
Sho langsung membungkuk untuk membantu Audy berdiri.
"Audy tidak apa apa?" tanya Riku.
"Tidak, hanya sedikit luka," kata Audy.
"Ayo kita obati sampai di rumah," kata Riku.
Mereka pun berjalan karena Audy tak bisa berlari lagi. Setelah sampai di rumah Audy pergi ke kamarnya untuk membersihkan lukannya. Sho datang untuk membantu Audy. Audy duduk di ranjang, Sho segera mengambil kapas dari tangan Audy lalu membersihkan lukanya, setelah itu dia menepelkan plester luka.
"Sakit?" tanya Sho.
Audy tersenyum menggeleng, "Bukan apa apa, cuma luka kecil,"
"Hati hati ya,"
Audy mengangguk.
"Oh iya mau jalan jalan?" tanya Sho.
"Iya," kata Audy bersemangat.
"Aku siap siap dulu ya," kata Sho lalu pergi ke kamarnya begitu Audy mengangguk.
Setelah siap tiba tiba Asaka menghampiri Audy ke kamarnya, Asaka bertanya tanya dalam hati ketika melihat Audy yang berpakaian rapi, dia memakai baju kaos oversize berwarna putih, rok Korean style berwarna hitam dan sepatu Converse hitam. Rambutnya seperti biasa di ikat dengan ikat rambut pemberian Sho.
"Audy, mau kemana?" tanya Asaka.
"Sho mau ajak saya jalan jalan, Asaka juga ikut?" tanya Audy.
"Saya harus antar Riku dan tunangannya untuk pilih gaun pengantin," kata Asaka.
"Ohh iya tidak apa apa,"
"Tapi Audy jarang kesini jadi saya juga mau ajak Audy jalan jalan,"
"Tidak papa, mungkin lain kali."
"Ada apa,?" tanya Sho begitu keluar dari kamarnya.
"Mama mau ajak Audy jalan, tapi hari ini mama tidak bisa,"
"Saya mengerti, sekarang Asaka sedang sibuk untuk pernikahan Riku, jadi tidak apa apa,"
"Audy jalan sama Sho saja tidak apa apa kan?"
"Iya..."
"Sho ajak Audy jalan jalan ya, ini uang untuk beli makanan," kata Asaka sambil memberikan sejumlah uang pada Audy.
"Tidak usah," kata Audy berusaha menolak.
"Ambil Audy," kata Asaka, "Saya pikir Audy sudah seperti anak saya sendiri."
Audy pun menerima uang itu, "Terimakasih,"
"Iya.. Hati hati ya..." kata Asaka lalu pergi.
__ADS_1
Sho membawa Audy pergi ke Arashiyana, mereka berjalan berdampingan, sesekali saling pandang, tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan, Sho bisa merasakan tangan Audy sedingin es. Kemudian Sho pun mengambil tangan Audy dan berkata,
"Tangan kamu dingin, aku pegang ya," kata Sho lalu memegang tangan Audy.
Audy tersenyum juga menggenggam tangan Sho, mereka benar benar sedang di puncak cinta.
"Ternyata ini rasanya berpegangan tangan dengan orang yang di sukai, berjalan jalan menikmati hari. Sho benar benar yang pertama untuk hampir semua hal dalam hubungan. Aku harap waktu selalu menyenangkan seperti ini." gumam Audy dalam hati.
Sho memberikan ice cream matcha stroberi pada Audy lalu duduk di sebelahnya.
"Makasih.." kata Audy.
"Kamu mau jalan ke mana lagi?" tanya Sho.
"Kemana aja boleh, aku cuma pengen tau gimana itu Jepang, dan sekarang aku udah tau. Makasih ya karena kalian aku bisa dateng ke sini."
"Kamu punya tempat lain yang pengen kamu kunjungi selain Jepang?"
"Banyak banget sebenarnya, aku pengen ke Thailand ketemu aktor favorit ku, ke Korea ketemu Kpop, ke China coba makanan. Ke London biar tau gimana rasanya London. Ahhh pokoknya banyak, aku rasa aku pengen keliling dunia," kata Audy tertawa, "Tapi aku harus kerja keras untuk mewujudkannya dan gak boleh ngerepotin orang lain pastinya."
"Aku juga mau pergi kemanapun kamu pergi,"
"Hahaha," suara Audy tertawa, "Serius kamu? Bisa gombal juga ternyata."
