Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
I think we'll never be apart


__ADS_3

Begitu sampai di rumah malam sudah semakin larut, setelah mandi Audy langsung beristirahat. Begitupun keluarganya karena sudah malam mereka juga langsung tidur dan sepakat akan membongkar koper Audy besok pagi.


Audy tak bisa tidur, dia terus berbulak balik di ranjangnya. Sesekali Audy mengambil hp untuk mengecek jam. Audy terus mencoba untuk tidur namun dia tetap tak bisa, Audy pun mengambil hp untuk menonton di Youtube.


Seperti biasanya sebelum membuka Youtube dia selalu membuka whatsapp. Dia melihat kontak Sho sedang "mengetik". Ternyata Sho juga tak bisa tidur, dia mencoba mengirim pesan pada Audy namun tak jadi, Audy memperhatikan itu selama beberapa saat, Sho berulang kali melakukannya. Mungkin Sho tak sadar kalau Audy sudah online sejak tadi.


"Aku kangen kamu Sho." gumam Audy lalu keluar dari whatsapp.


Entah jam berapa Audy tertidur, dia baru bangun sekitar setengah sembilan. Yang lain sudah selesai sarapan, Sian dan Dyana menunggu Audy untuk membongkar kopernya.


"Jam segini baru bangun, cewek apaan!" kata Sian sambil tertawa.


"Lebay deh, cuman sekali sekali juga." jawab Audy.


"Udah biar gue aja yang bongkar koper lo!" kata Sian.


Sian membuka koper Audy dan Dyana menantikannya dengan semangat. Sian mengambil box yang lebih besar. Sedangkan Dyana mengambil box yang lebih kecil.


"Ini punya gue kan!" kata Sian.


"Hmm," jawab Audy.


Kemudian Sian membuka box itu, ternyata itu adalah sepasang sepatu VANS.


"Wahh!! Ini asli kan!" kata Sian.


"Ya asli lahh.." jawab Audy senang.


"Makasih Audy!!" kata Sian tampak sangat senang.


"Aku mau buka punya aku," kata Dyana lalu membuka box miliknya.


Dyana tampak sangat senang mendapat sepatu Converse.


"Makasih, aku emang pengen sepatu ini..." kata Dyana.


"Sama sama," kata Audy.


Audy mengambil box yang paling kecil lalu memberikannya pada mama dan papanya.


"Ini oleh oleh untuk kalian," kata Audy.


"Yaudah kita buka ya," kata mama Audy.


Mereka pun membuka box itu, isinya sepasang jam couple DW. Mereka juga terlihat senang lalu memakai jam itu.


"Makasih Audy," kata mama dan papanya bersamaan.

__ADS_1


"Itu buat siapa lagi?" tanya Sian melihat 3 box yang masih tersisa.


"Buat Panji, Arya sama Juni." kata Sho.


"Ohh..."


"Yaudah aku mau mandi dulu," kata Audy lalu pergi.


Begitu sampai di art shop Audy baru mengecek hp nya, ada sebuah pesan masuk tadi malam dari Sho. [Apa kamu sudah sampai di rumah dengan selamat? Aku tidak bisa tidur...]


Sho bukan tipe orang yang suka chatingan, karena itu Audy merasa terkejut menerima pesan Sho. Dia pun segera menelepon Sho untuk mengabarinya.


"Kapan pulang Dy?" tanya Panji.


"Kemarin, gimana? Tamu rame?" tanya Audy.


"Gak terlalu sih," kata Panji.


"Ohh,,, ini nih ada oleh oleh buat kalian." kata Audy memberikan Panji, Arya dan Juni masing masing satu box.


"Apa nih?" tanya Arya.


"Pake repot repot segala, tapi makasih ya.." kata Juni.


"Iya, semoga suka ya.." kata Audy.


Mereka pun membuka box itu, isinya adalah baju kaos, Panji mendapat warna hitam, Arya putih dan Juni dapat warna mint.


"Iya makasi Dy," kata Panji.


"Makasi Dy," kata Arya.


"Iya... Santai aja kali," kata Audy lalu mengambil sebuah tas, "Ini gue juga beli beberapa snack Jepang, bagi bagi ya.."


