
Hubungan mereka berakhir tanpa kata putus tapi pada akhirnya mereka berpisah. Audy sama sekali tak menyesali keputusannya dan hidup normal seperti biasanya. Yanan terus berpikir dan tak terima dengan keputusan Audy tapi tak ada yang bisa dia lakukan.
"Emang salah gue, salah gue karena suka sama Yanan, salah gue karena terlalu suka sama Yanan! Kenapa sih gue gak bisa jatuh cinta sama orang selain dia!" ujar Audy seraya mengelap meja.
Beberapa hari kemudian Asaka datang mengantar Sho karena dia akan kembali ke Jepang. Kali ini dia pergi sendirian karena Sho harus sekolah, Asaka kembali ke Jepang karena anak perempuannya akan melahirkan.
"Audy... Tolong tinggal disini selama saya pergi ya, saya khawatir kalau Sho tinggal sendirian..." kata Asaka.
"Ya jangan khawatir," kata Audy.
"Audy boleh tidur di kamar saya,"
"Ya tidak apa apa saya akan tidur di sofa."
"kalau begitu saya pergi,"
"Ya hati hati di jalan..." jawab Audy.
Asaka kemudian memeluk Audy, "Sampai jumpa..."
"Ya... Sampai jumpa.."
Asaka kemudian masuk ke mobil lalu melambaikan tangan, Sho dan Audy juga melambaikan tangan sambil tersenyum dan bersamaan mengatakan "Hati hati..."
Audy mengetuk pintu kamar Sho, sesaat kemudian Sho membukanya. Sho kembali duduk ke kursinya.
"Sho ini di minum ya," kata Sho.
"Ini apa?" tanya Sho
"Air jahe, supaya pilekmya cepat hilang.."
"Ohh terimakasih Audy..."
"Ya, saya ke toko ya, kalau butuh apa apa panggil saya..."
"Iya,"
Hari itu sekitar jam 5 sore Audy menutup artshop lalu ijin pulang sebentar pada Sho.
Audy mengambil beberapa pakaian lalu memasukannya ke dalam tas, mamanya yang baru datang dari rumah Yanan kaget melihat Audy mengemasi pakaiannya.
"Dy kamu kenapa? Mau kemana?" tanya mama Audy dramatis karena mengira Audy sedang ngambek karena saking seringnya Audy mengambek.
"Mama dari mana aja?" tanya Audy.
"Dari rujak Yanan," kata mama Audy.
"Ohh..."
"Kamu tau gak, baru pertama kali berangkat, Yanan balik bukan cuma bawa sekarung uang tapi juga bawa calon istri... Mamanya seneng banget karna calon menantunya orang kaya,, sekarang dia merasa bangga banget dan pamer ke semua orang biar keluarganya Sindi tau,"
"Ohh..." kata Audy terus memasukan pakaiannya.
"Kenapa kamu mau pergi, gara gara Sian ya? Atau papa kamu?"
"Enggak ma... Aku gak ngambek kok..." jawab Audy.
"Terus kamu mau kemana? Kenapa bawa baju segala?"
"Emangnya kalo aku ngambek aku bawa baju ya?"
"Ya enggak separah itu sih, paling ngunci diri di kamar seharian, trus gak nyaut kalo di panggil."
__ADS_1
"Gitu aja kan!"
"Ya terus kamu mau kemana?"
"Aku mau ke rumah Asaka, hari ini dia dateng pamit mau ke jepang, tapi Sho gak ikut karena dia harus sekolah jadi dia tinggal disini. Asaka minta aku tinggal di rumahnya selama dia pergi karena kasian kalo Sho tinggal sendirian."
"Kenapa dia tinggal disini? Bukannya dia punya rumah yang lebih deket sama sekolahnya,"
"Meskipun Sho tinggal disana, siapa yang jagain dia, dia kan gak bisa masak atau nyetir, trus gimana dia bisa sekolah.."
"Trus kamu di mana tidur?"
"Asaka minta aku tidur di kamarnya, hmmm tapi gak enak ah, mendingan aku tidur di sofa aja,"
"Ohh..."
"Ma boleh ya aku tinggal disana sebentar, kasian Sho..."
"Iya iya..."
"Bener ma? Tumben mama ngijinin aku tinggal disana.."
"Sekarang kan ada Sho, kamu juga diminta sama Asaka, kalo dulu kan kamu minta tinggal disana sendirian, gimana kalo ada perampok atau penjahat trus kamu diapa apain!"
"Hmm gak ada..." kata Audy seraya memasukan beberapa buku lalu menutup tasnya. "Yaudah aku pergi ya,,"
"Iya, sering sering pulang..."
"Mungkin aku tetep pulang tiap hari buat makan siang hehe," kata Audy
"Iya nanti ajak Sho sesekali,"
"Oke..." kata Audy tersenyum lalu pergi.
