
Waktu berlalu dalam sekejap, Yanan akhirnya pulang. Audy pergi ke bandara bersama mama Yanan, papanya tak ikut karena ada rapat di kantor sedangkan adik adiknya harus sekolah. Audy sama tegang dan resahnya menanti kedatangan Yanan, mereka menunggu sambil melihat lihat orang yang lewat mengira kalau Yanan juga ada di antaranya.
Sesaat kemudian Audy melihat Yanan yang keluar dari pintu masuk.
"Tante itu Yanan!" kata Audy.
"Mana?" tanya mama Yanan lalu melihat Yanan.
Yanan keluar dari pintu keluar disusul oleh Grace. Kemudian mereka menghampiri Audy dan mama Yanan. Mama Yanan senang lalu memeluk anak sulungnya itu.
"Apa kabar?" tanya mama Yanan.
"Baik ma... Mama sehat juga kan,"
"Iya mama sehat, yang lain juga..."
"Kenapa yang lain gak ikut,?"
"Papa ada rapat di kantor camat, adik adik kan harus sekolah... Jadi mama minta Audy buat ikut jemput kamu..."
"Makasih Dy..." ujar Yanan agak cuek pada Audy.
"Santai aja.." jawab Audy.
Mama Yanan melihat Grace dengan kebingungan, "ini siapa? Kok ikut kamu?"
"Ohh... Ini Grace," kata Yanan menunjuk Grace.
"Hallo, my name is Grace, i'm Yanan girlfriend..." (halo nama saya Grace, saya pacar Yanan) kata Grace tersenyum.
Audy terkejut mendengar ucapan Grace, Audy memandang Yanan seolah olah bertanya ada apa ini, Yanan hanya diam meski tau apa yang Audy maksud, dia berusaha menghindari kontak mata dengan Audy.
"Ma, dia Grace pacar aku." kata Yanan.
Audy merasa perutnya mencelos, seluruh tubuhnya terasa tercabik cabik, hatinya di sayat, dan pikirannya berdebat.
"Pacar kamu?" tanya mama Yanan.
"Iya," jawab Yanan.
"Grace she is my mom," (Grace, ini mama aku) kata Yanan menunjuk mamanya.
"Ohh... And who is she?" (ohh, dan siapa ini) tanya Grace menunjuk Audy.
__ADS_1
"She is.." (dia adalah) ujar Yanan.
"His cousin, my name is Audy." (sepupunya, namaku Audy) kata Audy menyela ucapan Yanan sambil tersenyum memperkenalkan diri.
"Ohh hi..."
"Hi..."
Sambil menyetir Audy bicara dengan dirinya sendiri, berdebat dengan hatinya sendiri, tapi dia berusaha bersikap tenang dihadapan mereka semua, mama Yanan mengobrol dengan senangnya kepada calon menantunya dan diterjemahkan oleh Yanan. Saat itu Audy merasa ingin teriak sekeras mungkin dan melompat dari tempat yang paling tinggi di dunia. Tapi itu hanya ada di bayangannya.
Sampai di rumah semua keluarga Yanan juga sibuk berbicara dengan Grace. Audy muak dengan suasana itu, setelah minum teh dia pamit pulang.
"Aku pulang dulu ya tante," kata Audy.
"Kok buru buru, gak makan malam dulu?"
"Gak tante lain kali aja, aku juga mau masak buat bos aku,"
"Ohh yaudah hati hati," kata mama Yanan.
"Makasih ya Dy," kata papa Yanan.
"Iya, kalo gitu saya pulang dulu,"
"Iya hati hati," jawab yang lain.
"Kenapa sih? Kenapa dia tega banget?" gumam Audy. "Kenapa gue suka sama orang jahat kayak dia? Gue udah tau kalo dia gak pernah bener bener suka gue tapi kenapa gue bego! Jelas jelas dia cuma mau dapetin gue karena pengen nge s*x sama gue, sejak dulu... Cuma hal itu yang bikin dia bicara sama gue, satu satunya topik yang bikin dia ngajak gue ngobrol adalah s*x tapi kenapa gue masih suka sama dia?" teriak Audy pelan supaya tak ada yang dengar.
Sesaat kemudian Audy melihat ke cermin meja riasnya dan melihat dirinya yang menangis, dia pun mengambil tisu lalu membersihkan air mata di wajah dan lehernya. Kemudian Audy mulai tersenyum.
