
(Sedikit Informasi Rja ini kakak kelasnya Putry beda satu tingkatan, sedangkan si Rendi adik kelasnya si putry, tetapi umurnya Rendi tetap sama dengan Putry, hanya berbeda 3 bulan dari Putry)
...🕰ΩΩ(06-04-2003)ΩΩ🕰...
Cerita berlanjut di suatu hari si Putry dan Rendi sedang berlibur dihari sekolahnya, Putry sedang disuruh ibunya untuk membeli sesuatu di pasar, pasar kami agak jauh dari peerdesaan pasar yang terkenal luas di kalangan penduduk dan pastinya ramai dikunjungi warga desa, karena ramai di kunjungi warga kita pun harus berdesak desakan untuk mendapatkan barang atau makanan yang kita inginkan.
Tak lumput juga kita harus menjaga barang bawaan kita, agar tidak terjatuh ditangan orang yang salah, dan benar saja saat aku dan Putry sedang berbelanja tak lama ada seseorang yang dompetnya terjatuh, aku sempat lari dan mengambil dompet itu namun Tiba-tiba.
“berikan dompet itu nak!!” kata Preman yang badanya besar dan bertato yang mengulurkan tanganya kearahku “TIDAK !! ini bukan hak mu!” kataku yang menoalak untuk diambil dompetnya,
“memangnya kamu tau siapa pemiliknya hah??” kata preman itu dengan cepat merampas dompetku,
“aku lihat orang itu, itu orangnya di belakangmu” jawabku sambil menunjuk kebelakang dan cepat cepat melarikan diri dari preman itu,
“sialan bocah nakal” kata preman itu sambil mengejarku yang lari, aku berlari dan bersembunyi ditokoh daging dengan yakin bahwa dia tak menemukan ku disini
“Hey! kakek tua apa kamu liat anak kecil berjaket ungu ke sini tadi??” tanya preman itu kepada kakek penjual Daging,
“aku tak lihat, gak ada di sini” jawab penjual daging kepreman itu,
“jagan bohong anak kecil tadi maling dompet” kata preman itu berbohong kepada penjual Daging
“apa?? Ini orangnya ngumpet di belakang” Kata penjual Daging yang memberitauku yang bersembunyi, mendengar dia akan ke tempatku, aku panik dan berteriak,
“bohong dia yang mau abil dompet dasar copet” kataku sambil berteriak dan lari menjauh dari preman itu,
“ahh ahahha kena kau mau sembunyi kemana anak nakal” kata preman itu yang mengejarku dibelakang,
__ADS_1
“sini, kalo mau, abil sendiri” kataku berlari menggocek preman itu ke tempat yang luas
“sini kau!! kembalikan dompetnya” kata preman itu yang mau menangkapku
“tidak akan!!” kataku sambil mengoceknya.
Aku yang Berhasil kabur dari kerjaran preman berlari dan bersembunyi ditempat parkir motor, saatku bersembunyi tiba-tiba datang teman penyelamatku Ferzan, Ferzan sedang di tempat parkir mau beli sesuatu dipasar tersebut, auto aku panggil dengan berbisik kepadanya.
“zan bantu aku tolong Pliz” mohonku kepadanya.
“hay Ren ngapain kamu disana” jawab Ferzan yang belum Faham tentang ku yang panik,
“ada preman mau nodong aku, itu orangnya cepat bawa aku lari” kataku sambil menghampirinya dan menaiki motornya,
“tapi kan aku harus belanja” jawab Ferzan yang bingung,
“baiklah,kamu pake jaketku dan helem agar tidak ketahuan” jawab Ferzan sambil menyuruhku
(Padahal dia gak bawa helem -_-)
“kita ke Pintu gerbang belakang saja biar aman” jawabku yang menyuruh Ferzan untuk lekas Pergi dari tempat parkir,
“kau mau kemana bocah” preman itu menemukanku, dan menghadang motor Ferzan agar tak bisa keluar,
“yah ketahuan Ren” kata Ferzan yang pasrah
“sini kalo berani tangkap aku” kataku sambil turun dari motor Ferzan dan mendorong preman hinga jatuh terkena tong sampah.
__ADS_1
Dan preman itu mengejarku lagi, ahirnya Ferzan berhasil mengeluarkan motornya dan melaju motornya menjemputku yang berlalri dikejar preman, dan kita berdua kearah Pintu belakang pasar.
...🕰ΩΩ(di belakang pintu pasar)ΩΩ🕰...
Perman itu tertinggal jauh dan mencari kami berdua, kita beristirahat sejenak dan membicarakan masalahnya.
“memangnya bagaimana, kamu bisa di kejar orang itu” tanya Ferzan yang kepo,
“itu karena dompet ini zan” jawabku sambil menunjukan dompet itu,
“oh coba lihat siapa pemiliknya, lebih baik kita cepat cari orangnya” kata Ferzan yang menyampaikan pendapatnya terhadap dompet itu,
“iya benar juga sih, namanya pak Supriadi” kataku sambil membuka dompet itu dan membaca nama KTP yang di Dompetnya,
“ehh,itu kan ayah ku, Kenapa kau panggil ayah ku” kata Bintang anak kecil seumurku yang sedang duduk menunggu seseorang
“Benarkah? tunggu, aku masih gak percaya” Jawabku yang tak percaya jika itu, adalah yang sama dalam Dompet,
“Mmmm, begini, apaakah dia lahir tangal 7 Desember” kata bintang sambil mendekatiku
“ah iya benar berarti ini milik ayahmu” jawab Ferzan dengan penuh percaya itu milik ayahnya
“tadi benda ini terjatuh di tengah kerumunan dan aku ingin kembalikan kepadanya” jawabku yang takut karena takut di tuduh mencuri, aku pun mendekatinya dan memberi dompetnya itu,
“wah terimakasih,,, lalu dimana ayahku ??” jawab Bintang dan bertanya dimana ayahnya
“aku tak tau kemungkinan besar dia masih ada dipasar” jawabkku
__ADS_1
Saat Asik berbincang bincang tiba-tiba datang preman itu -_-