"Kamu lebih suka yang mana, aku gombal atau dingin?"
"Kamu sebenarnya yang mana? Aktif atau dingin? Karena aku suka kamu apa adanya."
"Ini kamu lagi gombal juga ya,"
"Enggak, beneran kok.. Kamu yang apa adanya yang terbaik,"
"Ihhh..." kata Audy berusaha menyembunyikan wajahnya di lengan Sho, "Entar ada yang lihat... Banyak orang tau,"
"Daijoubu," (baik baik saja) kata Sho mengelus rambut Audy.
"Hmmm mau gak foto bareng?"
"Mau kamu post?"
"Enggak, cuma buat kenangan aja kok..."
"Post juga gak papa,"
Audy memukul Sho pelan, "Ntar mama kamu tau gimana,"
"Kita kasih tau aja,"
"Jangan bercanda deh,,"
"Gak aku serius.."
"Udah deh," kata Audy kemudian berpose bersama Sho untuk selfie dengan background pepohonan dan langit biru cerah berawan.
"Bagaimana dengan perjalanan kalian?" tanya Asaka sambil mengambil daging sapi panggang.
"Sangat bagus, menyenangkan." jawab Audy.
__ADS_1
"Sho pasti tidak mengatakan apapun kan, bagaimana bisa menyenangkan," kata Riku.
"Tidak, Sho memberi tau saya banyak hal,"
"Benarkah?" tanya Riku seolah olah tak percaya.
Audy menggangguk, "Bagaimana dengan persiapan pernikahan Riku?" tanya Audy.
"Semua sudah siap, tinggal menunggu hari h saja,"
"Audy kesini," kata Asaka memanggil Audy ke kamarnya.
"Iya," jawab Audy lalu masuk ke kamar Asaka.
Asaka membuka sebuah box yang cukup besar lalu menberikannya pada Audy dan berkata, "Ini untuk Audy."
Audy mengambil box itu lalu melihat gaun di dalamnya. "Untuk saya?"
"Iya silahkan coba saya sendiri yang pilih untuk Audy."
"Terimakasih..." jawab Audy senang. "Saya tidak pernah punya gaun cantik seperti ini, nanti saya pakai di pernikahan Riku,"
"Sama sama, saya senang Audy suka." kata Asaka matanya menyipit karena tersenyum.
Waktu berjalan dengan singkat, hari pernikahan Riku sudah tiba. Audy keluar dari kamarnya saat Sho sedang memasang dasi di depan kamarnya. Audy tampak sangat anggun dengan gaun putih yang di berikan Asaka, sehingga membuat Sho terpesona. Rambut Audy di gerai dan dia menggunakan jepit rambut silver berbentuk bulu burung. Untungnya penampilannya lengkap dengan sepatu hill's putih.
"Sho.." kata Audy seraya berjalan ke arah Sho.
Sho ternganga hingga tak menjawab Audy.
"Sho.." ujar Audy sekali lagi.
"Hah?" tanya Sho terkejut.
Audy membantu Sho memakai dasinya.
"Kamu sangat cantik.." ujar Sho terus menatap Audy.
"Makasih, kamu juga ganteng banget dengan setelan jas." kata Audy
Mereka pun turun setelah itu, Asaka yang sedang menunggu di sofa memandang mereka turun di tangga. Dia tersenyum haru melihat mereka.
"Mereka serasi sekali..." gumam Asaka lalu menghampiri Audy.
"Audy kamu cantik sekali..." kata Asaka lalu memeluk Audy.
"Terimakasih... Saya sangat suka gaun ini."
"Iya, tapi Audy benar benar cantik, benarkan Sho?" tanya Asaka.
"Iya, Audy sangat cantik.." kata Sho sedikit malu malu.
"Terimakasih..." kata Audy senang, "Asaka juga cantik dan Sho sangat tampan,"
"Terimakasih..." kata Asaka sambil mengelus rambut Audy.
Asaka tersenyum lalu melihat jam tangannya, itu adalah jam tangan Cartier yang harganya puluhan juta. "Karena semua sudah siap ayo kita berangkat sekarang," kata Asaka.
__ADS_1
Audy dan Sho mengangguk lalu menyusul Asaka naik ke mobil SUV yang sudah parkir di depan.