
Audy merasa sangat bersalah pada Sho, dia bingung bagaimana caranya meminta maaf. Saking bingungnya dia sampai tak bisa tidur dan berjalan jalan tengah malam di pinggir kolam renang. Sho juga tak bisa tidur, dia membaca buku untuk mengalihkan perhatiannya.
"Kenapa gue bebubah," gumam Audy, "Dulu sebingung apapun gue selalu bisa tidur dan besoknya udah baik baik aja. Tapi sekarang kenapa rasanya beban banget, gue merasa bersalah banget." gumam Audy sambil melihat ke bawah sesekali.
Kemudian Audy berhalusinasi melihat ular, saking takutnya dengan ular bahkan bisa membuat Audy terkejut setengah mati sehingga tak sengaja berjalan mundur dan lupa bahwa dia ada di pinggir kolam renang. Akhirnya Audy tercebur ke dalam kolam renang dengan suara gedebur yang cukup keras hingga Sho mendengarnya. Airnya terasa sedingin es di malam hari.
Terlanjur basah Audy pasrah dan membiarkan dirinya tenggelam ke dasar kolam sambil latihan menahan nafas. Sesaat kemudian terdengar suara gedebur dan air pun terasa sedikit bergelombang, Audy membuka matanya dan melihat Sho berenang menghampirinya ke dasar kolam, rambut Sho terangkat kebelakang karena saking cepatnya dia berenang meluncur, kemudian dia memegang tangan Audy dan mereka pun saling pandang sesaat, wajah Sho tampak sangat khawatir. Lalu Sho menarik Audy naik ke pinggir kolam. Begitu sampai di pinggir Sho langsung memeluk Audy, dirinya tampak sangat takut untuk melepaskan Audy.
"Sho..." gumam Audy mengusap punggung Sho berusaha memenangkannya.
"Kamu gak papa?" tanya Sho terdengar khawatir sambil memegang pipi Audy.
Audy menggeleng, "Aku minta maaf."
Sho menggeleng lalu mengelus rambut Audy, "Kita naik dulu,"
Setelah mandi Audy merasa mengantuk, rambutnya masih basah saat dia hampir ketiduran, Sho menangkapnya tepat waktu dan membuat Audy kembali sadar. Sho juga telah mandi, di lehernya masih tersangkut handuk kecil, dia membawa hairdryer untuk mengeringkan rambut. Audy baru sadar mereka mengenakan baju kaos putih abu yang sama. Sho mulai mengeringkan rambut Audy, namun Audy masih bingung bagaimana caranya untuk bicara dengan Sho.
"Sho," kata Audy.
"Hm?" tanya Sho.
"Aku minta maaf." kata Audy pelan, Sho hanya mendengarkan sambil mengeringkan rambut Audy. "Besok aku akan minta ijin sama mama untuk pergi ke Jepang sama kamu."
"Kamu langsung mau begitu mama yang minta. Tapi kenapa gak ketika aku yang minta?" tanya Sho pelan.
"Alasannya beda Sho, Asaka minta aku kesana untuk menghadiri pernikahannya Riku. Sedangkan alasan kamu aku belum tau, kalau alasan kamu untuk mengabulkan keinginan aku jalan jalan di Jepang atau hanya sekedar liburan udah pasti aku gak akan mau."
__ADS_1
"Kenapa,"
"Kamu gak tau posisi aku, aku takut pendapat orang, mungkin mereka pikir, aku diajak liburan ke luar negeri sama bos aku, kenapa bisa padahal aku cuma karyawan. Dan apalagi kalo tau aku pacaran sama kamu, mereka akan pikir aku itu cewek matre, cuma manfaatin kamu aja."
"Aku.. Aku gak pernah kepikiran hal itu, maafin aku karena egois dan gak mikirin posisi kamu."
"Ini salahku juga karena gak bilang sama kamu, harusnya aku bicara baik baik tentang hal ini." ujar Audy lalu bersin.
"Bless you," kata Sho lalu memberikan Audy saput tangan, "kamu masuk angin?"
Audy menggeleng, "Harusnya aku berpikir lebih dewasa, sikap kekanak kanakan ku ini selalu bikin orang khawatir. Selalu ngambek, egois."
