
keesokan harinya
...🕰ΩΩ(10-05-2004)ΩΩ🕰...
Seperti pada umumnya, perayaan yang gak diduga dengan teman teman di sekolahku, peraayaan kecil seperti melempar tepung dan telur ke kepalaku, hingga bajuku kotor oleh tepung itu, hal itu membuat aku merasa bahwa semua perduli denganku, dan aku pun merasa sudah tidak kesepian lagi, karena sudah banyak teman di sekelilingku yang perduli padaku, bukan hanya Putry dan Ferzan termasuk yang baca novelku ini juga termasuk teman baiku :).
...🕰ΩΩ(17-05-2004)ΩΩ🕰...
Seminggu setelah hari ulang tahunku, Ibuku pun sudah mau pulang ke jakarta, dan pamit menghampiri ibu Putry, karena dia adalah adik dari ibuku, namanya juga saudara harus tetap menjaga silaturahmi terhadap manusia lainya,
“Asallamuallaikum” kata ibuku yang bertamu ke Rumah ibu Putry
“waallaikumsallam,, eh kaka kapan kamu datang kesini? ”tanya ibu Putry yang membuka pintu,
“wah sudah hampir seminggu ini, karena anakku ulang tahun saja aku sematkan untuk datang” jawab ibuku yang berjalan keruang tamu,
“eh dimana ? anak kakak?”jawab ibu Putry, sambil membersilahkan duduk yang ingin di duduki ibuku.
“dia melamun dibelakang entah dia sepertinya lagi sedih sekali, tapi mau diapain?” jawab ibuku sambil duduk dikursi tamu dan memulai bergosip sedikit,
“mungkin dia merindukan tante kali, soalnya dia gak pernah cerita sama Putry” jawab Putry sambil Sungkem tangan ibuku.
“kamu sudah begitu akrap ya Put? ibu saja tak akrap, sampai lupa anak sendiri” jawab ibu Putry sambil mengelus kepala Putry.
“iya gak papa kok aku juga khawatir soal kalian takut ngerepotin kalian soal Rendi” kata ibuku,
“ahhhh, tak masalah kak, namanya juga anak anak, masih wajar bermain kan belum dewasa” kata ibu Putry sambil duduk dihadapan ibuku,
“aku ingin titip Rendi ya, besok aku ingin ke Jakarta lagi” kata ibuku sambil tersenyum kecil.
“Apakah Rendi mau ikut tante ke Jakarta” tanya Putry dengan muka cemberut sedih,
__ADS_1
“kemungkinan iya nak” jawab ibuku yang berbohong aku akan ikut kejakarta.
Putry Langsung Pergi meningalkan mereka berdua dan berlari mencari Rendi.
“kamu mau kemana Put !!” Teriak ibu Putry “mau main sama Ferzan!!” Teriak Putry dari kejauhan.
“sepertinya anak kamu bersemangat sekali, padahal aku bohong bahwa Rendi ikut?” tanya ibuku melihat reaksi Putry Pergi,
“ah iya mungkin karena Putry dan Rendi kan teman lama” jawab ibu Putry.
“Soal Batu yang di pajang di depan rumah itu kan? Mirip dengan Batu milik kakek ya?” tanya ibuku,
“ohh batu ini toh” jawab ibu Putry yang mengambil Batu yang dibuat oleh Ferzan
“dan ada juga dirumahku sama mirip sekali?” tanya ibuku,
“Maksut kakak mirip yang dulu diramalin kakek Dhanesta sebelum dia meninggal ya?” kata ibu Putry,
“kurasa Rendi tidak berbohong, dan buyut sudah membuangnya kan” Jawab ibuku dengan wajah khawatir.
“oh jadi itu, kakak Kahwatir karena takut kena sial karena batu? tenang ajah kok, gak ada yang berubah itu bukan batu milik kakek” jawab ibu Putry menenagkan hati ibuku ibuku pun faham tentang pendapat Ibu Putry.
Setelah itu Ibu Rendi dan Ibu Putry bergosip
dan sedangkan Putry yang mencariku, ahirnya Putry, menemukanku yang ada dipohon Ceri, yang bisa aku tempati.
"GEDBuuuk!!" bunyi batu mengenai badanku, “eeh Siapa itu??” kataku yang kaget dan menoleh kearah yang melemparku,
“ah Ternyata kamu Put !!” jawabku setelah melihat Putry yang melempar,
"PRAK!!" Dengan Tiba-tiba Putry menamparku
__ADS_1
“kenapa sih kamu?” jawabku sambil memegang pipiku yang kesakitan.
“kamu kenapa Gak bilang kepadaku??” tanya Putry yang memarahiku tampa angin dan hujan,
“apaah, kamu sudah tau ya kalo aku suka? mau bilang sama kamu, tapi kamu?” jawabku yang salah faham dan kepedean (kukira Putry sudah tau kalo aku suka sama Putry).
“tapi apa?? kamu harusnya bilang sebelum kamu pergi?” jawab Putry yang kesal dan menagis lembut dan memelukku.
“eh?? memangnya siapa yang mau pergi kemana?” tanyaku yang tak bertkuit dipeluk Putry,
“tante kerumahku pamit ke ibuku, tante bilang kamu mau ke jakarta kan??” kata Putry sambil nagis memeluku,
“tidak Put aku masih di sini nerusin sekolahku” kataku sambil mengelus kepala Putry.
“benarkah!! lalu kamu gak pergi??” Jawab Putry dan melepaskan pelukannya,
“tidak Putry, aku selalu temani kamu kok” jawabku sambil tersenyum.
“ihh, Rendi nyebelin kamu kenapa meluk meluk aku kaya gitu hah ??” tanya Putry sambil malu dan sedikit kesal,
“Apaan sih!! kamu yang meluk aku, bukan aku yee :p” kataku sambil sedikit ngeledek Putry.
“cie-cie dah akur Kembali ye” kata Ferzan yang tiba tiba dibelakang melihatku berpelukan tadi,
“apaan sih!! dasar pawang hujan!! nyamber nyamber kaya petir!! Sumpahin kena gledek kamu” jawab Putry sambil tersenyum malu,
“yakan aku lihat ajah, masa gak komen gak seru ah!!” kata Ferzan yang ngeledek Putry
“urusan orang dewasa nih jangan dilihat lihat” kata Putry sambil ngeledek Ferzan.
“sudah lah jangan berantem mulu yang yang buat pusing nih” (kata AUTHOR ikut dalam dongeng wkwkwk)
__ADS_1