
Suatu hari Audy sedang membersihkan kamar tamu yang di tinggali Nancy, sesaat kemudian Nancy keluar dari kamar mandi dengan kakinya yang basah tanpa di lap lebih dahulu. Audy merasa kesal karena harus membersihkannya berulang kali. Dia pun meminta Nancy untuk mengelap kakinya ketika keluar dari kamar mandi lain kali. Meski tak berbicara, dari tatapan matanya Audy tau bahwa Nancy marah padanya.
Sesaat setelah Audy keluar tiba tiba Nancy berteriak. Audy yang sedang membersihkan kolam renang langsung berlari menghampirinya, begitupun Sho dan Asaka juga menghampiri Nancy ke kamarnya.
Audy mendapati Nancy tergeletak di lantai, ada lebih banyak air sekarang. Sho dan Asaka kaget lalu langsung membantu Nancy.
"Harusnya lain kali bersihkan dengan baik, lantainya sangat basah hingga aku terpeleset!" kata Nancy yang semakin pandai berbahasa.
"Audy tolong bersihkan lantai dengan baik. Jangan biarkan lantai basah seperti ini." kata Sho lalu menggendong Nancy.
"Iya, saya minta maaf.." kata Audy kembali mengepel lantai.
Asaka menepuk bahu Audy sebelum pergi, dia pun berkata, "Hati hati Audy."
Audy hanya mengangguk sambil lanjut mengepel lantai.
Hari ke hari Nancy terus membuat Audy terlihat melakukan kesalahan. Awalnya Audy hanya mengabaikannya tapi begitu melihat ekspresi wajah Sho yang tampak kecewa padanya dan juga keraguan di wajah Asaka, Audy memutuskan untuk berhenti.
Audy menemui Asaka di kamarnya untuk mengundurkan diri secara langsung.
"Ada apa?" tanya Asaka.
"Sebelumnya saya minta maaf, saya ingin berhenti bekerja." kata Audy.
"Kenapa?" tanya Asaka kaget. "Apa yang salah?"
"Saya ingin bekerja ke luar negeri, saya juga ingin memiliki pengalaman baru di luar sana."
"Tidak, saya tidak ingin Audy pergi.."
"Saya memang ingin bekerja di luar sejak dulu, sekarang saya sudah punya cukup uang untuk pergi."
"Audy benar benar ingin pergi?" tanya Asaka sedih.
Audy mengangguk pelan, "Iya.."
__ADS_1
Asaka kemudian memeluk Audy, "Saya sangat suka Audy, Audy sudah seperti anak saya sendiri. Kalau Audy pergi karena merasa kecewa atau marah pada saya, saya akan sangat sedih,," kata Asaka sangat sedih.
Audy menggeleng geleng tersenyum, "Tidak, saya pergi memang karena keinginan saya sejak dulu,"
"Kalau memang begitu saya akan dukung, Audy bisa kembali bekerja di sini lagi setelah kembali. Audy boleh ke sini kapan pun,"
"Terimakasih banyak," jawab Audy hendak menangis lalu memeluk Asaka.
"Kamu yakin mau kerja di luar?" tanya mama Audy sambil mengupas apel.
Audy mengangguk, "Iya ma,"
"Kamu udah besar jadi mama gak akan ngelarang kamu, tapi coba liat papa kamu.. Sejak kamu izin mau kerja di luar dia jadi bengong terus, sejak dulu dia gak ingin kamu kerja keluar."
Audy melihat ayahnya yang sedang berbaring menghisap rokok sambil melihat langit langit. Kemudian Audy mendekati ayahnya dan duduk di sebelahnya.
"Pa... Tolong kasih aku kesempatan, aku akan kerja sebaik mungkin dan pulang secepat mungkin. Aku pengen ngerasain hidup di luar sana, kalo aku merasa di sana susah, aku akan langsung pulang, papa jangan khawatir dan doain aku supaya berhasil, tolong pa satu kesempatan aja,," kata Audy berusaha membujuk ayahnya.
"Papa udah berusaha mencegah kamu tapi ternyata gak bisa, yang bisa papa lakuin sekarang adalah mendoakan semoga kamu sukses dan menemukan hal yang kamu inginkan di luar sana." kata ayah Audy tersenyum kecil.
