
Di tempat kerja Audy terus melamun usai bersih bersih di toko, tak mau banyak berpikir dia pun membersihkan rumah bosnya. Waktu terus berlalu hingga hari semakin siang, Audy juga telah selesai membersihkan rumah, sekarang dia duduk beristirahat di belakang rumah.
"Dy... Audy lo dimana?" terdengar suara Yanan dan suara langkah kaki mendekat.
"Yanan.." gumam Audy, "gue di belakang!" jawab Audy.
Kemudian Yanan pun datang, dia membawa beberapa snack dan minuman bersoda karena Audy sangat menyukainya.
"Kenapa kesini? Kok gak chat dulu?" tanya Audy.
"Bawain snack!" kata Yanan seraya memberikannya.
"Thank you," jawab Audy ceria seperti biasanya.
Kemudian Yanan tidur di pangkuan Audy, kali ini dia tidak main game melainkan benar benar tidur.
"Ada apa? Tumben diem banget!" kata Audy seraya makan chip's kentang.
"Biarin gue kayak gini, bentar aja..." kata Yanan.
"Oke..."
"Gue mau bilang sesuatu.." ujar Yanan serius.
"Apa?" tanya Audy meskipun dia bisa menebak apa yang ingin Yanan katakan.
"Gue... Bakal berangkat ke kapal pesiar." kata Yanan.
Hati Audy terasa kosong seketika namun dia berusaha bersikap seperti biasanya, "wahhh selamet ya..."
"Lo gak marah?"
"Kenapa marah, ini kan pekerjaan yang lo pengen selama ini,"
Yanan mengambil tangan Audy lalu memegangnya erat, "Hasilnya baru keluar kemarin, gue lulus, gue mau kasih tau lo secara langsung tapi kemarin sibuk banget, jadi gue baru bisa kasi tau lo sekarang."
"Gak papa, gue seneng lo akhirnya lulus dan bisa berangkat."
"Makasih banget," kata Yanan lalu mencium tangan Audy. "Lo ikut ya nganterin gue ke bandara,"
"Kapan?"
"2 minggu lagi,"
__ADS_1
Mata Audy berkaca kaca menahan air mata. "Oke." jawab Audy tersenyum sambil bergumam dalam hati, "gue gak boleh nangis, gue gak mau dia khawatir,"
"Lo yang sabar ya, 8 bulan bukan waktu yang singkat..."
"Iya... Lo gak usah khawatir, fokus aja sama kerjaan lo, oke?"
Yanan mengangguk lalu memeluk Audy dengan erat, "Gue sayang lo Dy,"
"Gue juga..." jawab Audy memeluk Yanan perlahan.
Setelah beberapa saat Yanan masih belum melepas Audy.
"Nan" ujar Audy
"Bentar lagi," kata Yanan menyela ucapan Audy.
"Gue harap setelah lo kembali lo masih Yanan yang seperti hari ini." kata Audy dalam hati.
Waktu berlalu dengan cepat, karena Yanan mengurus persiapannya sebelum berangkat dia jarang bertemu dengan Audy. Sehari sebelum berangkat, Audy dan mamanya pergi ke rumah Yanan untuk mengucapkan selamat jalan pada Yanan.
"Yaampun pake repot repot bawa makanan, makasih ya Ri," ujar mama Yanan lalu pergi ke dapur.
"Iya bukan apa apa kok," jawab mama Audy "Gimana, persiapannya udah selesai?"
"Udah tante," jawab Yanan
"Gak usah tante, aku udah ada!"
"Gak ini ambil aja, dari tante.."
Akhirnya Yanan mau menerima uang itu, "makasih ya tente,"
"Iya sama sama,"
"Ini minum dulu teh nya," kata mama Yanan seraya membawa beberapa cangkir teh dan camilan.
Yanan terus melihat Audy, "Dy, bantuin gue ngemas baju dong!" kata Yanan.
"Iya dia gak bisa ngelipet baju, bantuin ya Dy." kata mama Yanan.
"Iya tante," jawab Audy lalu menyusul Yanan ke dalam kamar.
Audy melihat lihat kamar Yanan yang berantakan seperti biasanya. Kemudian dia mulai merapikannya, sedangkan Yanan mengecek beberapa dokumen yang diperlukan.
