Lost In The Ocean

Lost In The Ocean
Hangouts


__ADS_3

Mereka pun keluar, Audy segera memakai sneakers putihnya juga. Sebelum pergi Audy pergi ke restoran untuk meminta salah satu dari karyawan restoran untuk menjaga di art shop.


"Makasih ya, aku pergi dulu.." kata Audy masuk ke mobil lalu disusul Sho.


"Wahh mereka pake couple an?" tanya Juni.


"Kayaknya iya," kata Arya.


"Gak mungkin, Audy bukan orang yang mau nunjukin hal hal kayak gitu meskipun pacaran, apalagi mereka bukan pacar." kata Panji.


Mereka sampai di sebuah pusat perbelanjaan, berjalan berdampingan mereka tampak seperti pasangan. Mereka berkeliling sambil mencari toko yang di tuju. Setelah menemukan toko itu, mereka pun masuk dan mulai memilih beberapa baju.


"Sho coba yang ini bagus," kata Audy memberikan Sho baju kaos hitam.


Audy mencoba membuat Sho terlihat lebih keren dari biasanya, karena biasanya Sho menggunakan pakaian berwarna soft (lembut). Sho pergi ke ruang ganti lalu mencoba baju yang di pilih Audy untuknya, sesaat kemudian Sho keluar dengan baju hitam itu, dia benar benar tampak keren.


"Audy..." ujar Sho keluar dari ruang ganti.


Audy yang sedang melihat lihat baju berbalik memandang Sho. Selama sesaat Audy tertegun melihat Sho dengan pakaian yang dia pilihkan karena Sho benar benar sangat tampan.


"Bagus!" kata Audy tersenyum.


Sho tersenyum lalu melihat ke cermin, dia juga merasa jadi lebih keren dari sebelumnya. Sho membeli beberapa pakaian temasuk baju yang di pilih Audy untuknya, kemudian mereka makan di sebuah restoran China, meskipun tidak suka pedas Sho memesan hotpot karena dia mendengar Audy yang semalam mengigau ingin makan hotpot.


"Sho, tapi ini pedas," kata Audy.


"Tidak apa apa," kata Sho.


"Kami juga punya yang tidak pedas," kata si pelayan.


"Kalo gitu saya pesen yang tidak pedas," kata Audy.


"Saya mau yang pedas," kata Sho.


"Sho, nanti bisa sakit perut.. Bagaimana nanti kalau seperti Asaka dulu?" tanya Audy cemas.


Asaka dulu pernah diare parah karena makan makanan pedas sehingga dia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari dengan biaya ratusan juta di sebuah rumah sakit khusus tamu atau orang asing.


"Dalam satu wadah ada dua kuah terpisah, yaitu kuah pedas dan tidak pedas, itu menu baru di restoran kami," kata si pelayan.


"Ohh... Ok saya pesan yang itu, untuk kuah yang gak pedas sama sekali gak pake cabai ya." kata Audy.

__ADS_1


Sho merasa terkesan dengan kekhawatiran Audy terhadapnya.


"Baik," jawab pelayan itu ramah.


"Minumnya saya mau air mineral sama susu dingin 2 ya," kata Audy.


"Baik," jawab pelayan itu lalu pergi.


Pesanan mereka datang, Audy memakan hotpot pedas sedangkan Sho yang tidak pedas. Setelah selesai makan mereka pun pulang, perjalanan kali ini terasa lebih santai daripada sebelumnya, Audy merasa dia sedang berjalan jalan bersama teman di bandingkan bos.


Saat perjalanan pulang mereka mampir ke pantai pasir putih. Sho sedang duduk melihat pantai ketika Audy datang membawa dua kelapa muda.


"Terimakasih," kata Sho seraya mengambil kelapa muda yang di berika Audy.


"Iya..." jawab Audy seraya duduk di sebelah Sho.


"Pemandangannya benar benar bagus.." ujar Sho.


"Iya, saya juga sangat suka pantai ini,"


"Kenapa," tanya Sho penasaran.


"Dulu saya sering kesini dengan papa waktu masih kecil, saya juga pernah mandi disini,"


"Iya, saya dan adik adik sudah besar bisa kesini sendiri, papa juga sibuk.."


"Ohh lain kali sama saya," kata Sho.


"Ahhh... Iya," jawab Audy senang.