Audy langsung tersenyum lebar, "Bener pa? Makasi ya..." kata Audy senang lalu memeluk ayahnya.
"Kalian tenang aja ya, aku akan jaga diri di sana. Kalian juga jaga diri dan selalu sehat," kata Audy.
"Iya, hati hati di sana ya nak," kata mama Audy lalu memeluknya.
"Kalau udah sampai telfon ya, kalo udah gak kuat di sana langsung pulang," kata ayah Audy.
"Iya.. Sian, jagain keluarga kita ya,"
"Iya, hati hati di sana,"
Dyana memeluk Audy, "Hati hati ya," kata Dyana menangis.
Audy pun di peluk oleh seluruh keluarganya.
__ADS_1
"Iya... Aku pergi," kata Audy lalu melambaikan tangan.
Semua melambaikan tangan pada Audy hingga dia lenyap dari pandangan mereka.
Begitu kapal lepas landas Audy langsung teringat Sho. Audy pergi tanpa berpamitan dengannya.
Sambil memandang pemandangan menakjubkan dari pesawat Audy berpikir, bagaimana dunia baru yang akan di ijaknya, lalu dia pun melihat gelang keberuntungan yang di berikan Asaka ketika berpamitan dengannya.
"Good luck Audy," kata Audy tersenyum.
Begitu pesawat mendarat, Audy segera turun. Audy merasa ada sebuah angin yang menyambutnya begitu dia menginjakan kaki di negara itu, negara impiannya Korea.
Dari bandara Audy naik taxi menuju guesthouse yang sudah dia pesan lewat aplikasi. Audy menikmati perjalanannya sambil melihat pemandangan baru yang membuatnya takjub.
Bagaimana mungkin dia tak takjub, Audy yang sebelumnya tinggal di desa kecil dan bahkan tidak pernah pergi ke luar kota tiba tiba datang ke Korea di kota Seoul yang sangat terkenal.
Audy tak henti hentinya memandang ke luar jendela hingga supir taxi nya tertawa karena heran dengan Audy yang tampak sangat kagum, supir taxi itu berusaha mengobrol dengan Audy, namun Audy yang tak paham bahasa korea tidak bisa mengerti ucapannya, jadi Audy mencoba bahasa inggris namun kini giliran supir taxi itu yang tak paham, dan akhirnya mereka berdua tertawa canggung.
Begitu sampai di guesthouse tujuannya Audy pun mengucapkan terimakasih dan selamat tinggal dalam bahasa korea dan supir itu pun balas tersenyum senang lalu pergi.
"Wahh... Akhirnya gue sampe di Korea," kata Audy sebelum masuk ke dalam guesthouse.
Audy menarik kopernya lalu masuk ke dalam, setelah itu Audy pergi ke front office untuk mengkonfirmasi pesanan kamarnya dan mengambil kunci.
Setelah selesai seorang staf membawakan kopernya dan mengantarnya ke kamar.
"Thank you.." ujar Audy tersenyum.
"You're welcome," jawab staf itu.
Audy segera menutup pintu lalu menaruh tasnya, dia segera mengambil hp untuk menelepon keluarganya.
Mereka mengobrol di video call selama beberapa waktu sembari makan malam, kecemasan di wajah kedua orang tuanya tampak berkurang begitu melihat Audy sampai di tujuan dengan selamat.
Setelah mandi Audy beristirahat agar besok dia bisa mencari tempat tinggal dan pekerjaan. Setelah beberapa saat berbaring Audy belum bisa tidur, dia pun keluar untuk mencari udara segar. Siapa sangka pemandangan dari guesthouse itu sangat indah, Audy pun mengambil hp untuk mengabadikan momen itu.
__ADS_1
"Indah banget yaampun," kata Audy takjub kemudian dia mencakupkan kedua tangannya lalu menunduk, "Tuhan, aku udah sampe di sini, tolong lancarkan jalanku selanjutnya."
Malam pun semakin larut, Audy mencoba tidur kemudian beberapa saat selanjutnya dia pun tertidur.