"Audy masak apa?" tanya Sho.
"Nasi goreng," ujar Audy menyajikannya ke piring lalu menaruhnya di hadapan Sho.
"Hati hati masih panas,"
"Iya,"
Audy juga membuat telur gulung dan menyajikannya di meja.
"Tamagoyaki," kata Sho.
Audy tersenyum kemudian mengambil air dingin dari kulkas lalu menaruhnya di meja. Kemudian dia pun mengambil nasi gorengnya dan duduk di sebelah Sho.
"Itadakimasu." ujar Sho lalu diikuti Audy.
Mereka pun mulai makan dengan pelan karena masih panas.
Malam pun tiba, setelah mandi Audy duduk di sofa sambil menulis novel online nya, saat Sho lewat ke kamar mandi dia melihat Audy, Audy tak tau harus menyapa Sho bagaimana karena sebelumnya mereka jarang bicara. Sho adalah anak yang pendiam Audy takut jika dia mengajaknya bicara terlalu banyak dia akan merasa terganggu.
"Sho belum tidur?" tanya Audy ketika Sho keluar dari kamar mandi.
"Belum, sedikit baca buku.." jawab Sho agak kaku.
"Ohh.."
"Audy silahkan tidur di kamar mama ya,"
"Tidak apa apa, saya tidur disini saja, sofa ini besar jadi tidak apa apa,"
__ADS_1
"Ohh iya, sekarang sedang apa?" tanya Sho agak canggung.
"Ohh saya menulis novel online saya"
"Ohhiya,, Audy menulis cerita?"
"Iya,,"
"Kalau begitu saya ke kamar dulu,"
"Iya.."
Sho pun pergi ke kamarnya, Audy menghembuskan nafas panjang usai merasa gugup.
"Kita kayak 2 strangers." gumam Audy pelan sambil tertawa kecil.
Keesokan paginya, sekitar jam setengah 7 Audy bangun lalu mandi dengan sangat pelan supaya tidak membangunkan Sho. Setelah itu dia pergi ke dapur untuk membuat sarapan. Audy sedang mengambil tepung saat Sho baru pergi ke kamar mandi, Audy membuat pancake pisang untuk sarapan.
Jam 7 kurang 10 menit Sho naik ke dapur setelah berpakaian lengkap.
"Sho sarapan dulu.." kata Audy menyajikan pancake dan segelas susu pada Sho.
"Makasih Audy..." gumam Sho masih mengantuk.
Setelah sarapan Audy mengantar Sho ke sekolahnya yaitu Great international school. Butuh waktu sekitar 40 menit untuk sampai disana. Sekolah dimulai jam 8 pagi, dan Sho sampai disekolah 10 menit sebelumnya.
"Makasih Audy..." kata Sho seraya turun dari mobil.
"Nanti pulang jam berapa," tanya Audy.
"Jam 4,"
"Oke nanti tunggu disini ya, saya jemput."
"Oke hati hati..." kata Sho seraya melambaikan tangan sambil tersenyum lebar seperti biasanya.
"Iya..." jawab Audy tersenyum sambil melambaikan tangan juga lalu pulang.
Begitu jam 12 siang Audy pulang untuk makan siang di rumahnya, semua orang ada kecuali Sian yang sedang bekerja. Dyana baru saja pulang sekolah di jemput papanya.
"Sho mana?" tanya mama Audy.
"Kan masih sekolah ma," jawab Audy.
"Ma aku juga mau ya tidur disana sambil nyari wi-fi." kata Dyana.
"Gak boleh ada bossnya Audy," kata mama Audy.
"Pa, rumahnya Asaka yang di sana jauh gak dari sekolah?" tanya Audy.
"Gak terlalu jauh, mungkin sekitar 15 menit..." kata papa Audy.
"Ohh..."
Sekitar jam 3 lebih 20 menit Audy pergi untuk menjemput Sho, meskipun sedikit macet Audy tiba disana tepat waktu, para siswa baru saja keluar kelas ketika Audy sampai, ada banyak sekali mobil di parkiran untuk menjemput siswa siswa mereka. Audy melihat Sho berjalan ke arahnya, dia mudah dikenali karena terlihat sangat berbeda dengan siswa lainnya karena mungkin dia satu satunya orang Jepang yang bersekolah disana, mayoritas para siswa disana adalah orang Australia. Sho segera masuk ke mobil dan mereka pun pergi.
"Audy, tolong antar saya ke rumah, saya mau ambil buku," kata Sho.
"Iya, tapi saya tidak tau jalan, nanti tolong tunjukkan,"
"Iya,"
Sekitar 20 menit kemudian mereka sampai di rumah Sho yang lain. Asaka dan Sho mempunyai tiga rumah, satu di Jepang dan dua disini, satu dekat sekolah Sho dan satunya lagi desa Audy.
__ADS_1