
Aku tak bisa bergerak, para preman itu lebih badanya lebih besar dan kalah jauh dariku, pastinya aku tal bisa memghindar dari Rasyah, dan Pisau itu mengenai perutku hinga sobeklah bajuku dan sedikit sakit, terkena kulit perutku hingga berdarah, kerusuhan terjadi dan dilihat banyak orang di sana, Pastinya aku dipukuli babak belur oleh mereka.
"Stop !! dia bukan pembunuh, dia Kesini hanya menjemputku" kata Putry sambil menangis menghampiriku,
"apa apaan ini kalian menghukum orang sembarangan!!" teriak Refa yang tiba-tiba datang ketempat pesta ini, dan menghampiriku,
"ada saksi mata, meliahat dia membunuh!! kenapa?, itu lebih dari bukti nyata" kata kelompok gang.
"BERHENTI !" teriak Bintang yang menarikku dan Menjulurkan samurai dihadapkan ke anak lainya,
"temanku sedang kesana untuk memeriksa, bahwa Dika belum meninggal!!" kata Bintang menuju Beno,
"apa apaan mas!! bukanya kamu mau bantu aku tadi" kata Beno,
"siapa kamu? kenal aku kah?" kata Bintang yang menjulurkan samurai kearah Beno,
"tapi Tadi kita sudah sepakat dengan preman barusan mau bunuh ini orang kan" jawab Beno yang ketakutan dengan prilaku Bintang.
Tiba-Tiba datang preman tersebut dengan andika yang basah kuyub karena tejebur.
"Bos Bintang Aku datang Bareng anak yang kamu cari Bos!" kata preman teman Bintang yang membawa andika,
"Dika!! Loh dia ketemu? KOK Bersama preman itu?" kata Beno kepada Andika,
__ADS_1
"kan aku sudah bilang temanku sedang kesana, orang itu kan yang kau maksut telah meninggal?" tanya Bintang kepada beno,
"Ahh menganggu saja kamu akan ku bunuh kamu" kata Beno dan langsung merebut pisau Rasyah dan ingin menusuk Bintang, namun preman menghalangi tusukan Beno dengan memukul badan Beno hingga terjatuh.
"bagus temenku" kata Bintang dan menindih badan Beno, "kamu siapanya Preman itu? Kenapa gak menurutiku?" tanya Beno yang kesakitan, "kita belom kenal ya beno? Namaku Bintang angkara dan perman preman itu adalah Bodyguardku,
“lah kamu kan yang ngalahin semua preman di pasarku waktu itu kan" jawab Beno,
“betul tuh lebih tepatnya dengan anak itu” kata bintang sambil mengikat Beno.
Rasyah mengambil tongkat yang ada dipojok ruangan dan ingin memukul Bintang, Reva menepis tangan Rasyah, yang ingin memukul Bintang dan menggengam erat tangan Rasyah, "Lepasin tanganku!" pinta Rasyah dan meronta kesakitan, "kamu mau ngapain, dia itu teman ku" kata Refa "iya betul dia juga orang baik pernah berkerja denganku, lebih baik kau akuin saja kalau kau salah" kata Refi dan mengikat Rasyah, "ngaku apa lagi?" tanya Beno kepada Bintang,
"ini punyamu kan?" tanya Refi meleparkan surat ancaman Beno, yang dilempar kekaca ku tadi, "kalian ini masih ajah bohong!!" tanya Refi kepada andika, "aku hanya ikuti perintah Beno saja" kata Andika yang sudah di ikat tanganya, "sama, jadi kita hanya nurutin dia" jawab Rasyah, "emg kalian berdua siapanya Beno?" tanya Refa kepada Andika dan Rasyah,
Mendengar kegaduhan Kepala gang motor pun datang menghapiri keributan tersebut, "Padahal aku gak kenal tapi malah bikin rusuh disini, bubar saja kalian semua, menghanjurkan pesta sajah" kata kepala gang dan mengambil botol minuman dan di pecahka didepan kami semua.
"Prank!!" suara Botol yang dipecah kan Kepala gang,
"maaf mas, kita nagkap maling perempuan dan menyiksa disini" kata Bintang yang menyapa kepala gang itu,
"wah, kamu Bintang kan, Maaf nih jadi rusuh keadaan desa kami" kata kepala gank
"kalo gitu beresin lah ini, maaling ini gak bisa dibiarin" kata Bintang yang melemparkan surat Beno kepada kepala gank
__ADS_1
"memang dia maling apa?" tanya kepala gang, "baca saja Surat itu" jawab Bintang
"oh jadi bocah yang boyok itu korbanya, dan cewe itu ya!" kata kepala gank,
"Tidak, bu bu bukan tidak, dia pacarku, bener dah, Putry memang pacarku ada bukti aku pacaran denganya,
"kamu bercanda, atau gimana? dia pacaran udah 3 tahun" kata Refi "udah pelakor pelakor ajah lah" kata Refa yang menampari Beno, "gimana mas jadinya?" tanya Bintang kepada kepala gank "wah dia yang di kabarin bunuh RJa itu? Rendi Rendi itu?" tanya kepala gank, "iya benar, itu aku" jawabku kepada kepala gank.
"wah maaf kalo gitu kita serahkan pada Putry yang nentuin ya" jawab pendapat kepala gank,
"aku pilih Rendi, Beno udah maksa aku datang dan aku juga di suruh minum itu?" jawab Putry sambil menunjukan botol alkohol,
"berarti yang salah anak ini, bukan Rendi ya, Maafin kami semua ya Rendi" jawab kepala gank "kalian berdua boleh pulang duluan kita yang akan Urus orang ini ke polisi" kata kepala gank sambil menarik paksa Beno seperti Kerbau,
"baiklah kita pulang dulu ya kawan kawan" sapa ku kepada mereka dan pulang bersama Putry,
"sampai ketemu lagi Romeo Juliet" balik sapa Bintang, "lain kali hati hati ya kawan" kata Refi,
"terimakasih ya teman teman" balasku dan pergi meninggalkan mereka.
aku dan Putry pulang dan terbebas dari ancaman Beno dan meninggalkan area, yang lain menikmati pesta Kembali dengan meriahnya, Beno yang jahat di bawa keliling desa dan di laporkan ke polisi di desaku.
...TAMAT :P...
__ADS_1