"Wahh makasi Dy,"


"Hmmhh.. Gue ke art shop dulu ya,"


"Iya," jawab mereka bertiga.


Audy selesai bersih bersih, kemudian dia melamun sesaat. Semua pekerjaan Audy sudah selesai, dia merasa bosan karena biasanya Audy sibuk dengan Sho. Seketika Audy merasa kesepian tanpa adanya Sho. Padahal sejak dulu Audy memang selalu sendirian di art shop, tapi sekarang terasa berbeda ketika Sho adalah pacarnya. Sho dan Asaka juga hanya berkunjung dua kali sebulan. Namun sekarang begitu Audy pacaran dengan Sho.


Audy menyibukkan diri dengan menulis novel online nya tapi tetap saja Audy merasa gelisah tak karuan. Kepala Audy terasa kosong sehingga dia tak bisa memikirkan ide untuk novelnya.


"Ahhhh!!!" teriak Audy sambil menggaruk kepalanya.


"Kenapa Dy? Punya kutu?" tanya Panji yang tak sengaja lewat.

__ADS_1


"Enggak, cuma bingung aja!" kata Audy.


"Ohh mau gue bantu?"


"Gak. Udahlah gue mau tidur aja!" kata Audy.


"Ya udah,"


"Dy kamu kenapa sih? Sejak kemarin mama lihat kamu gak nafsu makan," kata mama Audy.


"Gak papa ma, aku cuma bingung nyari ide untuk novel aku."


"Ya udah makan yang banyak biar idenya muncul,"


"Iya,"


"Dy, ajarin aku PR ya," kata Dyana.


"Gak Dy, lagi males."


"Hmm trus aku minta tolong siapa dong,"


"Kapan ngumpulnya? Untuk malem ini gak bisa."


"Lagi satu minggu sih,"


"Yaudah kalo udah mood nanti aku ajarin."


"Iya,"


Audy berbaring di kamarnya sambil memandang langit langit kamarnya. Kemudian dia melihat sesuatu yang terang melintas di jendelanya dengan cepat. Audy segera membuka gorden untuk melihat cahaya itu, siapa sangka Audy bisa melihat pemandangan malam yang sangat menakjubkan. Langit tanpa awan, di penuhi bintang bintang yang bersinar terang, bulan penuh juga bersinar sangat terang malam itu. Benar benar pemandangan yang memanjakan mata, Audy hendak mengirim foto pada Sho namun pemandangan itu akan lebih indah jika di lihat langsung. Audy beralih mengirim pesan pada Sho [Sho coba lihat langit malam ini].


Meskipun tak yakin bagaimana suasana langit di Jepang, Audy berharap Sho juga melihat pemandangan menakjubkan seperti ini.


[Aku udah lihat, indah. ^^] Balas Sho.


"Sho i miss you." gumam Audy memandang langit.


Audy kembali menatap langit lalu terlintas di pikirannya sebuah ide untuk novelnya. Akhirnya Audy melanjutkan tulisannya dan memberi judul untuk chapter tersebut "While We are Apart" yang artinya ketika kita terpisah.


Hari ini Sho berangkat ke California karena semester baru akan segera di mulai. Dia akan tinggal di rumah milik suami Haruka bernama Ray Kazima Wilston seorang laki laki kelahiran Jepang Amerika. Meskipun lahir di Amerika Ray di besarkan di Jepang. Sho akan tinggal di rumah Ray yang ada di California karena kebetulan sudah lama rumah itu kosong. Kini Ray tinggal di rumahnya yang terletak di Kyoto bersama Haruka dan anak anaknya.


"Sho, what do you want to eat?" (Sho, mau makan apa?) tanya Ray.


"Everything is fine," (Apapun boleh) jawab Sho sambil mengeluarkan buku bukunya.


"Ok, i'll buy something." (Ok, aku akan beli sesuatu)

__ADS_1


Sho mengangguk.


Ray pergi keluar untuk membeli makanan, Sho sendirian mengatur buku buku di kamarnya. kamar yang tadinya kosong itu kink penuh dengan buku buku milik Sho. Sama seperti Audy Sho juga tak bersemangat dan sangat merindukan Audy.


__ADS_2