"Gak, dengan hal ini aku tau perasaan kamu, kita memang butuh waktu untuk saling mengerti. Mulai sekarang kita harus sabar, kalau ada masalah kita harus komunikasi, kita perlu bicara jujur untuk bisa pecahin masalah kita dengan cepat. Aku akan berusaha mengerti kamu." Kata Sho memegang tangan Audy.
"Aku juga," kata Audy lalu memeluk Sho.
"Ohh... Aku denger suara ceburan kamu, trus aku keluar, aku lihat udah lama kamu gak keluar aku pikir kamu tenggelam, jadi aku langsung nyebur. Tapi kenapa kamu gak naik ke atas begitu nyebur?"
"Terlanjur basah jadi aku mau tahan nafas bentar, jangan jangan kamu pikir aku mau bunuh diri ya,"
"Enggak, aku kira kamu kram terus tenggelam."
Audy tertawa kecil, Aku halusinasi lihat ular jadi gak sengaja jatuh ke kolam."
"Ohiya, satu hal lagi, aku tau kamu takut banget sama ular, tapi kenapa?"
"Sho, siapa coba yang gak takut ular,"
__ADS_1
"Voldemort." jawab Sho tertawa.
Audy ikut tertawa, "Aku sering banget lihat ular, apalagi sejak kerja disini, dulu sebelum rumah sama restoran kamu di bangun kan cuma ada artshop aja, jadi lahan sebelumnya masih semak semak, karena harus nyiram pohon bambu pembatas wilayah aku harus keliling lewat jalan bersemak semak, jadi sering banget lihat ular, aku takut kalo mereka gigit..." kata Audy ngeri sambil tertawa kecil.
"Aku denger dari Pak Andi, katanya pernah ada ular masuk ke toko juga ya,"
"Iya!" jawab Audy bersemangat, "Waktu itu aku lagi nonton di hp kan, aku duduk di lantai depan meja deket kulkas, tiba tiba aja aku lihat ular hitam kecil muncul depan aku, lidahya juga menjulur julur gitu. Spontan aku kaget langsung lari keluar, aku gak tau kemana perginya ular itu, jadi aku minta Sian untuk nangkap ular itu sampe dapet, sekitar 2 bulan kemudian lagi lagi ada ular masuk, waktu itu aku lagi nonton tv di artshop trus aku denger suara kayak nyiram tanaman gitu, aku pikir itu Juni jadi aku lanjut nonton, padahal aku inget waktu itu Juni gak kerja tapi aku gak cek itu sumber suara, lagi asik asik nonton tiba tiba pas nengok ke bawah ada ular! Lumayan gede sama panjang, oh my God! Aku kaget langsung lari keluar! Aku kira ular itu juga kaget dan lari juga, aku langsung telpon papa sama Sian untuk nangkap itu ular, mereka pikir ular itu mungkin udah pergi, tapi aku gak lihat jadi aku yakin ular itu masih di dalam, bener aja ular itu sembunyi di gudang di bawah tas tas toko, papa sampe naik ke kursi untuk ngeluarin ular itu," kata Audy sambil tertawa, "Pas keluar aku lihat jelas ular itu, lumayan gede panjang, mungkin itu ular terbesar yang pernah aku lihat di sini! Jadi besok sorenya kebetulan Pak Andi dateng kan, aku langsung cerita."
"Wahh takut juga ya kalo jadi kamu,"
"Pak Andi bilang karena lokasi kita ada di sekitar sawah, makannya sering kedatangan tamu (ular),"
"Hari ini aku tau lebih banyak tentang kamu, kedepannya kita bisa cerita kayak gini pas waktu luang, misalnya obrolan sebelum tidur,"
"Hmm? Udah malem kamu ke kamar sana tidur,"
"Malam ini... Aku tidur disini,"
"Hah, gak boleh Sho, lagian kamu baru 18 tahun,"
"Aku 18 dan aku udah dewasa,"
Audy tertawa, "Gak, pokoknya gak boleh,"
Sho berpura pura menguap lalu berbaring di sofa.
"Sho..." kata Audy
__ADS_1
Sho langsung menarik tangan Audy dan memeluknya, Audy sedikit memberontak sebelum akhirnya juga memeluk Sho dengan hangat.