Love Diary Rendi

Love Diary Rendi
Pangeran Berdarah Dingin Bagian 6


__ADS_3

“ya ampun Ren tapi kan Rja orangnya begitu kan gimana nasip Putry nantinya??” kata Ferzan yang peduli terhadap Putry,


“aku tau itu kok, kalo dia macam macam dengan Putry, baru kita gak akan diam saja, untuk habisin dia, sampai titik darah penghabisan” kataku yang menghibur hati Ferzan yang kesal,


“berasa kaya di jajah belanda kamu ya? tapi ya sudahlah, yang sabar ya Ren” kata Ferzan yang pasrah terhadapku,


 “oh iya sebentar lagi aku ulang tahun, mau datang kan kerumahku buat merayakan pesta” kataku yang mengajak Ferzan ke ualng tahunku nanti,


“baiklah, terimakasih undanganya ya Ren” katanya sambil berjalan ke arah rumah,


“tidak kok, aku yang berterimakasih, udah jadi teman baikku” kataku sambil cemberut, dengan muka melasku,


“Padahal kamu cocok loh pacaran sama Putry, dari pada Putry sama Rja” kata Ferzan yang berpendapat tentang hubungan Putry dan RJA,


“hahah dah ya, dia kan bukan jodohku” kataku sambil tertawa bohong,


“gimna rasanya? Pasti sakit yaa” kata Ferzan

__ADS_1


“Rendi, gak akan sakit hati karena wanita” kataku yang Angkuh sambil tersenyum.


...🕰ΩΩ(08-09-2004)ΩΩ🕰...


Hari sabtu, semakin hari, semakin sunyi dan aku pun gak ada kerjaan dirumahku, akhirnya aku membantu nenek, dihari liburku, tetap saja aku seperti sudah kehilangan semangat karena Putry, selesai membantu nenekku pun berbincang kepada nenek tentang kakekku, dan ternyata kakekku adalah kakek yang hebat di desa, siapa yang tak tau Dhanestha, orang yang paling berwibawa dalam sesuatu hal, suka menolong dan tak kenal lelah dalam berkerja.


kata neneku, kakekku itu sering membantu warga, dan sering menolong sesama manusia, paling rajin dan ultet (telaten) semua orang menyukai kakekku, bahkan burung dan hewan Sepeti krabat dekatnya sediri.


Aku pun lanjut membantu nenekku disawah, diriku masih melamun tentang kejadian yang seharusnya tidak pernah dia lakuin dia sudah menyesal tidak mengungkapkan isi hati kepada Putry,


( tak bisa move on -_- )


“hati hati Ren banyak seranga pakai jaket kamu” jawab nenekku sambil menyuruhku memakai jaket padahal disawah itu panasnya minta ampun, aku pun berjalan menuju gubuk disawah sebelah, aku pun duduk di gubuk tua,


“kenapa sih, aku gak bisa ngomong kepada Putry, aku suka sama Putry?” kataku yang masih belum iklas karena Putry dimiliki orang lain,


tiba-tiba seekor anjing datang menghampiri Rendi,

__ADS_1


“eh guguk, apakah kamu tau perasaanku, aku kan lagi gak punya makanan, kenapa kamu datang kepadaku?” kataku yang berbicara kepada anjing itu, anjing itu Menyorong Badannya ke arah Rendi, dan si anjing itu melingkar dan tertidur tepat di samping Rendi.


“AAAAAAAAAHHHHH!! Putry aku sayang kamu” kataku yang kesal,


dan aku melempar sedalku, mengenai sebuah lonceng pengusir burung yang ada tengah sawah, ternyata ada sarang lebah, yang tingal di lonceng tersebut, dan ahirnya Rendi pun di sentup para lebah yang tingal di lonceng itu, anjing pun terbangun dan menggonggong keras, sampai terdengar ke nenek Rendi, yang ada di sawah sebelah.


“ahhhh!!” teriakku sambil menutupi badan dan mukaku dengan jaket,


“ya ampun cucu nenek!!” kata nenekku yang mendekatiku karena khawatir,


“lebahnya nek, aku takut” kataku yang menangis dan wajah yang bentol bentol,


“sudah gak apa apa itu hanya lebah kecil” kata neneku sambil memelukku,


“tapi sakit nek” kataku yang merenggek manja kepada nenekku,


“nanti kita obati di rumah sekarang kita pulang hari sudah malam” kata nenek ku yang menghiburku,

__ADS_1


Aku pun pulang, dalam perjalanan pulang dengan wajah yang bentol, dan dijalan aku bertemu Ferzan, dan di ejek oleh Ferzan, sungguh apanya hari ini.


(-_-)


__ADS_2