Mereka sampai di rumah sekitar jam 4 sore, matahari masih cukup di atas, Audy dan Sho bermain bulu tangkis sesaat lalu begitu lelah mereka istirahat di depan kolam renang. Audy mengambil pocari untuk Sho, Sho sedang berjalan di pinggir kolam renang ketika Audy hendak memberikannya pocari, tanpa sengaja kaki Audy tersandung di bebatuan sehingga tak sengaja mendorong Sho, mereka berdua jatuh ke kolam renang.


Audy membuka matanya di dalam air untuk melihat keadaan Sho karena sepertinya dia sangat terkejut. Mereka berdua saling pandang di dalam air, rambut Audy yang panjang terombang ambing dengan lembut di air. Setelah beberapa saat mereka muncul ke permukaan lalu menepi.


"Maaf saya tidak sengaja..." kata Audy masih terengah engah.


"Tidak apa apa, saya hanya sedikit terkejut," kata Sho.


"Tidak apa apa?" tanya Audy.


"Tidak, saya baik baik saja," jawab Sho, "Sudah lama sejak saya berenang, saya akan berenang hari ini,"

__ADS_1


"Ohh iya,"


"Audy mau ikut?"


"Hhh?" gumam Audy agak kaget.


Audy menerima tawaran Sho lalu berenang bersamanya. Sho benar benar pintar berenang, gerakannya seperti atlet renang. Audy belajar cara berbalik di dalam air seperti Sho, Sho mengajarinya dengan sabar meskipun Audy beberapa kali gagal sebelum akhirnya berhasil. Setelah selesai Sho masuk kedalam untuk mengambil handuk.


"Ini," kata Sho memberikan Audy handuk berwarna putih putih.


Audy menyelimutkan handuk itu di badannya, "Sho silahkan mandi duluan," kata Audy.


"Tidak apa apa, Audy boleh mandi duluan nanti masuk angin," kata Sho.


"Oke." kata Audy lalu pergi.


Meskipun ada dua kamar mandi, Sho menunggu Audy selesai karena tak mau Audy repot membersihkan dua kamar mandi.


"Gue mungkin cuma salah paham, tapi gue rasa dari caranya Sho nge treat gue... Dia mungkin suka sama gue." gumam Audy dalam benaknya, "Tapi mana mungkin coba, Sho? Suka gue? Gak gak, gak mungkin... Jangan mikir kayak gitu Dy, ntar lo malah berharap."


Audy ada di sebuah taman bunga matahari, hari itu sore yang cerah, Yanan datang dan memberikan Audy seikat bunga berwarna hijau kekuning kuningan dengan kelopak memanjang, Audy pernah melihat bunga itu tapi tidak tau namanya, Audy dengan senang mengambil bunga itu lalu mencium aromanya, sangat harum. Saat Audy berbalik dia melihat Yanan memberikan Sindi seikat bunga matahari. Audy membuang bunganya lalu pergi ke bawah pohon cempaka atau yang biasa di kenal kembang kantil. Entah dari mana datangnya Sho, dia memberikan Audy setangkai kembang kantil. Audy sangat senang dan mencium aroma harum bunga itu. Lalu entah bagaimana, Audy bangun dari tidurnya dan menyadari semua itu hanya mimpi.


"Cuma mimpi," gumam Audy lalu beranjak. "Apa ya arti mimpi tadi? Ahh masa bodolah," kata Audy lalu melanjutkan tidurnya.


Audy hendak membuka toko saat Yanan datang menghampirinya, Audy kembali menutup pintu begitu melihat Yanan tapi Yanan segera menghentikannya.


"Lepas!" kata Audy.


Yanan tak bergeming dan masih terus memegang pintu.


"Lepas!" kata Audy sekali lagi.


"Hari ini gue berangkat!" kata Yanan


Audy diam sesaat, "Trus kenapa lo kesini?"


"Gue cuma pengen lo tau,"


"Sekarang gue udah tau, lo bisa pergi?"


Yanan melepaskan tangannya. "Gue pergi,"

__ADS_1


Audy tidak mengucapkan apapun pada Yanan, dia hanya berdiri melihat Yanan pergi meninggalkan toko.


"Buat apa lo ngasih tau gue ketika yang ada di hati lo cuma Sindi." tanya Audy pelan.


__ADS_2