
Paginya Audy bangun dengan semangat baru, ini akan jadi hari yang hebat pikir Audy. Dia pun segera mandi dan bersiap, Audy telah menyiapkan outfit seperti Korean style.
Audy mengenakan baju kaos putih oversize dan celana jogger cargo berwarna hitam, Audy memasukan sedikit ujung bajunya ke dalam, dan sebagai tambahan Audy memakai jam tangan cokelat karamel juga anting mas bermata permata putih yang seperti berlian. Tak lupa Audy memakai sepatu putih, dia pun segera mengambil tas lalu mengunci pintu untuk berangkat mencari tempat tinggal keluar.
Audy berjalan dengan gembira seolah olah di iringi lagu, perjalanannya terasa sangat menyenangkan meskipun cukup jauh, Audy mencari tempat yang dia lihat di internet. Begitu sampai tujuan Audy segera mencari si pemilik kos kosan tersebut.
"Hello, I'm looking for a room," (Halo, saya mencari kamar) kata Audy.
"It's not hotel, just go." kata wanita itu sambil mendorong Audy keluar lalu menutup pintu dengan kasar.
Audy kebingungan kenapa dia menolak pelanggan. Audy pun pergi ke tempat berikutnya, entah kenapa tempat tempat yang di kunjungi nya juga menolak. Hari semakin siang, Audy pun sudah merasa lelah, kemudian Audy beristirahat di sebuah swalayan sambil membeli makan siang.
Audy melihat lihat box makanan jadi, setelah di jumlahkan ke rupiah harganya lumayan mahal, Audy pun mengurungkan niatnya lalu pergi melihat lihat mie, mie di sana juga lumayan mahal tapi di banding makanan tadi mie sudah lebih murah, dia pun membeli satu mie dan air mineral untuk mengisi perutnya.
Seperti yang dia lihat di drama korea, dia pun menyeduh mie di swalayan, Audy merasa sangat senang karena sekarang dia merasa benar benar di Korea.
Usai memakan semangkuk mie dia beristirahat sejenak sambil mencari kos kosan di internet. Seseorang tak sengaja menjatuhkan kuncinya saat baru keluar dari swalayan. Audy segera memungutnya dan mengejar orang itu.
"Wait!" (Tunggu) kata Audy menghampiri orang itu.
Orang itu pun berhenti.
"You drop it," (kamu menjatuhkan ini) kata Audy menunjukan kunci.
"Ooohhh thank you," jawabnya sedikit terkejut.
"It's ok,"
Orang itu pun segera pergi, dan Audy melanjutkan pencariannya.
Seharian mencari tempat tinggal, harus Audy akui hari pertamanya itu sangat melelahkan. Audy baru sadar kalau ekspektasi dan realita tidak sama. Audy pikir semua akan berjalan sesuai dengan perkiraannya, namun ternyata mencari tempat tinggal tidak semudah yang dia pikirkan, kini dia juga mulai berpikir apakah ada yang mau memperkejakan orang asing sepertinya.
Audy ingin melupakan rasa khawatirnya dan berjalan sambil menikmati dunia barunya, sepanjang jalan di Myeongdong ada sangat banyak orang, ada yang sedang berkencan, jalan dengan teman dan juga keluarga, hanya sedikit orang yang berjalan sendiri termasuk Audy.
Audy mampir ke sebuah gerai makanan, dia ke sana untuk membeli makan malam.
Sayangnya Audy kesulitan memesan tteokbokki karena penjualnya tidak bisa bahasa inggris.
Seseorang di belakangnya tiba tiba memesan dalam bahasa korea. Audy pun hendak pergi namun orang itu berkata, "Wait,"
Audy berhenti dan melihat wajah orang itu, dia adalah orang yang menjatuhkan kunci. Orang itu pun menghampiri Audy, dia membawa dua cup tteokbokki.
"This is for you,," katanya sambil memberikan tteokbokki.
__ADS_1
Audy mengambil tteokbokki itu, "For me?"
"Yes, i haven't thank you properly." (Saya belum berterima kasih dengan benar)
"Ohh it's ok,"
Mereka pun berjalan bersama sambil mengobrol, Audy sangat senang karena dia bisa mengobrol dengan seseorang.
