
Audy menyalakan tv lalu menonton musik video kpop yang dia sukai, dia bersih bersih di artshop sambil bernyanyi. Tiba tiba Yanan datang dan mendorong Audy ke toilet. Audy terkejut dan berusaha membrontak.
"Lepasin gue!" kata Audy.
Yanan menahan Audy di dinding, dia memegang tangan Audy dengan sangat erat hingga Audy tidak bisa menggerakan tangannya.
"Mau lo apa sih!" kata Audy. "Lo bilang! Ada masalah apa sama gue!"
"Diem! Ntar ada orang yang denger!" kata Yanan.
"Mau lo apa?"
"Lo nguping pembicaraan gue sama Sindi waktu itu."
"Gue gak nguping, kalian aja yang bicaranya keras!"
"Lo yang kasi tahu Grace tentang gue sama Sindi,"
"Gue cuma jawab apa yang dia tanyain."
"Karena lo dia pergi!"
"Bukan! Dia pergi bukan karena gue! Lo yang bikin dia pergi."
"Kalo aja lo gak bilang tentang gue sama Sindi dia gak akan pergi!"
"Dia pasti bakalan tetep pergi meskipun gue gak kasih tahu, cara lo memperlakukan dia bikin dia merasa sedih, lo gak peduli sama dia, lo gak peduli sama perasaan dia!"
Yanan marah dan menggenggam tangan Audy lebih erat, sakitnya luar biasa, Audy tak mampu merasakan aliran darah ke tangannya.
"Kalo lo rasa ini semua salah gue! Kenapa baru sekarang lo kesini, kenapa baru sekarang lo merasa kehilangan!" kata Audy, "Tega banget lo nyakitin tiga perasaan cewek sekaligus, gue rasa lo gak ada hati!"
"Gue gak ada hati!" gumam Yanan. "Gue emang gak ada hati!" kata Yanan lalu berusaha mencium Audy tapi Audy segera memalingkan wajahnya. Hasilnya Yanan mencium leher Audy, Audy terus memberontak berusaha melepaskan diri dari Yanan.
"Audy.." tiba tiba terdengar suara laki laki.
Yanan melepaskan Audy, Audy sedikit merapikan dirinya lalu keluar dari toilet.
"Arya, ada apa?" tanya Audy seraya keluar menghampirinya.
"Ini, bahan untuk bikin ramen nya habis," kata Arya karyawan restoran.
"Ohh... Nanti aku beli pas jemput Sho, kalo ada pelanggan yang pesen bilang aja gak ada." kata Audy.
"Ohh ok,"
"Bahan apa lagi yang habis?" tanya Audy
"Hmmm..."
"Yaudah biar aku cek," kata Audy pergi ke restoran.
__ADS_1
Yanan diam diam pergi meninggalkan artshop. Audy merasa sangat beruntung karena Arya datang tepat waktu.
Setelah mencatat barang dan bahan yang diperlukan Audy pun pergi menjemput Sho. Dia ingin membeli sebelum menjemput Sho tapi waktunya sangat mepet jadi dia memutuskan untuk menjemput Sho lebih dulu.
"Sho, saya harus pergi belanja untuk restoran, Sho tidak apa apa tunggu di mobil?" tanya Audy.
"Saya ikut belanja," kata Sho.
"Ohh oke," jawab Audy lalu mulai menyetir.
Mereka pergi belanja ke sebuah swalayan untuk membeli semua keperluan. Sho membantu Audy mendorong troli belanjaan. Sesekali Audy memandang Sho, dia merasa sekarang Sho sangat keren, tubuh yang tinggi, kulit putih dan wajah tampan, sangat cocok saat sedang memakai hoodie abu abu. Audy rasa sekarang Sho sudah remaja, sangat berbeda saat pertama kali bertemu, waktu itu umur Sho masih 14 tahun ketika Audy berumur 18 tahun.
"Audy saya mau ini," kata Sho menunjukkan oreo.
"Ohh iya," kata Audy.
Sho mengambil beberapa box oreo dan snack lainnya.
Sampai di rumah, Audy hendak mengangkat belanjaan tapi Sho mengangkatnya lebih dulu.
"Ini berat, biar saya saja," kata Sho membawa belanjaan ke restoran.
Audy tersenyum lalu mengambil tas Sho dan menyusulnya ke restoran.
Panji dan Juni segera menghampiri Sho untuk membantunya. Arya langsung membuatkan minuman untuk Sho dan Audy.
"Gimana? Tadi rame?" tanya Audy.
