Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Jealous


__ADS_3

"Yanan," kata Audy sedikit terkejut. "l'm not too close with Yanan so i'm not sure if i can." (saya tidak terlalu dekat dengan Yanan jadi saya tidak yakin jika saya bisa)


"You can i know... You know who is Sindi right." (kamu bisa, saya tau... Kamu tau siapa Sindi kan)


"Sindi is our friend since junior high school, and she was his ex." (Sindi adalah teman kami sejak SMP, dan dia adalah mantannya)


"Ex." (mantan)


"Yes, they have been together for seven years but a one year ago they broke up." ( ya, mereka sudah bersama selama hampir tujuh tahun tapi satu tahun lalu mereka putus)


"Why," (Kenapa)


"I don't really know why but as i know Sindi father's didn't let them together."(saya tidak terlalu tau kenapa tapi yang saya tau ayahnya Sindi tidak membiarkan mereka bersama)


"I see." (aku mengerti)


"Are you ok?" ( kamu baik baik saja)


tanya Audy.


"No." jawab Grace matanya berkaca kaca.


"You love him," (kamu cinta dia) ujar Audy.


"I just know him for a week and i confess to him." (Saya baru tau dia selama satu minggu dan saya sudah mengaku padanya).


Audy menepuk bahu Grace supaya tidak menangis, malah sebaliknya Grace menangis lalu memeluk Audy. Audy merasa kasihan padanya karena dia pernah mengalami rasa sakit yang sama.


"Just cry..." (menangis saja). ujar Audy mengusap punggung Grace.


Air mata Grace tak henti hentinya bercucuran, dia memeluk Audy dengan erat. Karena itu Audy jadi mengingat saat Yanan membawa Grace di bandara, Audy juga menangis sama seperti Grace, tapi dia sendirian, dia bahkan tak bisa bicara pada orang lain tentang kesedihannya waktu itu. Luka itu membuat Audy semakin kuat menahan rasa sakit.


Keesokan harinya ketika Audy sedang membuat sandwich untuk sarapan, Sho datang sambil membawa hp nya, dia tampak sedikit lebih gembira dari biasanya. Ternyata Asaka mengajaknya video call.


"Audy, ini mama." kata Sho memberikan hp nya pada Audy.


Audy tersenyum menyapa Asaka. Asaka menggendong bayi di pengakuannya. Dia tampak sangat bahagia, Audy tau bayi itu pasti anak Haruka.


"Audy, apa kabar?" tanya Asaka.


"Baik, Bagaimana dengan Asaka dan Haruka?" tanya Audy.


"Kami baik, kemarin malam Asaka sudah melahirkan, dan ini baby nya..." kata Asaka menunjukan wajah bayi itu.


"Wahh imut sekali..." ujar Audy tersenyum senang.


Sho yang melihat Audy tersenyum jadi ikut tersenyum, tapi dia langsung mengalihkan pandangannya begitu Audy melihatnya.


"Iya, dia anak laki laki yang imut.."


"Iya..."


"Audy saya pikir saya tidak bisa kembali dengan cepat, saya harus bantu Haruka merawat anaknya untuk sementara, Haruka juga harus mengurus Mika (anak pertama Haruka),"


"Iya tidak apa apa," kata Audy.


"Terimakasih ya..."


"Sama sama,"

__ADS_1


"Kenapa belum berangkat sekolah?"


"Saya masih buat sarapan untuk Sho,"


"Ohh iya hati hati sampai jumpa..."


"Iya sampai jumpa..." jawab Audy lalu Asaka menutup telepon.


Audy mengembalikan hp Sho lalu memberikannya sandwich.


"Audy sudah jam 7.15, ayo berangkat." kata Sho.


"Ayo," kata Audy.


Sho pun memakan sandwich seraya berjalan ke mobil lalu mereka pun berangkat.


"Sho, saya akan membersihkan rumah, bisa saya minta kunci?" tanya Audy ketika hampir sampai di sekolah.


