Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Change a little by little


__ADS_3

Kini sudah sebulan sejak Audy mulai bekerja, selama itu dia banyak mengobrol dengan Tae On dan Mr. Hendrick. Audy juga mulai akrab dengan staf lainnya, kadang bahkan dia bertukar shift dengan salah satu staf.


Audy mendapat gaji pertamanya, gajinya cukup besar namun pengeluarannya juga tinggi, untuk membayar biaya rumah sewa, makanan dan kebutuhan lainnya.


Hari ini Audy libur, dia memanfaatkan hari ini untuk bermalas malasan, hari sudah semakin siang namun dia enggan bangun dari tidurnya sampai Tae On datang. Audy membukakan pintu kemudian Tae On masuk.


Percakapan ini dalam bahasa inggris.


"Kenapa belum bangun?" tanya Tae On.


"Aku sudah bangun," jawab Audy sambil menguap.


"Mau jalan jalan?"


"Jalan jalan?"


"Kuarasa kamu sudah gajian,"


"Ahh! Tentu saja, ayo aku yang traktir!"


"Lalu kenapa belum bersiap?"


Audy segera mandi dan bersiap.


Audy memakai baju krop top berwarna hitam, celana jeans oversize, sepatu converse hitam dan membawa tas hitam.


"Wahh apa kita akan ke plaza? Kenapa penampilan mu sangat berbeda dengan saat kamu baru bangun," kata Tae On.


"Ini pertama kalinya aku akan berjalan jalan di Korea, jadi aku ingin tampil beda."


"Hooh, baiklah aku akan membawamu berjalan jalan," kata Tae On lalu mengulurkan tangannya.


Audy agak sedikit ragu, namun akhirnya dia menggapai tangan Tae On dan berpegangan tangan dengannya.


Karena sudah siang mereka pergi makan lebih dulu, Tae On membawa Audy makan di sebuah cafe populer saat ini.


"Pesan apa pun yang kamu mau, hari ini aku yang bayar.." kata Audy.


"Benarkah? Tapi aku banyak makan,"


"Makanlah sebanyak mungkin, aku pasti bisa membayarnya,"


"Kamu sudah berjanji ya, jangan menyesal.."


"Tidak akan," jawab Audy.


Tae On pun memanggil pelayan untuk memesan makanan. Dia memesan makanan dalam bahasa Korea, tanpa sadar Audy melamum sambil memandang Tae On.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Tae On.


"Um? Bibimbap," jawab Audy.


Sesaat kemudian pesanan mereka pun datang, Audy tidak sabar menikmati bibimbap nya, sedangkan Tae On langsung menikmati japchae pesanannya.


"Bagaimana?" tanya Tae On setelah melihat Audy mencoba bibimbap.


"Bagaimana?"


"Rasanya tidak seperti dugaanku, tapi ini enak."

__ADS_1


"Sungguh? Biar ku coba," kata Tae On lalu langsung memakan bibimbap yang baru di sendok Audy.


Audy merasa gugup ketika Tae On di dekatnya.


"Hmmm... Memang begini rasanya.."


"Iya, itu karena perbedaan rasa masakan di daerahku,"


"Nanti kamu akan terbiasa."


Sebelum pergi Audy ke toilet sebentar, Tae On bilang akan menunggu di luar, saat Audy hendak membayar makanannya ternyata sudah di bayar oleh Tae On. Audy pun segera keluar menemui Tae On.


"Kenapa kamu yang bayar, kan sudah kubilang akan traktir.." kata Audy.


"Kamu bisa menraktirku lain kali, kamu terdengar seolah olah kita tidak akan bertemu lagi,"


"Bukan begitu, aku ingin menraktirmu dengan gaji pertama ku,"


"Kalau begitu... Sepertinya aku butuh dessert,"


"Ayo kita beli ice cream," kata Audy kembali ceria.


Mereka pun membeli ice cream, Audy benar benar sangat menyukai ice cream stoberi. Dimanapun dia berada dia selalu mencari ice cream stroberi. Sedangkan Tae On memilih rasa taro.


Sambil duduk memakan ice cream Audy melihat salon di depannya, sejak dulu dia sangat ingin mewarnai rambut namun keluarganya tak mengizinkan.


"Kamu ingin ke salon?" tanya Tae On.