"Ini minumnya," kata Arya memberikan Sho dan Audy segelas lemon ice.
"Makasih," jawab Sho dan Audy.
"Semua yang dibutuhin udah lengkap ya," kata Audy.
"Audy saya mau makan ramen," kata Sho.
"Ohh iya, saya buatkan," kata Arya.
Sho hanya diam, saat dia hendak bicara Audy mendahuluinya.
"Biar aku aja, sekalian aku mau juga.." kata Audy. "Kalian mau juga? Sekalian aku bikinin."
"Gak gak," jawab mereka bergantian.
"Tunggu sebentar ya," kata Audy memandang Sho.
Sho mengangguk.
Sesaat kemudian Audy datang membawa dua mangkuk ramen, dari aromanya tercium sangat lezat. Audy mengikuti resep yang tertempel di kulkas yang di tulis oleh Asaka.
"Silahkan.." kata Audy memberikan semangkuk pada Sho.
__ADS_1
Sho langsung mencobanya, "Enak sekali..."
Audy tersenyum lalu makan bersama Sho. Panji, Juni dan Arya mengobrol di sudut supaya tak menganggu mereka.
Sudah tengah malam, Audy tak bisa tidur karena memikirkan Yanan. Audy merasa dia sangat terkait dengan Yanan, entah kenapa tapi sejak dulu Audy sering memimpikan Yanan, bahkan dia pernah memimpikan Yanan sepuluh hari berturut turut meskipun dia tidak memikirkan Yanan. Audy pikir mungkin dia.sangat mencintai Yanan.
Terdengar derit pintu terbuka, Audy menutup matanya berpura pura tidur, Sho keluar dari kamarnya lalu duduk di karpet yang ada di depan sofa. Sho melihat Audy sesaat lalu menyalakan tv. Audy mengintip sesaat dan melihat Sho mengecilkan volume sampai yang paling rendah. Mungkin dia tak mau membangunkannya pikir Audy.
Sho mononton film anime, tanpa di sadari Sho, Audy juga ikut menonton.
"Dia seperti Audy.." gumam Sho.
Audy sedikit terkejut mendengarnya, tapi dia juga penasaran dengan maksud Sho mengatakan itu. Bagaimana Audy di bilang seperti tokoh anime itu. Belum selesai Audy berpikir, Sho mengucapkan sesuatu, lalu dia pun tersenyum.
Tiba tiba muncul adegan ciuman di anime itu, makin lama adegannya makin jauh. Audy memejamkan matanya sesaat, kemudian saat dia membuka mata dia terkejut karena Sho memandangnya.
"Sho!" ujar Audy terkejut.
"Maaf apa saya membangunkan Audy," tanya Sho.
"Ehh tidak, saya memang sering terbangun," kata Audy seraya melirik tv.
Ternyata Sho sudah berhenti menontonnya dan menutup aplikasinya.
"Saya mau tidur," kata Sho segera mematikan tv dan pergi ke kamarnya.
Sho langsung tiduran dan segera menarik selimut. Sho menggeleng pelan lalu mengambil beberapa tisu.
"Harusnya aku tidak menonton anime itu," gumam Sho pelan, "Apa Audy tau? Hhhhh.."
Audy merasa sedikit malu tapi dia tertawa karena melihat Sho yang terlihat sangat malu dan buru buru pergi ke kamar.
"Audy..." kata Sho memanggil Audy seraya berjalan menghampirinya.
"Iya..." jawab Audy juga menghampiri Sho.
Audy terpesona melihat Sho dengan penampilannya hari ini, memakai baju kaos putih hadiah ulang tahun darinya, celana hitam pendek dan sneakers putih. Entah kebetulan atau bagaimana, pakaian Sho dan Audy serasi, Audy juga memakai baju kaos putih dan rok hitam pendek.
"Bagus, bajunya bagus..." kata Audy menunjukan ibu jarinya.
"Makasih ya, saya suka Audy.." kata Sho.
"Apa! Hhhh ok ok dia gak bermaksud bilang suka gue, maksudnya dia suka baju yang gue beliin." gumam Audy di benaknya.
"Audy.." panggil Sho.
"Ohh iya?"
"Ada apa nih? Kok Sho kelihatan ganteng banget... Gue tau Sho ganteng tapi hari ini kenapa makin ganteng..." gumam Audy di benaknya.
"Audy tolong antar saya beli pakaian." kata Sho.
__ADS_1
"Iya..." jawab Audy tersenyum lalu mengambil kunci mobil dan dompetnya.