
Ini adalah pertama kalinya Audy datang ke rumah Sho yang ini, meskipun desain rumahnya mirip tapi suasana sekitar sangat berbeda, disini jauh lebih ramai dari pada desa Audy, disebelah rumah ini ada restoran dan club malam, situasi malam disini sangat ramai karena itu Asaka tidak betah lagi tinggal disini, dia pun mencari daerah kecil untuk tempat tinggal yang baru, siapa sangka Asaka memilih desa tempat Audy tinggal. Asaka mengenal ayah Audy sejak papanya menghubungkan Asaka dengan penjual tanah, sejak saat itu ayah Audy dipercayakan bersama Pak Andi yaitu tangan kanan Asaka untuk mengurus proyek pembangunan. Pada suatu malam ayah Audy mengundang Asaka dan Sho makan malam di rumah untuk mengucapkan rasa terimakasihnya, saat itu Asaka pertama kali melihat Audy, dia langsung meminta Audy untuk bekerja padanya. Setelah Audy lulus SMA dia langsung bekerja disana sampai saat ini.
"Audy saya sudah selesai," kata Sho setelah selesai mengemas beberapa buku.
"Ohh iya," kata Audy
Mereka pun kembali.
Kegiatan Audy berlangsung seperti itu setiap harinya, kemudian di hari sabtu Sho libur, dia menghabiskan lebih banyak waktu di kamarnya dengan buku bukunya itu. Sesaat kemudian Sho menghampirinya ke artshop.
"Audy mau main?" tanya Sho memperlihatkan raketnya.
"Mau.." jawab Audy lalu beranjak dari kursinya.
Mereka pun bermain bulu tangkis, Audy cukup pintar bermain bulu tangkis, ini adalah salah satu dari dua olahraga yang di sukai Sho. Sho sangat suka berenang dan bulu tangkis, selain top student dia juga juara renang. Dia selalu memenangkan peringkat satu untuk kategori renang. Asaka sangat bangga padanya karena memiliki putra yang selalu menjadi peringkat satu di sekolah dan selalu memenangkan lomba renang.
Lelah bermain bulu tangkis mereka pun istirahat sebentar. Audy pergi mengambil minum untuknya dan Sho.
"Sho," kata Audy memberikan sebotol pocari dingin padanya.
"Terimakasih..." jawab Sho lalu minum.
Setelah sesaat beristirahat Sho berdiri lagi.
"Mau main lagi?" tanya Sho
Audy mengangguk tersenyum, "Mau.." jawab Audy meskipun merasa cukup lelah.
Hari semakin sore, mereka berhenti bermain dan segera mandi bergantian. Audy baru pergi ke dapur hendak membuat makan malam saat Sho menghampirinya dan menunjukan foto sebuah ayam bakar.
"Audy saya mau ini," kata Sho.
"Ayam bakar?" tanya Audy
"Iya, ini dimana?"
Audy membaca nama akun yang memposting fofo itu.
"Ohh saya tau, Mau kesana?" tanya Audy.
"Mau!"
"Oke, cukup dekat, kita jalan kaki ya."
"Iya..."
Sambil berjalan jalan mereka pergi menuju restoran itu, jaraknya sekitar 500 meter dari rumah Sho. Sambil berjalan mereka sedikit mengobrol. Sekitar 10 menit kemudian mereka sampai, butuh waktu sekitar 15 menit untuk sampai disana.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan.
"Saya mau ayam bakar," kata Sho.
"Saya padthai satu," kata Audy.
__ADS_1
"Minumnya?" tanya pelayan.
"Sho mau jus?" tanya Audy.
"Tidak,"
"Kalo gitu air mineral 2," kata Audy.
"Ada nanas?" tanya Sho.
"Ada," jawab si pelayan.
"Saya mau satu buah nanas ya, langsung di potong." kata Audy.
"Baik," jawab pelayan itu lalu segera pergi.
"View nya bagus?" tanya Audy.
"Iya bagus," jawab Sho seraya berdiri dan melihat lihat pemandangan, "rumah itu... Seperti rumah saya.."
"Itu memang rumah Sho,"
"Wahh kelihatan dari sini?"