"Sebenarnya sejak dulu aku ingin mewarnai rambut, tapi tak pernah di izinkan,"


"Lalu ini adalah kesempatanmu, tak ada yang tau kamu mewarnai rambut di sini,"


"Siapa yang akan tau, lagi pula itu rambutmu, aku mengerti kamu tak ingin membantah karena itu sekarang kesempatan yang tepat, kamu tidak perlu beritau keluarga mu kalau kamu mewarnai rambut."


"Kamu benar, bisa temani aku ke salon? Aku butuh bantuan mu,"


Tae On pun menemani Audy ke salon di dekat sana. Audy minta rambutnya di potong lebih dulu, kali ini dia minta gaya rambut potongan segi layer pendek dan dia juga minta agar rambutnya di ombre dengan warna biru gelap (mayhem blue) dan ungu (ash violet). Audy butuh Tae On untuk menjelaskannya pada karyawan di salon tersebut kemudian karyawan itu mulai memotong rambut Audy.


Layaknya pacar, Tae On menunggu Audy dengan sabar sambil membaca majalah. Audy tak sadar bahwa dirinya terpesona oleh Tae selama beberapa saat hingga dia bahkan sama sekali tidak mengingat Sho sejak sampai di Korea.


Setelah beberapa waktu akhirnya Audy selesai dengan rambut barunya, Audy pun menghampiri Tae On.


"Wahh.." gumam Tae On kagum.


"Bagaimana? Apakah aku terlihat aneh?" tanya Audy.


"Tidak.. Sangat bagus, cocok untukmu,"


"Benarkah?"


Audy tampak berbeda dengan gaya rambut barunya, rambutnya tampak indah dengan tiga warna gelap (black, mayhem blue, ash violet) yang menyatu. Perpaduan warna yang indah sekaligus keren.


"Terimakasih, tanpa kamu aku mungkin gak bisa apa apa.." kata Audy.


"Kenapa?" tanya Tae On.


"Aku gak bisa bahasa Korea sedangkan aku tinggal di Korea, aneh banget kan!"


"Kalo kamu mau, aku bisa ajarin kamu bahasa Korea,"

__ADS_1


"Beneran? Tapi bukannya kamu sibuk kuliah,"


"Iya, jadi cuma bisa malam hari," kata Tae On.


Audy merasa tatapan Tae On sedikit aneh, terkesan menggoda dan membuat Audy berpikir negatif.


"Ohh baiklah, aku juga harus bekerja di siang hari.."


"Baiklah, aku akan datang besok.."


"Hmm sampai jumpa.." jawab Audy sambil melambaikan tangan.


Percakapan ini dalam bahasa inggris.


"Ada apa denganmu?" tanya Mr. Hendrick mengagetkan Audy.


"Bukan apa apa," jawab Audy.


"Cepat habiskan makananmu,"


"Iya... Hmmm"


"Apa?"


"Aku ingin bertanya,"


"Tentang hal apa?"


"Teman,"


"Lalu,"


"Apa yang terjadi ketika dua teman berada di kamar saat malam hari,"


"Ohh My God, tentu saja dia akan menyerangmu!" kata Mr. Hendrick menakuti Audy.


"Menyerangku?"


"Apa lagi yang akan di lakukan dua remaja di malam hari, hanya berdua, dalam kamar... Pastinya bukan hal baik, jadi jangan pernah lakukan,"


Audy terpengaruh dengan ucapan Mr. Hendrick, dia pun ketakutan memikirkan ucapannya. Audy memikirkan alasan untuk membatalkan janjinya dengan Tae On.


Karena tak berani menolak secara langsung, Audy pun sengaja mematikan hp nya, dan pulang lebih lambat. Dia berjalan jalan dan baru pulang setelah pukul delapan. Audy pikir Tae On pasti mengerti bahwa Audy tidak bisa belajar sekarang jadi dia tidak akan datang. Betapa kagetnya Audy saat bertemu dengan Tae On di bawah. Tampaknya dia baru sampai di sana.


"Oh! Kamu baru pulang?" tanya Tae On.


"Iya,," jawab Audy gugup.


"Aku kira terlambat, maaf aku tidak menghubungimu, hp ku mati."


"Aaahhh Begitu..." jawab Audy tersenyum cemas.


"Ada apa?" tanya Tae On khawatir, "kamu sakit?"


"Ohh iya, perutku agak sakit ja,"


"Benarkah!" tanya Tae On menyela ucapan Audy. "Kemari aku bantu,"


"Tidak tidak usah,"

__ADS_1


"Tidak papa, kemarilah.." kata Tae On memapah Audy naik ke kamarnya.


__ADS_2