyata Sho juga tak bisa tidur, dia mencoba mengirim pesan pada Audy namun tak jadi, Audy memperhatikan itu selama beberapa saat, Sho berulang kali melakukannya. Mungkin Sho tak sadar kalau Audy sudah online sejak tadi.
__ADS_1
"Aku juga kangen kamu Sho." gumam Audy lalu keluar dari whatsapp.
Entah jam berapa Audy tertidur, dia baru bangun sekitar setengah sembilan. Yang lain sudah selesai sarapan, Sian dan Dyana menunggu Audy untuk membongkar kopernya.