"Rumah disini?" tanya Sho.


"Iya,"


"Tidak apa apa? Ini bukan tugas Audy."


"Tidak apa apa, kasian rumah pasti kotor sudah lama tidak di bersihkan."


"Terimakasih ya," kata Sho memberikan kunci rumahnya pada Audy.


"Sama sama, nanti saya jemput..." kata Audy.


"Iya, sampai jumpa..." kata Sho melambaikan tangan.


"Audy apa kabar?" tanya Deo seraya menghampiri Audy.


"Deo... Gue baik, lo gimana?" tanya Audy.


"Baik baik,"


"Lo kerja disini?"


"Iya, lo kerja di mana?"


"Masih di tempat yang dulu,"


"Ohh trus lo ngapain disini? Jangan jangan ketemuan ya,"


"Apa sih gak... Gue habis bersihin rumah boss gue,"


"Bos lo tinggal disini?"


"Iya dia juga punya rumah disini,"


"Ohh... Trus sekarang lo gimana? Masih single?" Audy hanya tertawa kecil, "Aneh ya kalo orang kayak gue single?"


"Lo yakin gak punya pacar? Gak percaya gue,"


"Emang gue kenapa sih? Perasaan orang yang ketemu gue selalu nanyain ini,"


"Gak nyangka aja lo gak punya pacar..." kata Deo tertawa.

__ADS_1


"Audy." ujar Sho tiba tiba muncul di belakang Audy.


Audy berbalik dan melihat Sho dengan wajah dinginnya berdiri memandang Audy. Dia terlihat lebih dewasa dari umurnya saat itu, entah kenapa jantung Audy terasa macet selama beberapa saat.


"Sho?" tanya Audy, "Udah pulang?" tanya Audy.


"Saya pusing jadi ijin pulang," kata Sho.


Deo melihat Sho kebingungan.


"Ohh duduk dulu," kata Audy membantu Sho duduk di sebelahnya lalu menempelkan punggung tangannya di dahi Sho untuk mengecek suhunya. "Minum dulu ya," kata Audy agak cemas. "Deo aku minta air mineral satu ya,"


"Oke." kata Deo lalu pergi, sesaat kemudian dia membawa sebotol air mineral dan sebuah gelas.


Audy menuangkan air ke gelas lalu memberikannya pada Sho.


"Sudah makan?" tanya Audy


Sho menggeleng pelan.


"Mau makan apa?"


"Nasi goreng ayam," kata Sho.


"Deo, aku pesen nasi goreng ayam tanpa sayuran satu ya, trus nasi goreng sayur satu. Minumnya air mineral lagi satu," kata Audy.


"Oke."


Kemudian pesanan mereka datang, Sho mulai makan, Deo masih berdiri di sebelah Audy, dia hanya diam tampak bingung. Sho tiba tiba menatapnya, Audy bingung dengan situasi itu.


"Sho, ini Deo teman saya," kata Audy.


"Hallo," kata Deo menyapa.


"Hi," jawab Sho.


"Deo ini bos aku namanya Sho."


"Ohh bos kamu, anak sekolahan." kata Deo.


"Iya dia anaknya," kata Audy.


Audy telah selesai memperkenalkan mereka tapi Deo masih berdiri di sana, sekali lagi Sho menatapnya, kali ini lebih tajam, mengerti situasi Deo langsung pergi.


"Sho, kenapa tidak telepon saya? Saya bisa jemput." kata Audy.


"Hp saya mati, jadi saya naik taxi." kata Sho.


"Ohh... Sekarang sudah lebih baik?" tanya Audy.


Sho mengangguk, "Sudah, Audy juga silakan makan,"


"Oh iya, " kata Audy lalu mulai makan.


Selesai makan mereka pun pergi, Deo mengantar mereka keluar dari restoran.


"Gue pulang ya," kata Audy


"Iya hati hati, sering sering mampir," kata Deo.

__ADS_1


"Iya.." jawab Audy lalu masuk ke mobil.


__ADS_2