Restoran ini terletak di daerah yang cukup tinggi sehingga bisa melihat pemandangan sekeliling. Semua tampak berada di bawah. Mereka sedikit mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang. Tiba tiba Audy batuk, dan tenggorokan Audy terasa gatal, Audy merasa ingin terus batuk, dia berusaha menahannya tapi sudah tak sanggup, dia pun batuk beberapa kali tapi karena merasa tak enak dengan Sho Audy pergi ke toilet. Begitu Audy masuk ke toilet beberapa orang datang ke restoran itu, Audy dapat mendengar langkah kaki dan gumaman mereka meskipun tidak jelas.
"Mau pesan apa?" tanya pelayan.
"Kok kayak suaranya Yanan," gumam Audy dalam hati.
"Me too!" (saya juga)
"Ini suaranya Grace, ternyata beneran Yanan." gumam Audy.
"Saya susu coklat satu."
"Ini..." gumam Audy menebak, "gak mungkin suaranya Sindi kan!"
Tedengar suara langkah kaki pergi menjauh, Audy pikir itu suara langkah kaki si pelayan.
"Ada apa? Kenapa minta ketemuan?" tanya Sindi.
"Aku mau ngenalin pacar aku, namanya Grace orang Thailand." kata Yanan.
"Hi i'm Grace!" (halo, aku Grace) ujar Grace terdengar ceria.
"I'm Sindi." (aku Sindi)
"Grace sama aku ketemu di kapal pesiar, dia lagi liburan disana..."
"Kenapa kamu ngasih tau aku hal itu?" tanya Sindi.
Terdengar seseorang datang, sepertinya pesanan Audy dan Sho sudah datang. Langkah laki itu kembali pergi.
__ADS_1
"Grace orang kaya makannya dia mampu liburan di kapal pesiar," kata Yanan.
"Maksud kamu apa?" tanya Sindi.
"Asalkan kamu balikan sama aku, akan putusin dia, kamu tau kamu yang paling penting, demi kamu aku akan tinggalin semuanya!" kata Yanan.
"Ternyata gue bener bener cuma pelampiasan," gumam Audy dalam hati.
"Yanan!" kata Sindi saat pesanannya datang.
"Aku udah cukup kaya, aku jamin hidup kamu akan bahagia," kata Yanan.
"Yanan! Kita putus bukan karena uang, kamu tau itu, papa aku ngelarang hubungan kita! Dan kamu tau alasannya!" kata Sindi.
"Seberapa tinggi sih status keluarga kamu! Sampe aku yang cuma orang biasa gak boleh berada di samping kamu! Aku akan berubah supaya status aku bisa lebih tinggi dari keluarga kamu!" kata Yanan.
"Gak! Kamu gak usah berubah demi aku! Karena perasaan aku ke kamu, udah gak sama lagi." jawab Sindi.
Suasana hening sesaat lalu terdengar suara kursi di dorong kemudian suara langkah kaki pergi menjauh.
Audy yakin Grace pasti kebingungan mendengarkan pertengakaran Yanan dan Sindi. Audy sampai lupa batuknya telah hilang, dan kemudian dia ingat Sho. Audy segera mencuci tangnnya lalu keluar dari toilet. Yanan dan Grace memandangnya berjalan menuju kursinya.
"Maaf Sho saya lama," kata Audy begitu sampai di kursinya.
"Tidak apa apa... Silakan makan," kata Sho.
Audy tersenyum lalu makan bersama Sho.
Beberapa hari kemudian setelah kembali dari mengantar Sho sekolah, Audy bersih bersih di art shop lalu Grace menghampirinya, Audy pikir Grace adalah seorang customer.
"Grace..." ujar Audy.
"Hi Audy..." (halo Audy) sapa Grace.
"Hi, how are you," (halo apa kabar) tanya Audy.
"Not too bad, how about you," (tidak terlalu buruk, bagaimana denganmu)
"Same as you." (sama sepertimu), jawab Audy tersenyum. "Anyway where are you going," (ngomong ngomong kamu mau pergi kemana)
"I'm going to see you," (saya pergi untuk menemuimu)
"Me." (saya)
"Yes." (ya)
"Ohh sit down please." (ohh silahkan duduk) kata Audy mengajak Grace duduk.
"I have a question," (saya punya pertanyaan)
"What is it." (apa itu)
"About Yanan." (tentang Yanan)
__ADS_1