
Mereka sedikit percaya tentang Batu itu, tetap saja aku anggap itu keberuntungan saja, tak mungkin terjadi apa apa, iya karena aku tak percaya akan adanya keajaiban, hari sekolah pun tiba aku satu sekolah dengan Putry dan pastinya berbeda aku kelas, berbeda satu tingkatan dengan Putry, Putry pun senang aku sekolah denganku walaupun aku berbeda kelas dibawahnya.
...🕰ΩΩ🕰(01-04-2003)🕰ΩΩ🕰...
Aku bertemu teman baru disana, ada teman yang baik dan buruk juga, tetapi disana aku merasa kesal banyak sekali yang menggoda Putry, pengganggu disekolah, contohnya seperti menyembunyikan tas dan buku, melempar tas seperti kucing kucingan, dan mencoret coret baju, merobek buku, dan Putry menjadi korbanya, bagaimana tidak kesal, diriku melihat orang yang ku sayang di permalukan atau di bully seperti itu, Putry orang yang baik dan Lemah kenapa harus Putry di perlakukan seperti itu.
“Haha, tangkap ini!, kamu gak akan bisa ambil” kata RJA sambil merampas tas Putry melihat kejadian itu aku benar benar kesal dan memicuh emosiku untuk keluar.
“hey kamu yang disana balikin tas Putry” kataku yang emosi dan berlaga sok keren dihadapan Putry
“kamu siapa hah? beraninya nyuruh aku!!” jawab RJA yang menantangku
“dari pada kamu beraninya sama cewe” jawabku membela Putry,
“sini kamu kalo berani” kata RJA sambil menuju kepadaku,
“Ren!! Sudah lah jagan berantem” kata Putry sambil menghadang ku untuk berkelahi
“aku gak mau lah kamu di gituin sama dia Put” kataku yang kesal karena di hadang Putry,
“aku tunggu pulang nanti” kata RJA sambil melempar tasnya ke muka Putry,
“kamu pikir aku takut dasar gak punya sopan santun” kataku berteriak hingga anak anak di sekitar melihat kearahku
“lihat nanti ya, gak akan ku beri pulang ke rumah kamu” ancam RJA kepadaku.
...🕰ΩΩ( pulang sekolah tiba )ΩΩ🕰...
Dalam perjalanan pulang sekolah di jembatan depan sekolah Rendi, Ferzan, Putry pulang bersama dan bertemu dengan RJA yang berwajah kesal, seram menantikan kedatangan ku,
__ADS_1
“ini dia yang ku tunggu tunggu” kata Rja dengan muka senang,
“aku gak takut sama kamu” kataku sambil melotot kearahnya
“dua lawan satu pun aku gak takut” kata RJA yang angkuh,
“hah! yakin kau mau lawan dua orang sekaligus, jangan sok jagoan kamu ya” kata Ferzan yang ikut kesal melihat tingah laku Rja,
“yok Zan, kita beri dia pelajaran” jawabku karena yakin akan mudah melawan dia yang sendirian,
“oke Ren, kita kerjain dia” jawab Ferzan yang sudah geram ingin bertengkar,
( jangan di tiru ya adek-adek sebab berbahaya dan perbuatan gak baik ) 😑
“mati kau bajingan” kata RJA dan memukul pipi Rendi,
Rendi pun menghindar pukulan RJA dengan menunduk hingga pukulan RJA meleset,
"BRUK !!"suara pukulan Ferzan “awas encok tuh punggung” kata Ferzan dan melihat RJA sudah mulai lemas karena pukulan Ferzan.
Dengan seluruh kemampuannya RJA mencoba memukul balik Ferzan namun Ferzan menahanya, pukulan Rja tak begitu terasa sakit, karena RJA sudah melemah,
dan ini giliran aku yang membalasnya, aku memukul kepala belakang Rja dengan seluruh tenagaku.
“awas pusing tujuh keliling” kataku karena geram melihatnya yang selalu usil di sekolah,
“brengsek main keroyok” kata RJA sambil menjauh dari mereka berdua.
“Kok mundur, tadi nantangin dua lawan satu” kata Ferzan, sambil tertawa kecil,
__ADS_1
“hey kau lupa sesuatu nih?” kata Putry sambil megangkat Topi yang Tertulis nama Rja didalam Topinya,
“tolong balikin” kata RJA sambil mengejar Putry,
“Topinya bukan sama aku, wlek” kata Putry sambil melempar topi ke kearah Ferzan, RJA mengejarnya tapi,
“eh, Topinya di sini, woy” kata Ferzan sambil meledek RJA, dan memberikan Topi itu kepadaku, dan RJA mengejarku,
Ada sekitar 30 menit buat main kucing kucingan dan tampa sadar Rja sampai di depan rumah si Putry Rja harus pulang lebih jauh dua kali lipat dari biasanya.
Sebenarnya aku kasihan dengan RJA, namun menurutku itu balasan yang baik untuknya karena sudah usil disekolah, aku yakin dia kapok dan tak akan mengulangi perbuatanya lagi.
...🕰ΩΩ(02-04-2003)ΩΩ🕰...
...🕰ΩΩ(Keesokan harinya)ΩΩ🕰...
Disekolah, latar tempanya di kelasku, baru saja selesai jam pelajarannya dan jam istirahat pun tiba, RJA masuk kelas dan menghampiri ku.
“Hai anak baru!!” kata RJA yang menghampiriku dikelas,
“ada apa anak lama” Jawabku yang berfikir, mungkin RJA akan meminta maaf tentang masalah kemarin, ternyata salah tebakanku.
“Kemarin kamu ngerjain aku sekarang giliran balasanku” jawab dia dengan sok jagoan di depan anak anak,
“boleh saja, tapi jangan Putry lagi yang kau bully” pintaku dengan harap dia tak menggoda Putry lagi,
“dasar angkuh !!” kata Rja dengan cepat menamparku, hingga ku telat menghindar,
“ehhh kau belum kapok kah ku kerjain kemarin” kataku berdiri dihadapanya sambil memegang pipiku yang ditampar “mimpi apa kemarin aku di kerjain sama anak baru” jawab Rja sambil memukul perut ku, aku Pun terjatuh dan terbentur kursi hinga kursi kelas berantakan olehku,
__ADS_1
“kali ini aku kasih ampun tapi besok lebih parah dari ini kau ingat itu” kata RJA dengan kakinya dibadanku, yang membuatku tak bisa berdiri untuk melawanya.
Setelah itu RJA pun pergi dan membiarkanku yang tergeletak lemah dihadapanya, dan pada ahirnya aku selalu di jahilin disekolahku, aku tak pernah dendam denganya aku akan terima nasip ku dibully setiap hari, asalkan jangan Putry korbannya.