"By the way, my name is Lee Tae On, 25 th"
"I'm Audy, 24 th"
Tae On sedikit kesulitan menyebutkan nama Audy.
"Audy Leeanna,"
"Leeanna, Anna Lee?" tanya Tae On.
"Oh?" Audy tersenyum meski bingung, "Yes you can call me like that," (Ya kamu bisa panggil saya seperti itu)
"Lee Anna, it suitable for you," (itu cocok untuk kamu)
"Ah really?" (Sungguh) tanya Audy tersenyum.
"Kapan kamu sampai di sini? Saya lihat kamu tidak bisa bahasa Korea," ujar Tae On.
"Kemarin,"
"Untuk kuliah?"
Audy menggeleng, "kerja, tapi aku bahkan belum mendapatkan tempat tinggal,"
"Rumah sewa?"
"Iya, semua tempat yang ku kunjungi tidak mau menerimaku, entah kenapa.."
"Mungkin karena kamu orang asing,"
"Begitukah?"
"Iya, lalu sekarang kamu tinggal di mana?"
"Di sebuah guesthouse,"
__ADS_1
"Ohh, nomormu,," kata Tae On meminta no Audy.
"Apa?"
"Aku akan bantu untuk mencari tempat tinggal, aku akan langsung menghubungimu begitu dapat,"
"Oohh terimakasih," jawab Audy lalu menyimpan nomornya di hp Tae On.
"Sudah malam, aku akan mengantarmu,"
"Tidak usah, aku bisa sendiri.." ujar Audy berusaha menolak dengan sopan.
"Oh baiklah kalau begitu aku duluan,"
"Ya terimakasih.."
Mereka pun berpisah di sana, Audy kembali ke guesthouse. Audy melepas sepatunya dengan malas lalu berbaring di tempat tidur.
"Ternyata ini Korea, gue pikir bisa dengan mudah dapet pekerjaan, ternyata bener kenyataan gak seindah drama Korea. Hhhhh..." gumam Audy sambil memandang langit langit. "Sekarang gimana? Berapa lama gue tinggal di guesthouse ini, ohhh!!" teriak Audy pelan sambil menggaruk kepala dan berguling guling
Berhari hari Audy mencari tempat tinggal dan pekerjaan, namun tak ada satupun yang menerimanya, keterbatasan bahasa dan pengalaman membuatnya sulit mencari pekerjaan. Kini dia merasa benar benar kesulitan hidup di sana, ada kala Audy berpikir untuk pulang namun dia tak mau menyerah.
"Pulang aja?" pikir Audy, "Gak gak gak, baru beberapa hari Dy, Kasian juga biaya lo untuk sampe di sini, masa lo mau nyerah gitu aja, sampe rumah lo mau bilang apa sama keluarga lo dan Asaka."
Tepat saat itu Audy melihat seorang karyawan di marahi oleh bosnya dengan bahasa inggris di depan restoran makanan barat, jika di lihat bosnya tampak seperti orang Amerika.
"You're fire!" (Kamu di pecat)teriak bos itu sambil memberikan sebuah amplop.
Orang itu langsung pergi, dan si bos masih bergumam marah marah.
"How can he give a cucumber for someone who asking a wine? Why so stupid!" (Bagaimana bisa dia memberikan timun kepada seseorang yang meminta anggur).
"Excus me Sir," ujar Audy sedikit ragu.
"What!" jawab orang itu berteriak.
"Hmm.. Can i apply for work here?" (Bisakah saya melamar pekerjaan di sini)
"Are you experienced?" (Kamu berpengalaman)
Audy menggeleng, "No,,"
"Sorry i can't accept you," (Maaf aku tak bisa menerimamu)
__ADS_1
"Please Sir, I really need a job, I'm just a stranger here, I'm here to work but until this time I have not worked, I'll learn quickly so please accept me. You can fire me if I am not good in working." (Tolong pak, saya sangat butuh pekerjaan, saya hanya orang asing di sini, saya datang ke sini untuk bekerja tapi sampai saat ini saya belum bekerja, saya cepat belajar jadi tolong terima saya. Anda bisa memecat saya jika saya tidak bekerja dengan baik.)