Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Finally in Japan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah minta ijin pada keluarganya, Audy dan Sho pergi ke bandara di antar oleh keluarganya Audy untuk pergi ke Jepang.


"Sian, gue pergi bentar kok, jagain keluarga kita ya." kata Audy menepuk lengan adik laki lakinya itu.


"Iya... Lo hati hati disana," jawab Sian.


Audy mengangguk tersenyum lalu memandang Dyana adiknya tersayang, "Dy kakak pergi ya, bantuin mama di rumah.." kata Audy lalu memeluk Dyana.


"Iya..." jawab Dyana hendak menangis.


"Jangan nangis," kata Audy mengusap rambutnya, Audy beralih memandang ayahnya, "Pa, aku pergi ya,"


Ayahnya memeluk Audy, "Kamu harus pulang, jangan lama lama disana,"


"Iya pa..." jawab Audy.


Mata mamanya Audy berkaca kaca, Audy segera memeluknya, "Ma, jangan sedih.. Aku kan cuma pergi ke acara pernikahan, gak akan lama kok, aku pasti balik." kata Audy


Mama Audy mengusap rambut Audy, "Mama seneng kamu bisa pergi ke tempat yang kamu inginkan selama ini, kamu baik baik di sana ya..." kata mama Audy menahan tangis.


Audy mengangguk kemudian memandang semua keluarganya, mereka tampak sedih. Ini adalah kali pertama Audy pergi jauh dari mereka, jadi hal ini membuat mereka sedikit terguncang.


"Bu Tari, Pak Agus, Sian, Dyana, saya juga pergi. Kalian hati hati pulang." kata Sho.


"Iya kalian juga hati hati," kata Papa Audy.


Sho dan Audy mengangguk.


"Sampai jumpa..." kata Sho melambaikan tangan bersama Audy.


"Daaa..." kata Audy


Keluarga Audy juga balas melambaikan tangan, "Sampai jumpa..." ujar mereka bersamaan.


Audy dan Sho berjalan masuk sedangkan keluarga Audy memandang mereka berjalan hingga lenyap dari pandangan. Mereka berdua di perhatikan orang orang yang mereka ajak berpapasan. Audy memang tidak terlalu cantik tapi karismanya membuat orang lain tertarik untuk memandangnya. Hari ini Audy terlihat modis dengan memakai skinny jeans biru muda, VILA crop putih, jaket hijau army dan sneakers Vans putih. Seperti biasa rambutnya diikat dengan ikat rambut yang diberikan Sho, memakai anting anting emas dengan permata putih yang tampak bersinar seperti berlian, juga menggunakan masker hitam.


Sedangkan Sho memang tampan, wajar dia menjadi pusat perhatian dengan penampilannya yang lebih mirip orang Korea di bandingkan orang Jepang. Hari ini dia tampil kasual, memakai hoodie VILA putih, celana jeans pendek, sneakers VILA putih, topi dan masker hitam.


Mereka berdua berjalan bak sepasang model. Audy merasa gugup begitu masuk ke kapal, Sho menyadari hal itu lalu memegang tangan Audy yang sedingin es.


"Kamu kedinginan," kata Sho.


"Cuma ujung jari ku aja," kata Audy.


Sho menggosok tangan Audy, "Kamu takut?"

__ADS_1


"Ini pertama kalinya aku naik pesawat. Padahal selama ini aku bahkan belum pernah keluar kota."


"Tenang aja, gak papa kok. Ada aku disini."


Audy tersenyum lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sho.


Pesawat pun lepas landas, perlahan ketegangan Audy mulai turun hingga akhirnya hilang berkat di ajak mengobrol oleh Sho.


"Tadi aku denger papa kamu.." gumam Sho.


"Papa gak pernah ngijinin aku pergi ke luar negeri, karena itu aku masih tetep di rumah. Tapi meskipun papa ngijinin, aku juga belum pasti sama keputusan aku, aku gak yakin di luar sana lebih baik dari pada di rumah. Dan kemarin pas aku minta ijin papa juga nolak, dia pikir aku akan kerja tapi setelah aku bilang kalo aku cuma pergi untuk menghadiri pernikahannya Riku akhirnya papa ngijinin aku pergi." kata Audy.


"Kenapa gitu?"


"Papa ingin anak anaknya tinggal dekat sama dia, meskipun di luar negeri mungkin bisa menghasilkan lebih banyak uang dengan cepat tapi papa milih untuk ngeliat anaknya."


"Ohh ternyata Pak Agus ayah yang baik."


"Semua ayah juga sama."


