Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Drama


__ADS_3

Sesaat kemudian Audy tertidur di pundak Arya. Sekitar pukul satu dini hari Audy terbangun dan mendapati dirinya tertidur memeluk Arya. Arya juga terbangun setelah itu.


"Ya, udah malem.. Gue harus pulang." kata Audy.


"Tadi papa lo telfon tapi gak gue jawab, setelah itu gue kirim pesan bilang kalo lo nginep di sini jadi dia gak khawatir." kata Arya.


"Ya... Lo dewa penyelamat gue... Trus lo gimana?"


"Gue bilang gue nginep di rumah temen."


"Ohh, ohhiya bahu lo pasti sakit ya. Maaf gue ketiduran.."


"Gak papa, udah tidur lagi."


"Gue mau gosok gigi dulu ntar sakit gigi."


Arya mengangguk, Audy pun pergi ke kamar mandi dan menggosok gigi, setelah kencing dan cuci muka dia pun keluar.


"Ya lo tidur di sofa, biar gue yang di lantai." kata Audy.


"Gak gak, lo aja."


"Gak papa, udah sana badan lo pasti sakit."


"Gak mungkin kan cewek tidur di lantai dan gue di sofa."


"Hmm, sofanya lumanyan gede sih, Gue rasa muat untuk 2 orang."


"Lo gak papa?"


"Kenapa? Cuma tidur doang kan,"


"Oke..."


Audy naik ke sofa lebih dulu kemudian di susul Arya. Mereka tidur di sofa saling membelakangi. Kemudian Arya menengadah menatap langit langit.


"Belum tidur?" tanya Audy.


"Belum," ujar Arya.

__ADS_1


"Kenapa," tanya Audy lalu menghadap Arya.


Arya pun menghadap Audy, dia memandang mata Audy dengan lembut.


"Apa sampe sekarang lo masih belum bisa suka orang lain," tanya Arya.


"Gak lama setelah itu gue deket sama seseorang, dia dingin tapi gue nyaman. Hubungan kita mungkin gak romantis kayak pasangan lainnya. Tapi dia yang berhasil bikin gue lupa tentang dia. Sekarang perasaaan gue ke dia 0% dan rasanya hambar."


"Orang itu... Hebat banget bisa lakuin itu." kata Arya.


Meskipun tersenyum Audy bisa lihat raut wajah Arya yang tampak sedih. Bagaimanapun Arya juga masih menyukainya.


"Seandainya lo gak ketemu gue hidup lo pasti lebih baik. Gue cuma jadi jarum di hati lo, apa gue juga bikin lo gak bisa suka orang lain?"


"Saat ini emang cuma lo satu satunya, tapi lo gak usah merasa menyesal, gue suka sama lo bukan berarti gue akan maksa lo balik suka sama gue. Perasaan gue adalah tanggung jawab gue sendiri,"


"Ya,,"


Arya melihat wajah Audy sesaat lalu mengusap rambutnya. Wajah mereka benar benar dekat, dan Arya kehilangan kendali. Audy tak mampu menghentikan Arya yang mencoba menciumnya. Mereka pun berciuman.


Pagi harinya begitu bangun Audy terkejut, dia dan Arya semalam berciuman. Audy merasa sangat bersalah pada Sho dan merasa bahwa di telah menghianatinya. Audy menggaruk rambutnya sambil menyesali perbuatannya.


Arya pun bangun, dia juga tampak bersalah begitu ingat.


"Harusnya gue gak lakuin itu, gue minta maaf." kata Arya.


"Hmm biarin aja semua berlalu, itu juga kesalahan gue. Gue harap lo bisa lupain semua." kata Audy. "Gue mau mandi dulu."


Setelah itu mereka berusaha bersikap seperti biasa, namun Audy sedikit menghindar dari Arya. Beberapa kali Arya mencoba mengajak Audy bicara namun Audy segera pergi, tentu saja dalam pandangan Arya sikap Audy terkesan menghindarinya.


