Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pertemuan Pertemanan Pertama


__ADS_3

Namaku Rendi Andre Purnama aku lebih sering dipanggil dengan Rendi atau Re, tempat tinggal di Jakarta selatan, orang tuaku mempunyai usaha kecil dibidang makanan tapi mereka tidak tinggal satu rumah bersamaku, berbeda rumah karena mereka mempunyai perkerjaan yang berbeda, yang penting bisa menghidupkan dan membesarkan ku di Jakarta.


Aku di kenal anak paling nakal dari pada anak-anak lainya, namanya juga masih anak anak, karena waktu sekolah dasar aku tidak naik kelas, tapi bukan karena aku sering bolos sekolah, tetapi itu semua karena aku sering pindah sekolah.


Aku memilih hidup bersama nenekku di kampung, tempatnya di daerah kabupaten Lamongan, karena aku punya rasa simpati kepada nenekku yang sendirian disana dan ahirnya aku pindah deh kekampung, awalnya ibuku menolak aku pindah kekampung namun ibuku berubah fikiran dan benar benar membiarkan aku tinggal bersama neneku, terpaksa aku ulang dari kelas satu lagi.


Disini aku mau cerita tentang gadis cantik,


yang tinggal di kampungku, namanya Putry.



Dia sahabatku waktu kecil, Putry itu gadis baik yang selalu temani aku disaat sedih dan senang, dan umur kita hanya berbeda 3 bulan dari umurku, Putry masih satu darah denganku, (bisa dibilang saudara jauh), kita satu buyut, haha lucu juga sih bisa suka sama saudara sendiri tapi mau bagaimana lagi sama sama suka, (cinta tuh seperti coklat, siapa suka dia dapat) siapa yang tak suka dengan gadis manis seperti Putry.


...(20-02-2002)...


Dihari yang cerah Putry sedang belajar mengendarai sepedah dan tiba-tiba Putry terjatuh dari sepedah (wajar lah masih belajar) namun aku selalu melihat Putry dan menyemangatinya untuk bisa berkendara dengan sepedahnya,


“GUBRAK!!” bunyi Putry jatuh dari sepedahnya,


aku yang melihatnya langsung menghampiri Putry


“kamu gak apa apa kan Put ?” kataku sambil mengendong Putry ketepi jalan,


Putry yang tak menjawab dan menangis,


“jangan sedih gitu nanti cantiknya luntur loh” kata ku sambil mengelus kepala Putry


“Tapi sakit Ren” kata Putry sambil menangis, “dimana yang sakit?” kataku yang penasaran


yang ini” kata Putry yang masih mewek sambil menunjukan luka yang ada dilutut,

__ADS_1


“sini aku obati luka kamu” menyembuhkan memberi Plaster diluka Putry,


“Tapi masih sakit ren !!” keluh Putry kepadaku aku pun mencium luka putry dan berkata “kata nenek luka itu bisa di sembuhkan dengan ciuman”


Putry pun terdiam sejenak dan menatapku dengan malu malu tikus.


“Loh bener loh gak sakit lagi” kata Putry sambil senyum malu-malu,


aku menjadi sahabatnya, aku pun merasa senang dan Putry pun merasa nyaman denganku kita Bermain bersama sama.


...🕰ΩΩ(21-02-2002)ΩΩ🕰...


Keesokan harinya,


disore hari di tengah tengah sawah ada pohon ceri yang hidup disana aku sedang melamun sendirian karena memikirkan keluargaku di jakarta,


dan tiba-tiba ada yang datang dan berteriak


“aku lagi Ngepel lantai put” lawakku bercanda dengan Putry,


“mana ada lantai diatas pohon Ren, kalo monyet ada diatas pohon” Teriak Putry dari bawah pohon,


“bercanda Put, aku cuma buat tanda agar Pohon ini gak di tebang” kataku sambil mengukir nama Putry


“pasti di tebang lah, itu Pohon bukan milik kamu tau” kata Putry sambil melempar batu kecil kearahku,


“bila dewasa nanti kita bisa inget bahwa kita pernah duduk berdua disini” gombalan mautku membuat Putry mual dan Terdiam sejenak.


Tiga menit kemudian Putry bertanya lagi


“kamu mau kemana saat dewasa nanti?” tanya Putry

__ADS_1


“aku mau punya Cave sendiri, kalo kamu mau ngapain pas dewasa nanti?” tanya balikku kepada Putry


“aku mau kesana” Putry menunjuk kan tempat mata air desa,


“disana kan cuma mata air desa” kataku sambil turun dari pohon dan mendekati Putry


“ya karena itu aku masih kecil gak di bolehkan kesana, kata ibu boleh kesana sih tapi kalo sudah dewasa” kata Putry yang cemberut itu membembuat ku ikut mejadi sedih juga sedikit fikir ku untuk menghiburnya


“aku janji kita kesana kalo sudah dewasa nanti” jawabku dengan janji


“kamu janji ya gak bohong kan” kata putry sambil menatapku,


“Tapi Put, aku kan gak selamanya ada disini aku ikut ayahku ke Jakarta nanti” kataku yang sedikit menolak ajaknya


“Kamu itu gimna sih kan kamu yang ajak” kata Putry cemberut dan berpaling muka kepadaku,


“Aku janji suatu saat aku datang dan membawamu kesana kamu janji juga menunggu aku ya” bujuk ku merayu Putry


“ya aku pasti menunggu kamu kok disini, aku yakin kamu kan datang” kata Putry sambil tersenyum manis.


Saat itu aku makin gak bisa lupain wajah Putry yang cemberut lucu saat ngabek dan selalu terbayang banyang, saatku memandang mata air dan melamun tiba-tiba putry mencium pipi ku dan membuatku sadar dari lamunanku,


“kok di cium?” kaget ku sambil menghindari Putry


“kamu kan mau pergi kejakarta aku tau pasti kamu sedih dan kesepian disana makanya aku menciummu kan kamu lagi sedih biar hati kamu bahagia” jawab Putry


hatiku meledak dag ding dug jeder! kencang yang gak pernah aku rasain sebelumnya,


nah seperti itu momenya, waktu pertama kali aku menjadi sahabat Putry, ini terahir Sebelum pindah keJakarta aku Menitipkan pesan dipohon ceri yang ada ditegah tengah sawah itu, Aku Mengukir nama (Rendi Love Putry) di atas pohon itu,tentunya Putry gak bisa lihat donk karena dia gak bisa memanjat pohon tapi aku berjanji denganya untuk membawanya kesuatu tempat setelah dewasa nanti, Ya gak beda jauh dengan MY Heart kita satu genre bos, namanya kanak kanak gak ada fikiran negative, kan belum dewasa.


Ahirnya aku pergi ke Jakarta lalu berdoa agar selamat sampai tujuan, tetapi aku malah brandal di Jakarta, cerita ini sengaja aku fokuskan kepada Putry, karena banyak cerita lagi disekolah dasar saat aku Jakarta.

__ADS_1


Rendi 🕰(23-02-2002)🕰


__ADS_2