__ADS_1
"Mau baju yang mana?" tanya Audy.
"Lo aja yang pilih, yang bagus bagus..." jawab Yanan.
Audy membuka lemari Yanan yang sama berantakannya dengan kamarnya tadi. Audy mulai memilih beberapa baju lalu melipat yang lain. Kemudian dia memasukan beberapa pakaian ke dalam koper Yanan.Yanan tiba tiba memegang tangan Audy.
"Kenapa?" tanya Audy.
Yanan medekat hendak mencium Audy tapi Audy segera memalingkan wajahnya.
"Mama ada di luar," ujar Audy.
"Liat gue," kata Yanan lalu memegang wajah Audy. "Ini mungkin yang terakhir, setelah 8 bulan kita baru bisa ketemu lagi..."
"Tapi mama," gumam Audy.
Yanan segera mencium Audy sebelum dia menyelesaikan ucapannya. Perlahan lahan Yanan memegang leher Audy, lalu semakin ke bawah, Yanan mulai mencium leher Audy, setelah sesaat Audy mendorong Yanan hingga berhenti.
"Gue rasa udah cukup," kata Audy beranjak.
Yanan memeluk Audy dari belakang, "Tungguin gue ya," kata Yanan di telinga Audy.
Audy memegang tangan Yanan, Gue gak akan kemana mana," jawab Audy seraya berbalik memandang Yanan.
Keesokan harinya, sekitar jam 2 sore mereka semua berangkat ke bandara untuk mengantar Yanan. Penerbangan Yanan akan dimulai jam 4 sore, mereka telah sampai di bandara 40 menit sebelumnya. Yanan bertemu beberapa orang yang juga akan pergi ke kapal pesiar yang sama dengannya, menghilangkan sedikit cemasnya Yanan mengobrol dengan mereka. Sesaat kemudian 15 menit sebelum penerbangan, Yanan kembali menghampiri keluarganya lalu mengucapkan salam pada kedua orang tua dan saudara saudaranya, mama Yanan menangis memeluk Yanan, kemudian Yanan lanjut mengucapkan salam pada mama Audy yang juga berkaca kaca, dan terakhir pada Audy.
"Gue pergi ya, baik baik di rumah.." kata Yanan sambil menepuk bahu Audy.
Mata Audy berkaca kaca, dia merasa sangat sedih untuk melepas Yanan pergi tapi dia tak mau Yanan melihatnya mengangis karena itu akan membuatnya khawatir pikir Audy. Audy menahan air mata dan ingusnya lalu tersenyum pada Yanan.
"Lo hati hati disana, semoga sukses!" kata Audy lalu tersenyum.
Yanan tersenyum, dia pun pergi sambil menenteng kopernya lalu melambaikan tangan.
Audy memandang Yanan yang berjalan masuk hingga lenyap dari pandangannya, barulah sesaat kemudian Audy berbalik dan menangis, dia segera pergi agar tak ada yang melihatnya menangis, setelah tenang dia pun kembali berkumpul.
Hari hari Audy berlangsung seperti biasanya, dia selalu pergi bekerja dan menyibukan diri di waktu luang. Beberapa kali dia dan Yanan melakukan video call, Yanan tampak belum terbiasa dengan suasana dan makanan disana, tapi dia sudah beradaptasi dengan orang orang disekitarnya. Audy merasa sedikit kesepian tapi untungnya dia memiliki hobi yang bisa membuatnya senang selalu yaitu kpop dan film film luar negeri seperti Korea, Thailand, China dan Jepang. Hobinya menonton membuat Audy sangat mudah terhibur hingga melupakan rasa sedihnya.
Kini sudah beberapa bulan sejak Yanan berangkat ke kapal pesiar, dia sudah terbiasa dengan semuanya, beberapa kali Yanan menunjukan bar tempatnya bekerja pada Audy.
"Ada yang dateng, ntar gue telpon lagi," kata Audy yang sedang melakukan video call dengan Yanan.
"Ok," jawab Yanan.
__ADS_1
Kemudian Audy pun menutup telpon dan keluar menghampiri orang yang datang.
"Cari siapa ya?" tanya Audy menghampiri orang itu.