"Gak, aku jarang ketemu papa. Meskipun setiap liburan semester aku pulang tapi papa jarang di rumah."


"Papa kamu sibuk kerja, kalo dia punya waktu pasti akan nyari kamu."


Setelah beberapa saat Audy dan Sho tertidur sambil berpegangan tangan. Beberapa kali mereka sempat bangun namun kembali tidur setelahnya karena perjalanan mereka cukup panjang, butuh waktu sekitar 12 jam untuk sampai di bandara Kansai, Kyoto Jepang. Begitu sampai di bandara mereka di bangunkan oleh salah satu pramugara. Audy langsung terbangun kemudian membangunkan Sho. Pesawat sudah kosong, mereka berdua bersama turun dari pesawat, setelah itu mengambil koper dab mereka berjalan menuju pintu keluar, Asaka dan Riku datang menjemput mereka, begitu melihat Sho dan Audy, raut wajah Asaka langsung tersenyum lebar.


"Audy..." kata Asaka menghampiri Audy yang sedang berjalan ke arahnya.


Audy mempercepat langkah kakinya, kemudian Asaka langsung memeluk Audy dan begitupun Audy.


"Apa kabar,,," tanya Asaka senang.


"Baik, Asaka bagaimana?" jawab Audy tersenyum.


"Saya juga baik, keluarga bagaimana?"


"Keluarga saya juga baik, terimakasih..."


Asaka tersenyum lalu beralih memandang Sho kemudian memeluknya.


"Daijoubu?" (Apakah baik baik saja?) tanya Asaka.


Sho mengangguk lalu berpelukan Asaka kemudian dengan Riku.


"Ayo pulang," kata Asaka.

__ADS_1


Mereka pun pergi meninggalkan bandara dengan mobil SUV putih milik Asaka. Untungnya Asaka membawa supir, sehingga dalam perjalanan pulang mereka dia bisa mengobrol dengan bebas.


Setelah sampai di rumah Asaka, Audy merasa kagum. Rumah Asaka sangat mewah dan klasik meskipun di desain minimalis. Di belakang rumah ada kolam renang yang dua kali lebih luas dibandingkan yang ada di tempatnya bekerja. Setelah masuk ke dalam mereka di sambut oleh pelayan yang telah menyiapkan minuman untuk mereka. Koper Sho dan Audy di bawa naik ke lantai dua, sedangkan Audy dan yang lainnya duduk di ruang tamu. Audy duduk menghadap ke tv, di belakang tv terdapat dinding kaca yang memisahkan dapur lalu di depannya adalah meja makan. Audy menoleh ke sebelah kiri dan melihat kolam renang, di sebelahnya juga terdapat pohon akasia besar dan sebuah ayunan.


"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Riku usai meminum seteguk kopi panas.


"Lancar, ini pertama kali saya naik pesawat, ternyata tidak menakutkan." kata Audy.


"Iya mungkin, karena pesawat ini bagus."


"Iya..." kata Audy.


"Audy capek?" tanya Riku.


"Tidak,," jawab Audy.


"Iya, Audy baru kembali dari perjalanan jauh, jadi lebih baik istirahat dulu." kata Asaka.


"Iya," jawab Audy mengangguk.


Asaka pun mengantar Audy menuju kamarnya, setelah melewati tangga Audy melihat dua kamar saling berhadapan, dan satu di tengah tengah.


"Audy silakan tinggal di kamar ini," kata Asaka menunjuk kamar disebelah kiri.


"Iya,"


"Sebelumnya ini kamar Haruka, tapi sekarang dia sudah menikah jadi tinggal dengan suaminya."


"Ohh..."


"Ini kamar Sho," kata Asaka menunjuk kamar yang berhadapan dengan kamarnya. "Yang di tengah kamar Riku, tapi dia tidak tinggal disini lagi sejak dua tahun lalu ketika ibu saya meninggal, dia tinggal di Osaka untuk mengurus perusahaan ibu saya."


"Ohh,,,"


"Tapi sekarang pernikahan Riku akan di laksanakan di Kyoto, jadi dia tinggal disini,"


"Iya,"


"Suami Haruka juga dari Kyoto, jadi kadang kadang Haruka datang untuk bersih bersih disini."


Audy mengangguk lalu Asaka menepuk bahunya, "Kamar saya ada di bawah ya, kalau Audy butuh sesuatu silakan bilang."


"Iya terimakasih..." jawab Audy.


Riku dan Asaka turun ke bawah, Audy dan Sho saling pandang sesaat lalu masuk ke kamar masing masing.

__ADS_1


__ADS_2