"Hhhh... Audy Audy..." gumam Audy, "lo gak cantik tapi bodi lo sangat menarik, itu kata mama lo dan orang orang, lo gak perlu nangis cuma buat Yanan orang yang jahat! Lupain dia, banyak orang yang mau lo!" kata Audy pada dirinya sendiri sambil memandang cermin. Kemudian segera mandi dan membersihkan diri. Setelah itu Audy berbaring di kasur sambil menonton film yang up hari ini.
"Seberapa patah hati pun lo, tapi lo masih bisa ketawa dan lupain masalah lo karena nonton film dan kpop kpop lo itu Dy... Selamat ya,," gumam Audy tersenyum sambil menonton.
Malam pun makin pekat, Audy mulai mengantuk, dia segera menaruh hp nya dan menarik selimut.
"Semua akan baik baik aja setelah lo bangun Dy," gumam Audy lalu memejamkan mata.
Beberapa hari kemudian hidup Audy benar benar kembali normal seolah olah tak pernah terjadi apapun. Entah kenapa mood Audy sangat cepat kembali, dia sendiri curiga bahwa dirinya mengidap mood disobers sejak 2 tahun lalu.
Audy sedang mengobrol dengan bosnya saat Yanan datang ke tempatnya bekerja.
"Dia siapa?" tanya Asaka.
__ADS_1
"Sepupu saya," jawab Audy.
"Ohh hallo," sapa Asaka pada Yanan.
"Hi.." balas Yanan.
"Audy, saya dan Sho akan pergi sekarang," kata Asaka lalu memeluk Audy.
"Iya hati hati," jawab Audy.
"Audy sampai jumpa..." kata Sho tersenyum sambil melambaikan tangan lalu masuk ke mobil.
"Sampai jumpa..." balas Audy juga tersenyum.
Asaka pun masuk ke mobil setelah mengambil tasnya.
Audy buru buru menutup artshop lalu pergi bersama Yanan ke belakang rumah.
"Ada apa?" tanya Audy.
"Ada apa? Lo gak mau nanya tentang Grace atau hubungan kita?" kata Yanan.
"Kita?"
"Gue pacaran sama Grace."
"Terus urusannya sama gue apa?"
"Urusannya sama lo? Jelas jelas gue selingkuh, lo gak mau putus sama gue?"
"Putus?" ujar Audy tertawa kecil, "Kita gak perlu putus! Kita gak pernah pacaran! Inget itu! Kita cuma sepupu dan gak lebih,"
"Apa kata lo? Kita gak pernah pacaran?"
"Gue tau lo gak pernah suka sama gue! Lo itu cuma suka bodi gue! Sejak dulu! Satu satunya topik yang bikin lo bicara sama gue adalah s*x karena lo tertarik sama bodi gue! Gue tau itu! Harusnya sejak dulu gue nyerah, tapi setiap kali gue mau nyerah lo dateng kasih harapan! Dan gue mulai berharap suatu saat lo bakal ngejar gue dan itu pun terjadi, tapi gue gak nyangka akhirnya kayak gini, gue gak tau kenapa takdir gue menyedihkan kayak gitu karena suka sama orang jahat kayak lo! Harusnya lo seneng karena gue ngelepasin lo semudah ini!"
"Dy,"
"Yanan pacar gue itu udah hilang di telan samudra! Dan sekarang lo bukan siapa siapa! Jadi gak usah gangguin gue!" kata Audy hendak pergi tapi Yanan memegang tangannya.
"Gak bisa gitu!" kata Yanan.
"Lepasin gue!" ujar Audy mencoba melepas tangannya tapi Yanan memegangnya dengan erat, "kenapa gak? Gue udah kasih lo solusi terbaik dengan ngelupain semuanya! Apa lagi yang lo mau! Masih belum cukup?"
__ADS_1
"Gue mau" ujar Yanan, tapi belum selesai bicara Audy langsung menyela ucapannya.
"Audy dan Yanan udah berakhir! Sekarang yang gue mau lupain semuanya, lupain kalo kita pernah pacaran, anggap aja itu semua gak pernah terjadi, gue janji gue bakal diem, dan begitupun lo gak boleh bilang sama siapapun kalo kita pernah pacaran!" kata Audy lalu menghempaskan tangannya dari genggaman Yanan kemudian segera pergi.