Kemudian saat Panji dan Juni sedang sibuk di restoran, Arya menghampiri Audy ke art shop. Audy terkejut karena Arya tiba tiba menarik tangannya, setelah menyudutkan Audy di dinding, bahkan sebelum Audy menatapnya, Arya tiba tiba melepas masker Audy dan menciumnya. Kejadian itu terjadi sangat cepat. Audy hanya melihat gelap karena matanya terpejam, dia mendapati lidah Arya di dalam mulutnya. Nafas mereka bersatu di udara, Audy hendak berpaling namun Arya memegang leher Audy. Kejadian itu berlangsung hanya selama beberapa detik sesaat kemudian mereka berhenti.


"Ya! Kenapa?" tanya Audy.


"Gue udah gak tahan, lo terus menghindar sejak kejadian malam itu, gue terus kepikiran dan gak bisa lupa gimana rasanya ciuman itu, lo juga ngerasain sesuatu kan!" kata Arya.


"Gak Ya, jangan salah paham.. Gue udah pernah bilang kita cuma temenan."


"Kenapa?"

__ADS_1


"Karena gue punya pacar dan lo tau itu, gue gak mau kehilangan dia jadi lupain semua itu,"


"Lo.. Punya pacar,"


"Seandainya lo gak ketemu gue hidup lo pasti bahagia, maafin gue yang bikin lo ngerasain hal ini..." kata Audy lalu pergi.


"Gak lo bohong! Lo gak punya pacar!"


Audy berhenti melangkah dan dia pun berbalik menghadap Arya.


"Sebenarnya lo gak tau kehidupan gue yang sebenarnya, yang selama ini lo tau hanya sebagian kecil tentang diri gue."


"Itu semua gak bener! Lo gak punya pacar!"


Entah dari mana datangnya Yanan, tiba tiba dia menarik tangan Audy dan menciumnya di depan mata Arya. Audy mendorong Yanan karena marah.


"Gue pacarnya Audy, jadi jangan berani berani gangguin dia lagi!" kata Yanan.


"Stop!" teriak Audy mendorong Yanan. "Lo gak usah lakuin itu! Bukan dia orang yang gangguin gue tapi lo, lo adalah orang yang gangguin gue. Bisa gak sih lo berhenti gangguin gue? Gue capek lihat lo! Rasanya gue mau mati tiap kali lihat lo!" teriak Audy.


"Dy," ujar Yanan tak sanggup berkata kata. "Gue di sini bantuin lo, tapi kenapa sikap lo kayak gini!"


"Berhenti pura pura baik sama gue, pernah gak sih lo beneran suka sama gue walau cuma beberapa detik aja? Ga pernah!" kata Audy lalu menarik tangan Arya dan membawanya pergi.


Yanan sangat marah hingga tak sadar memukul dinding.


Audy membawa Arya ke kolam renang dan tiba tiba Audy terjun ke kolam, Arya terkejut lalu ikut terjun ke kolam karena dia pikir Audy tenggelam. Arya menarik Audy ke pinggir, nafasnya terengah engah sambil memegang lengan Audy.


"Gue gak papa, cuma mau nenangin diri aja.." kata Audy.


"Dengan tenggelam?" tanya Arya.


"Tahan nafas. Gue udah bilang masih banyak yang lo gak tau tentang gue."


"Ya udah kalo gitu gue temenin."


"Lo bilang lo gak akan maksa gue suka sama lo,lo bilang perasaan lo adalah tanggung jawab sendiri terus ini apa?"


"Gue gak tahan lo cukein gue. Meskipun gak pacaran gue harap bisa tetep temenan sama lo, tapi lo menghindar... Gue pengen sabar tapi gue gak tahan."

__ADS_1


"Ya, Gue gak mau lo ngalamin perasaan yang sama kayak yang gue alami, karena itu gue ngejauh. Gue gak mau kasih lo harapan yang gak akan bisa jadi kenyataan. Satu hal yang harus lo tau, gue gak akan bisa jadi lebih dari sekedar temen lo."


__ADS_2