Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Menjadi Seorang Pangeran bagian 2


__ADS_3

Dan hujan pun Menumbangkan sebuah Pohon Pisang yang ada disana, karena hujan begitu deras dan berkabut, kita tak bisa mellihat yang ada di sekitar kita, hanya suara angin dan suara Rintik rintik hujan yang bisaku dengar.


"KRAK BRAK BRAK!! Ren kau dengar suara gak?" kata Ferzan yang sayup sayup mendengar retakan Pohon


"memangnya kau dengar apa Zan" jawabku dan tiba-tiba


"BRAAAK!!" batang Pohon Pisang menimpa kita bertiga, dan kita pun terpental kearah jurang yang di bawahnya ada sungai yang mengalir sangat deras dan Putry berhasil mengapai akar Pohon yang ada didekat jurang itu, aku mengapai tangan kanan Putry, dan Ferzan yang jatuh pertama mengapai kakiku kita pun bergelantunggan seperti monyet yang ada dikebun binatang.


"Ren !! kamu gak papa kan" kata Putry yang melihat kebawah kearahku "jangan Bercanda Put ini lagi panik" jawab Fezan yang ketakutan dibawah sambil memeluk kakiku "Putry kumohon bertahan sejenak ya" kataku yang menyuruh untuk tenang,


"Tapi aku udah gak tahan Ren" jawab Putry


"Tunggu dong ya aku naik kebadan kamu biar kamu nyaman ya, pliz bertahan"pintaku sambil menaiki badan Putry.


Aku pun berhasil meraih badan Putry dan mencoba naik dan mengapai Ranting Pohon,


"Ya ampun plis ya, kalian jangan drama dulu disini nanti jatuh nih "jawab Ferzan yang ketakutan


"Ren aku gak kuat Ren aaaaah" jawab putry yang tak tahan dan ahirnya Terjatuh juga kesungai itu.


"AAAAA !!! JEBUR !!!" Teriakkan kita bertiga yang Terjatuhlah kita kesungai bersama sama,

__ADS_1


“kalian gak papakan?” teriakku sambil memeluk Putry dan Ferzan


“gak papa Ren, Putry gimna?” jawab Ferzan “aku gak papa kok,” jawab Putry


"bagaimana ini ?? aku gak bisa lihat apa apa Ren?" kata Putry yang terhanyut


"gak papa kita berenang ketepian bersama sama" kataku yang berpendapat


"pegang tanganku Put sembelum kita jauh"


Teriaku yang terhanyut dan mencoba mengapai sesuatu yang ada di pinggir sungai, karena aku tak bisa melihat karena hujan yang deras dan berkabut, dan terhanyut dalam derasnya arus sungai,


“kita pengangan tangan terus, biar gak terpisah” teriak Ferzan yang ketakutan,


“tapi arusnya semakin kencang nih gimana?” kata Putry sambil panik


“percaya ajah Put ikuti arus ajah pasti nyangkut di pingir sungai kok” kataku yang menenagkan hati mereka,


Ahirnya nyangkut di tepi sungai Ferzan berhasil naik dari derasnya air sungai dan menarik tangan tanganku,


saat menaarik tangan putry tiba tiba kakiku dililit ular sawah dan membuatku kaget hinga melepaskan tangan Putry

__ADS_1


“Rendi,,, Tolong!!!” Putry terhanyut karena kesalahanku


“Rendi kenapa kamu lepasin tangan mu?” kata Ferzan yang memarahiku,


ku hiraukan ferzan dan berpikir untuk menyelamatkan Putry Kembali,


“bertahan Put!!" Kata ku sambil berlari mengikuti arus sungai


“Zan jangan Terpisah mengerti?berlari mengikuti arus” kataku yang lagi paniknya.


Dan mencoba mencari akal supaya bisa selamatnya si Putry kembali, dengan inisiatifnya Ferzan mengambil, Ranting kayu yang besar Dan panjang, Ferzan berlari kencang membalapku yang sejajar dengan Putry, dan Ferzan membuat palang dengan Kayu tersebut agar bisa Raih oleh Putry disungai Akal Ferzsan berhasil Putry tersangkut dan ahirnya putry selamat


Tak sadar kita kesasar di hutan tidak tau letaknya dimana? Putry yang sudah lemas ahirnya Pingsan,


kebetulan disana ada goa kecil dan Mereka bertiga berteduh di goa dekat sungai itu,mencoba mencari bantuan,


Namun mau cari kemana hari sudah gelap dan terpaksa menginap goa di tempat letaknya putry berbaring,


ini sudah nasip ku di Guyur hujan, Terjang badai terbawa arus sungai hinga orang yang ku sayang menjadi korban bencana,


fikiranku hanya Bagaimana caranya mencari jalan keluar, bagaimana bisa selamat, aku melihat Sinar didalam goa itu dan aku menemukan sebuah batu besar berukuran bola sepak, dan batu itu aneh bersinar redup berwarna biru, aku belum pernah melihat batu seperti itu, sebenarnya aku tak niat ambil Tapi saat ku sentuh batu itu aku merasa hangat, dan niat ku berganti membawa putry

__ADS_1


kusandarkan didekat batu itu Dan kita meneduh di goa dan menunggu pertolongan yang datang


karena hujan belum Reda Pastinya kita akan bermalam digoa ini,


__ADS_2